ItWorks.id- IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan studi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) melalui Program Jejak Pelabuhan. Kegiatan ini menjadi upaya sinkronisasi antara teori akademik yang didapat di kampus dengan realita di lapangan, terutama terkait dinamika industri layanan kepelabuhanan dan tren logistik nasional.
Melalui program tersebut, mahasiswa diperkenalkan secara langsung pada ekosistem pelabuhan modern yang kini berkembang melampaui aktivitas bongkar muat konvensional. Pelabuhan dinilai memiliki peran strategis sebagai simpul utama rantai pasok nasional sekaligus pusat konektivitas ekonomi.
Dalam kunjungan itu, mahasiswa mendapat kesempatan melihat langsung alur kerja logistik modern dengan mengunjungi Integrated Planning & Control Room serta Terminal Operasi 3 di Pelabuhan Tanjung Priok. Selain menyaksikan proses bongkar muat peti kemas, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran pelabuhan sebagai pusat pengambilan keputusan bisnis, bagian dari rantai pasok global, hingga penerapan transformasi digital dan sustainability di sektor logistik nasional.
Mahasiswa juga mendalami penerapan digitalisasi dalam operasional pelabuhan modern, mulai dari penggunaan sistem terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi layanan hingga mitigasi risiko terhadap potensi gangguan operasional. Tidak hanya itu, peserta turut mendapatkan gambaran mengenai pengelolaan customer relation, struktur organisasi pelabuhan, serta pentingnya koordinasi lintas sektor dan fungsi dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional.
Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membuka wawasan generasi muda terhadap industri kepelabuhanan dan logistik yang terus berkembang.“Dunia kepelabuhanan hari ini bukan lagi industri yang eksklusif atau hanya dipahami kalangan tertentu. Industri ini sangat terbuka dan membutuhkan banyak perspektif keilmuan, mulai dari ekonomi, bisnis, teknologi, data, sustainability, hingga komunikasi. Karena itu, kami ingin membuka wawasan bahwa pelabuhan adalah industri masa depan yang relevan bagi generasi muda,” ujar Daniel.
Ia menjelaskan, Program Jejak Pelabuhan dirancang berbeda dari kunjungan akademik pada umumnya karena memberikan pengalaman industri yang lebih kontekstual dan strategis. Mahasiswa diajak memahami bagaimana efisiensi logistik memengaruhi biaya distribusi nasional, arus perdagangan internasional bergerak melalui pelabuhan, hingga transformasi terminal petikemas melalui digitalisasi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sebagai operator terminal petikemas di bawah naungan Pelindo Group, IPC TPK menilai pengenalan industri sejak dini penting untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Selain itu, keterbukaan akses terhadap dunia kepelabuhanan diharapkan dapat mengubah perspektif generasi muda bahwa sektor tersebut merupakan bidang yang dinamis, modern, dan memiliki prospek besar di masa depan.
“Melalui Program Jejak Pelabuhan, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realita industri. Mahasiswa tidak hanya melihat proses operasional, tetapi juga memahami bagaimana pelabuhan bekerja sebagai penghubung rantai pasok dan penggerak aktivitas ekonomi. Harapannya, mahasiswa dapat melihat langsung bahwa sektor ini terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta dengan beragam latar belakang keilmuan,” pungkasnya.














