ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset Ungkap Prioritas Utama Pemimpin Bisnis Global Saat Ini

Fauzi
5 April 2022 | 12:00
rubrik: Research
Riset Ungkap Prioritas Utama Pemimpin Bisnis Global Saat Ini
Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan hail penelitian terbaru dari Cloudera, perusahaan hybrid data cloud, terungkap bahwa lebih dari seperempat (26%) dari pembuat keputusan bisnis global kini semakin meningkatkan investasi untuk lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan (environmental, social and corporate governance/ESG), dibanding untuk mengembangkan produk/layanan baru (24%) atau mempercepat pertumbuhan finansial (21%).

Para pekerja intelektual juga meyakini bahwa 49% dari data yang digunakan perusahaan mereka setiap hari seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat yang mereka layani. Ini adalah pendapat yang disetujui oleh 52% pembuat keputusan bisnis – satu indikasi jelas bahwa profit dan ESG bukan dua hal terpisah yang sama-sama dikejar.

Penemuan ini diungkap dalam penelitian bertajuk Limitless: The Positive Power of AI Study dari Cloudera, yang melakukan survei kepada 2.213 pembuat keputusan bisnis enterprise – termasuk 54% representasi dari jajaran C-Suite – dan 10.880 pekerja intelektual di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA), India dan Asia Pasifik (termasuk Indonesia).

Hal ini menunjukkan bahwa ESG diakui sebagai prioritas utama bagi pemimpin bisnis, dan mereka yang gagal melakukan sesuatu untuk kepentingan masyarakat akan mengalami risiko besar bagi pertumbuhan bisnis dan tenaga kerja mereka. Penelitian ini juga mempelajari pergeseran perilaku terhadap AI, Machine Learning (ML) dan Data Analytics di antara para pembuat keputusan, termasuk C-Suite dan pekerja intelektual. Data ini menunjukkan bahwa semua bagian sudah siap untuk menciptakan momen yang tepat bagi perusahaan untuk mempercepat strategi AI/ML mereka.

Gagal melakukan sesuatu untuk kepentingan sosial memberikan risiko bagi pertumbuhan bisnis dan pekerja
Hampir seperempat (24%) dari pengambil keputusan dan lebih dari satu dari lima (22%) pekerja intelektual di seluruh dunia yakin bahwa perusahaan mereka seharusnya secara publik mendukung praktik bisnis berkelanjutan. Selain itu, mayoritas pekerja intelektual (81%) berpendapat bahwa ada kebutuhan untuk memanfaatkan AI dalam menyediakan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan yang bisa menguntungkan organisasi dan masyarakat yang mereka layani.

BACA JUGA:  Twilio Raih Pengakuan Pemimpin di Gartner® Magic Quadrant™ 2025 untuk CPaaS

Di Indonesia, mayoritas pengambil keputusan dan pekerja intelektual (61%), meyakini bahwa apabila perusahaan mereka tidak mulai menggunakan data yang mereka punya untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih berkelanjutan dalam 36 bulan ke depan, bisnis mereka akan menurun. Faktanya, setidaknya 15% pengambil keputusan bisnis meyakini bahwa bisnisnya akan terancam hancur jika perusahaan ternyata punya data untuk membuat bisnis yang lebih berkelanjutan, namun tak mau memanfaatkannya. Lebih jauh, sebanyak 60% mengatakan bisnis mengalami disrupsi yang serius.

Namun, kurang dari sepertiga (31%) dari pembuat keputusan bisnis global yang aktif mengimplementasikan teknologi AI ini dan memiliki pemahaman terbatas mengenai cara kerjanya.

Perusahaan yang mengatasi kesenjangan tersebut kini mendapatkan keuntungan kompetitif dalam pertarungan untuk mendapatkan pelanggan dan tenaga kerja. Jika perusahaan benar-benar ingin menanamkan keberlanjutan di dalam inti bisnis mereka, para pemimpinnya harus mulai memanfaatkan data untuk memberikan hasil yang lebih berkelanjutan – dan melakukan hal tersebut dengan cepat. Jika gagal melakukan hal ini di Indonesia dan hampir seperlima dari pekerja intelektual (19%) dan lebih dari seperempat pembuat keputusan bisnis (27%) yakin bahwa karyawan akan meninggalkan perusahaan, dan ini dapat menjadi kerugian besar di tengah terbatasnya tenaga kerja global saat ini.

“Saya sejujurnya yakin bahwa menggunakan big data dan AI untuk mengambil keputusan yang lebih berkelanjutan akan jadi aspek yang sangat penting untuk daya saing di masa depan,” ucap Erica Orange, VP, The Future Hunters. “Intinya bahwa bisnis harus memikirkan kembali metrik keberhasilan bisnis melebihi metrik yang digerakkan oleh profit dan fokus pada dampak lingkungan yang sebenarnya.”

