Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dan Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Republik Korea Lee Sang Min membicarakan peluang kemitraan kedua negara di bidang pengembangan dan pembiayaan pusat data.
“Kami bertukar pengalaman untuk mendiskusikan pengembangan dan rencana pembiayaan pusat data. Hal itu merupakan salah satu program untuk mendukung terwujudnya percepatan transformasi digital yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” jelasnya usai pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Kamis (16/06/2022).
Menteri Johnny menyatakan Pemerintah Republik Indonesia tengah menyiapkan berbagai kebiijakan dan implementasi penyelenggaraan pemerintahan elektronik. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur berupa Pusat Data Nasional.
“Saya menyampaikan bahwa untuk Pemerintah Indonesia, kami memiliki kemungkinan kebijakan yang didorong oleh data (data driven policy). Untuk itu, kita perlu memiliki cloud pemerintah, pusat data, untuk mendukung pemerintahan elektronik kita di Indonesia,” ungkapnya.
Baca: Ini Manfaat Pusat Data Nasional yang Sedang Dibangun Pemerintah
Menurut Menkominfo, Pemerintah Republik Korea juga memiliki peran penting dalam transformasi dan teknologi digital yang berlangsung secara global. “Jadi, saya berharap kita dapat menyimpulkan dan melakukan kerja sama sesegera mungkin. Dengan bantuan dari Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Republik Korea H.E. Lee Sang Min dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Korea untuk Indonesia H.E Taesung Park, saya yakin ini dapat berkembang secara progresif,” tuturnya.
Menurut Menteri Johnny, saat ini Kementerian Kominfo telah menyiapkan lokasi pembangunan Pusat Data Nasional di Batam, Kepulauan Riau. Bahkan, Menkominfo telah meninjau calon lokasi PDN yang memiliki luas tanah hampir 5 hektar itu.
Kepada Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Republik Korea Lee Sang Min, Menkominfo menyatakan Pemerintah Indonesia menjaga agar proyek ini berada di jalur yang benar dan berupaya untuk mempercepat kerja sama terwujud.
Menurut Menteri Johnny, pembangunan Pusat Data Nasional memiliki manfaat besar bagi kedua negara karena akan membuat hubungan kedua negara akan lebih berkembang. “Proyek ini bermanfaat dan baik bagi Indonesia dan Republik Korea, terutama untuk proses pengambilan keputusan yang benar dan tepat dalam membantu kedua negara berkembang lagi,” tandasnya.














