PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), salah satu bank terbesar, terkemuka dan progresif di Indonesia, tengah berada di jalur tercepat dalam menjalani proses transformasi digital mereka.
Transformasi digital dilakukan BRI untuk mempertahankan posisinya sebagai lembaga keuangan micro-lending terkemuka di Indonesia sambil memperkuat kegiatan inti mereka dan menawarkan rangkaian produk baru ke pasar.
“Kami ingin menjadi kelompok perbankan paling inovatif se-Asia Tenggara dan terdepan dalam transformasi digital di sektor perbankan,” ujar Sandra Chalik, Executive Vice President BRI sebagai Project Manager BRI Financial Enterprise System Implementation.
“Untuk itu kami harus terus meningkatkan kualitas pelayanan kami, memperluas jangkauan dan membina hubungan yang baik dengan semua pihak,” dalam keterangan tertulis dari SAP Indonesia, 27/06/2022.
Baca: BRI Optimalisasi Teknologi untuk Tingkatkan Bisnis Wealth Management
Dalam upayanya untuk mengoptimalkan pelayanan untuk lebih dari 70 juta pelanggan di seluruh Indonesia, BRI telah memperkuat core system dan operasionalnya. Langkah ini untuk meningkatkan berbagai aspek dari bisnis mereka.
Hasilnya, kini BRI dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk mengelola dan menelusuri general ledger (GL) di seluruh dan antar kantor cabangnya, meningkatkan keterlacakan (traceability) dan mempercepat penyusunan konsolidasi keuangan BRI Group, serta melakukan analisa yang lebih mendalam terhadap struktur data yang cenderung bersifat multidimensional dan beragam.
“Transformasi digital ini telah membantu BRI untuk memperoleh informasi dengan lebih granular. artinya, sekarang kami bisa dengan mudah menelusuri asal data dan dapat melihat segala jenis informasi dengan lebih transparan, terutama untuk memenuhi kebutuhan audit dan tata kelola keuangan kami,” kata Sandra.
Ia menjelaskan bahwa langkah yang akan diimplementasikan, khususnya terkait akuntansi dan pelaporan, sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 71 (PSAK 71) atau International Financial Reporting Standards 9 (IFRS 9).
Baca: Super Apps BRImo Berkontribusi Kurangi Emisi dan Penggunaan Kertas
“Kami dapat mengotomatisasi banyak operasi internal kami, termasuk untuk kebutuhan akuntansi dan pelaporan,” lanjut Sandra. Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi BRI Group juga dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dalam intensitas yang lebih sering, laporan yang tadinya dihasilkan dalam tiga bulanan, kini bisa diselesaikan setiap bulan, yang adalah kabar baik bagi kami.”
Transformasi ini juga telah menghubungkan BRI dengan berbagai sistem pembayaran vendor ke dalam sistem utama mereka sehingga proses pembayaran pun menjadi lebih efisien. Peleburan sistem ini mengurangi kemungkinan adanya kesalahan dan penundaan pengiriman data.
“Proses transformasi digital bukanlah hal yang mudah, baik dari segi adaptasi maupun biaya. Teknologi ERP memberikan banyak keuntungan seperti mengurangi karyawan back office untuk dialihkan ke front office sehingga kami bisa lebih fokus untuk mengembangkan bisnis kami,” kata Sandra.
BRI telah mengadopsi model hybrid cloud dengan layanan online dan on-premise sehingga BRI dapat memiliki sistem keuangan yang berdedikasi dan kuat sebagai tulang punggung yang menjadi ‘sumber tunggal kebenaran’ untuk semua informasi keuangannya.