Takut kehilangan pekerjaan karena AI, kini fokus berinvestasi untuk reskilling
Penelitian ini juga menghilangkan anggapan lama bahwa karyawan merasa khawatir AI akan mengambil alih pekerjaan mereka. Ledakan volume data yang sekarang tersedia untuk bisnis telah menjadikan AI/ML sebagai benang merah untuk banyak peran pekerjaan dan sekutu yang kuat. Lebih dari setengah pekerja intelektual di seluruh dunia mengatakan tugas harian mereka sudah diperkuat atau diotomatisasikan oleh AI (55%), ML (51%) dan Data Analytics (63%) dalam 12 bulan terakhir. Di Indonesia, persentasenya malah melonjak luar biasa menjadi Data Analytics (88%), ML (72%) dan AI (66%).

BACA JUGA:  Cloudera: Strategi Hybrid Membutuhkan Ketahanan Multi-Cloud

Secara global, keuntungan terbesar dari ini adalah penghematan waktu (37%) dan memungkinkan mereka/tim mereka untuk lebih fokus pada pekerjaan yang strategis (35%). Baik pembuat keputusan bisnis dan pekerja intelektual di Indonesia setuju pada manfaat terbesar AI. Menurut para pembuat keputusan bisnis, teknologi AI akan memberikan penghematan waktu (77%), penghematan biaya (68 %), dan akurasi (51%), sementara pekerja intelektual menyatakan benefitnya adalah penghematan waktu (78%), penghematan biaya (52%), dan akurasi (53%).

Untuk memanfaatkan ini, bisnis harus melakukan lebih dan berinvestasi di reskilling demi karyawan mereka. Secara global, sembilan dari sepuluh (91%) pembuat keputusan bisnis mengatakan perusahaan mereka akan berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam reskilling karyawan karena semakin banyak pekerjaan yang diotomatisasi. Di Indonesia, mayoritas pekerja intelektual (88%) mengatakan perusahaan mereka cukup berinvestasi dalam memberikan reskilling kepada karyawannya yang bekerja bersama teknologi AI/ML/Data Analytics. Pada saat yang sama, pengambil keputusan bisnis di Indonesia berkata bahwa mereka yakin karyawan mereka sudah memiliki skill yang tepat untuk bekerja secara efektif bersama dengan teknologi ML (96%), AI (96%) atau data analytics (100%).

Masalahnya, investasi pada orang tidak bisa dihentikan sekarang. Perusahaan juga perlu menjadikan karyawan sebagai mitra dalam proses reskilling dan upskilling untuk memastikan lingkungan kerja yang setara bagi semua staf.

“Hasil dari penelitian ini menunjukkan lahirnya gelombang baru ekonomi, yang difokuskan untuk melakukan hal-besar yang sama demi profit/keuntungan, planet bumi dan manusia yang didorong oleh otomatisasi dan AI,” ucap Mick Hollison, President, Cloudera. “Bagi pemimpin bisnis inilah waktunya untuk memfokuskan kembali pandangan mereka tentang investasi teknologi – mengidentifikasi tidak hanya data yang akan mendorong pertumbuhan, tetapi juga teknologi yang akan membantu karyawan dan masyarakat mendapatkan akses yang bermanfaat kepada hal tersebut. Di Cloudera kami bekerja dengan pelanggan untuk mentransformasi output ekonomi mereka dengan Data Analytics dan AI.”

BACA JUGA:  Cloudera Rilis Asisten AI Baru, Dorong Efisiensi bagi Praktisi Data

“Studi ini menunjukkan semakin pentingnya data dan implementasi AI dan ML untuk mendorong pengambilan keputusan bisnis yang lebih berkelanjutan di antara para pembuat keputusan dan pekerja intelektual di Indonesia. Ini merupakan sinyal positif dalam mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi karena penerapan AI, ML, dan Data Analytics terbukti memberikan penghematan waktu, penghematan biaya, dan akurasi yang memuaskan,” kata Erwin Sukiato, Country Manager for Indonesia, Cloudera.

Tags: Cloudera
Previous Post

Aplikasi Layanan Pajak DJP Disesuaikan Seiring Naiknya PPN

Next Post

Program Xpora BNI Diapresiasi Komisi VI DPR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terima Audiensi, BP Batam Apresiasi Driver Ojol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa UI Kunjungi IPC TPK, Studi Langsung Transformasi Layanan Kepelabuhanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP DIGITAL Awards 2019: Dengan NBS dan OPUS, PT IPC Terminal Petikemas Lakukan Transformasi Digital Pelabuhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Disney dan Pixar, Samsung Bikin Video Promosi Bespoke AI Laundry Combo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto