Pemerintah pusat, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika(Kominfo), berencana membangun Pusat Data Nasional (PDN). PDN ini akan menyatukan 2.700 data center, dan akandibangun di 4 lokasi yaitu Bekasi, Batam, Ibu kota negara baru (Kalimantan Timur) dan Labuan Bajo.
Dedy Permadi, juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan pembangunan PDN di Indonesia dibagi ke dalam 2 tahap besar.
“Tahap I, meliputi pembangunan PDN I dan II. Pembangunan PDN I ditargetkan beroperasi pada tahun 2023 serta PDN II beroperasi pada tahun 2024.”
“Kemudian, tahap II meliputi pembangunan PDN III dan IV yang keduanya ditargetkan beroperasi pada tahun 2026.”
Baca: Kominfo: Pusat Data Nasional Akan Berikan Efisiensi Triliunan Rupiah
Dedy mengungkapkan pembangunan PDN I di Jabodetabek dan PDN II di Batam membutuhkan investasi US$ 360 juta dengan biaya operasionalisasi diperkirakan mencapai Rp 2 triliun per tahun.
Sedangkan pengembangan PDN III dan IV masih ditahap re-assesment. “Sedang dilakukan pengembangan dokumen feasibility study, bluebook dan greenbook untuk penentuan skema investasi,” kata dia kepada media nasional, 4/7/2021.
Dedy menerangkan target pengguna PDN ini ialah institusi pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah, mengingat PDN dibangun untuk menunjang implementasi sistem Pemerintahan berbasis elektronik (SPBE/e-government) serta implementasi Satu Data Indonesia (SDI).
“Jika PDN I dan II rampung, rencananya akan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 80 petabytes dan kapasitas pemrosesan yakni 50.000 cores,” tutupnya.
Sebagai catatan petabytes merupakan ukuran besar penyimpanan informasi atau data di komputer, sedangkan cores merupakan kecepatan perhitungan berdasarkan instruksi dari program.
Baca: Wajib Disimak Nih, Penjelasan Menkominfo Tentang Pembangunan Pusat Data Nasional














