Cashlez menutup tahun buku 2021 dengan sejumlah kinerja yang positif. Permintaan produk dan layanan berbasis teknologi digital diyakini akan meningkat ke depannya seiring mulai pulihnya kondisi perekonomian.
Demikian disampaikan Suwandi selaku Direktur Utama PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. (Cashlez) dalam acara Media Visit secara daring dengan Redaksi It Works pada Selasa, 12 Juli 2022.
Di bagian awal acara ini, ia memaparkan profil perusahaan yang dipimpinnya. “PT Cashlez Worldwide Indonesia, dengan Cashlez sebagai merek dagang, berdiri pada tahun 2015 dengan dukungan para ahli yang memiliki pengalaman kuat di bidang mPOS, akuisisi merchant, dan penerbitan serta pembuatan skema kartu.”
“Kami mulai mengoperasikan usaha pada bulan September 2016. Selanjutnya di tahun 2017, kami mendapat investasi dari Mandiri Capital Indonesia. Di tahun berikutnya yaitu 2018, terdaftar di Bank Indonesia. Pada Mei 2019, kami mendapat izin sebagai Payment Gateway dari Bank Indonesia.”
“Pada 4 April 2020: PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. menjadi Perusahaan Terbuka. “Kami menjadi startup fintech pertama di Indonesia yang melantai di Bursa Efek Indonesia,” kata Suwandi.
Kinerja Bisnis Tahun 2021
Terkait kinerja bisnis perusahaan, Suwandi menjelaskan bahwa Cashlez menutup tahun buku 2021 dengan sejumlah kinerja yang positif. Dimana dibandingkan dengan pendapatan tahun 2020 maka Cashlez berhasil mencatatkan laba kotor meningkat 15,23%, pendapatan bersih meningkat 67,04%.
“Kami berhasil meningkatkan jumlah merchant sebesar 43,98% dan jumlah transaksi meningkat 15,07% dari tahun sebelumnya,” ungkap Suwandi kepada Redaksi It Works.
Meski demikian, ia mengakui bahwa sepanjang tahun 2021, pihaknya juga menghadapi berbagai tantangan yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 yang masih melanda hampir di seluruh belahan dunia.
“Hal itu memicu timbulnya risiko, seperti penutupan bisnis atau gerai merchant, terutama mereka yang menggunakan solusi teknologi pembayaran dari Cashlez, sehingga mengakibatkan menurunnya nilai transaksi kami di tahun 2021 lalu,” kata Suwandi.
“Namun di tahun 2022, seiring mulai pulihnya kondisi perekonomian maka nilai transaksi kami juga mulai meningkat. Kami yakin bahwa permintaan terhadap solusi pembayaran digital akan semakin tinggi ke depannya” imbuhnya.
Baca: Prospek Usaha Tahun 2022, Cashlez Bidik 10.000 Merchant Baru
Pengembangan Platform Teknologi Pembayaran
Lebih lanjut terkait aspek teknologi, Suwandi mengutarakan bahwa Cashlez merupakan perusahaan teknologi finansial pembayaran yang memberikan solusi untuk merchant dan menawarkan nilai lebih agar pemilik usaha dapat mengatur dan menumbuhkan bisnisnya.
“Kami menciptakan sistem payment gateway yang dilengkapi dengan penerimaan pembayaran menggunakan kartu, baik kartu kredit atau kartu debit berbasis aplikasi pada smartphone (Android dan iOS) yang dihubungkan dengan card reader melalui bluetooth,” kata Suwandi.
“Selain dapat menerima kartu, merchant dapat menerima metode pembayaran digital lainnya seperti pembayaran QRIS, Cashlez‐Link untuk pembayaran e‐commerce dan pembayaran Virtual Account.”
“Kami juga mengembangkan fitur POS & back‐office reporting kepada merchant, sebagai komitmen kami untuk mempermudah merchant dalam mengatur dan meningkatkan bisnisnya. Dalam hal ini, sistem dapat memonitor semua transaksi penjualan merchant secara real time,” tutur Suwandi.
Dukungan Terhadap UMKM
Dalam acara ini juga, Suwandi menegaskan dukungan Cashlez kepada UMKM di Tanah Air, “Seiring dengan makin banyak UMKM go digital tentu akan berdampak pada permintaan produk dan layanan berbasis teknologi digital yang kami tawarkan. Hal ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk terus mendukung para UMKM untuk dapat menggunakan teknologi digital dalam sistem pembayaran usahanya.”
Turut mengikuti acara ini dari Cashlez yaitu Hendrik Adrianto selaku Chief Compliance Officer, Devy Febriana selaku Public Relations Officer, dan Adhetya G. Kasim selaku Investor Relations.
Hadir dari jajaran Redaksi It Works yaitu M. Lutfi Handayani selaku CEO PT Madani Solusi Internasional sekaligus Pemred, Ahmad Chury selaku Redpel, dan jajaran staf redaksi yaitu Teguh Imam, Fauzi, Gunawan, dan Dessy Ariyanti.
Baca: Di Tahun 2021, Cashlez Bukukan Pendapatan Bersih Rp140,85 Miliar















