Diluncurkan pada tahun 2012, Duolingo kini menduduki peringkat 1 di app store banyak negara termasuk di Amerika Serikat, Inggris, Eropa, Amerika Latin dan telah berkembang pesat di Indonesia. Melalui misinya untuk mengembangkan pendidikan terbaik di dunia dan memberikan akses bagi siapa saja, Duolingo telah mendemokratisasi pembelajaran bahasa asing dan memungkinkan pengguna untuk belajar kapan saja dan di mana saja.
“Dahulu, mempelajari bahasa asing membutuhkan kelas, CD, atau tutor yang mahal. Tampaknya selalu tidak adil bahwa hanya mereka yang memiliki uang yang mampu memperoleh pendidikan yang baik, sementara mereka yang tidak memiliki uang hampir tidak dapat belajar membaca dan menulis. Ide ini menjadi misi perusahaan kami: mengembangkan pendidikan terbaik di dunia dan menjadikannya tersedia secara universal—misi yang masih memandu kami hingga saat ini,” kata Luis von Ahn, CEO Duolingo, dalam tulisan blog perusahaan.
Menurut data Duolingo, rata-rata waktu yang dihabiskan orang Indonesia untuk belajar bahasa melalui aplikasi Duolingo adalah 19,5 menit per hari. Duolingo telah menggunakan pendekatan unik dalam membantu pelajar menguasai bahasa baru. Pelajaran yang dibagi menjadi tugas-tugas kecil terasa lebih seperti permainan daripada buku teks, dan itu membuat belajar lebih menyenangkan. Mengadopsi kurikulum yang selaras dengan standar internasional, pendekatan yang menyenangkan ini didasarkan pada metodologi yang terbukti mendorong ingatan jangka panjang.
Dengan pelajaran yang berfokus pada kehidupan sehari-hari — misalnya, memesan makanan di restoran, bepergian ke kota-kota baru, dan berada dalam pertemuan keluarga – pelajar mendapatkan berbagai kosa kata dan tata bahasa yang diperlukan untuk mencapai tujuan mempelajari bahasa asing melalui latihan soal yang bervariasi dalam membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara.
“Saya belajar bahasa Korea di Duolingo untuk membantu saya memahami lirik lagu dan makna aslinya. Duolingo membantu saya untuk belajar bahasa Korea dengan cara yang menyenangkan sehingga saya dapat memahami dan mengingat pelajaran lebih baik. Selain itu, aplikasi ini membantu saya untuk menyegarkan ingatan saya akan kosakata dan tata bahasa dan telah menjadi aplikasi yang bermanfaat di waktu luang,” kata Dewinta Anggesti, salah satu pelajar bahasa Korea di Duolingo.
Senada dengan pendapat tersebut, Indy Widhakuswara yang belajar bahasa Jepang dengan Duolingo mengatakan, “Duolingo sangat nyaman digunakan dan ramah bagi pemula. Pelajaran di Duolingo memberikan lebih banyak pilihan untuk jawaban yang benar sehingga fleksibel bagi pemula dan memberi motivasi untuk belajar lebih banyak.”
Semakin pesatnya tingkat penetrasi internet serta banyaknya sejumlah smartphone terjangkau di Indonesia, maka lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai aplikasi, termasuk aplikasi pembelajaran bahasa asing.
Belajar bahasa asing memberikan berbagai manfaat bagi setiap orang. Duolingo memfasilitasi ini, terutama bagi generasi muda, untuk membantu meningkatkan kompetensi bahasa asing mereka dan mendorong perkembangan kemahiran bahasa lain di Indonesia secara keseluruhan.














