Kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi di sepanjang tahun 2021 memberikan dampak luas pada kegiatan ekonomi masyarakat. Terbatasnya kegiatan fisik menjadi kendala bagi aktivitas bisnis mulai dari skala mikro hingga besar. Di tengah situasi yang menantang ini, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (“Perseroan”) hadir memberikan solusi atas aktivitas transaksi dan pembayaran secara digital. Hal ini tentunya dapat memberikan manfaat berupa peluang baik bagi mitra usaha dan Perseroan sendiri.
Sejalan dengan distribusi vaksin Covid-19 yang semakin meluas dan perekonomian yang berangsur-angsur menggeliat, masyarakat bersiap menghadapi era kebiasaan baru (new normal). Di era new normal terjadi perubahan pola transaksi di tengah masyarakat dimana akseptasi dan preferensi masyarakat akan transaksi non tunai serta sistem pembayaran digital semakin meningkat.
“Kami yakin bahwa permintaan terhadap solusi pembayaran digital akan semakin tinggi ke depannya. Dengan proyeksi pemulihan ekonomi Indonesia yang disertai komitmen Pemerintah untuk memperbaiki berbagai infrastruktur yang bisa memfasilitasi kemajuan ekonomi digital, kami meyakini akan lebih banyak UMKM Go Digital sehingga berdampak pada permintaan produk dan layanan berbasis teknologi digital yang ditawarkan oleh Perseroan,” ujar Suwandi, Presiden Direktur Cashlez dalam Public Expose Tahun Buku 2021 yang dilaksanakan secara virtual pada, Selasa, 31 Mei 2022..
“Hal ini sesuai dengan komitmen Perseroan untuk terus mendukung para UMKM untuk dapat menggunakan teknologi digital dalam sistem pembayaran usahanya,” imbuhnya.
Suwandi menambahkan Perseroan optimis dapat menunjukkan kinerja yang lebih optimal dibandingkan tahun 2021 dengan menargetkan 10.000 merchant baru, peningkatan pendapatan sebesar 158 miliar dan melakukan pelatihan serta pengembangan digitalisasi pembayaran kepada 20.000 UMKM di tahun 2022.
Perseroan berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan pasar dalam setiap perumusan strategi usaha Perseroan. Selain itu, dalam rangka mewujudkan keberlangsungan Perseroan secara berkelanjutan, Perseroan terus melaksanakan penerapan 5 (lima) prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) yaitu prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan kewajaran berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku di setiap lini usaha.
“Kami tetap berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik guna pencapaian kinerja Perseroan secara berkelanjutan. Direksi juga berharap bahwa Perseroan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia” tutup Suwandi.
Baca: Di Tahun 2021, Cashlez Bukukan Pendapatan Bersih Rp140,85 Miliar














