Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan, 55% perusahaan dengan karyawan lebih dari 10.000 mengatakan bahwa mereka bekerja melebihi jam kerja saat berada di rumah. Mereka yang berperan sebagai kontributor individu lebih sering lembur di rumah (52%) dibandingkan mereka yang berada di C-level (33%).
Dalam keterangannya, 17/06/2022, Bayu Eko Susetio, Video Collaboration Lead Logitech Indonesia mengatakan, “Perusahaan perlu mengetahui langkah-langkah terbaik untuk memaksimalkan trend yang ada terhadap objektif perusahaan,” imbuhnya.
Berikut adalah 7 strategi bagi perusahaan untuk meningkatkan kondisi kerja di rumah karyawan dari mana pun mereka bekerja sekarang, baik itu hybrid atau pun sepenuhnya bekerja dari jarak jauh:
Ruang meeting yang didukung oleh video. Selama masa pandemi, perusahaan telah melihat video sebagai solusi efektif untuk mendukung kebutuhan meeting ketika tim tidak dapat hadir di tempat. Hal tersebut juga populer di kalangan pengguna langsung: 78% dari peserta meeting lebih memilih untuk mengikuti meeting video dibandingkan meeting dengan audio saja. Dengan demikian, ruang meeting yang didukung oleh teknologi video sangat penting untuk mengakomodasi kolaborasi antara karyawan yang bekerja dari jarak jauh dan dari kantor.
Langkah selanjutnya untuk memaksimalkan potensi teknologi video pada kegiatan meeting meliputi penyesuaian anggaran terhadap ruang meeting yang dilengkapi teknologi video, serta memperkenalkan perangkat pengaturan jarak jauh guna menjaga agar teknologi yang dipakai selalu update.
Lengkapi ruang kerja jarak jauh selayaknya kantor. Berinvestasi pada ruang kerja jarak jauh seperti halnya meja kerja di kantor. Perusahaan dapat menstandarisasi pengaturan kerja jarak jauh agar mudah dilakukan, nyaman, serta mendukung produktivitas yang maksimal. Pastikan bahwa karyawan dapat terlihat dan terdengar pada saat meeting video-terlepas dari suara bising di belakang-dengan menggunakan webcam khusus dan headset yang mampu meredam suara bising. Melakukan investasi terhadap teknologi dengan standar pekantoran yang mudah digunakan secara langsung dapat meningkatkan keterlibatan, kolaborasi, dan produktivitas pekerja.
Dengan semakin banyaknya karyawan yang bekerja dari jarak jauh, perusahaan harus fokus untuk membuat meeting lebih inklusif. Peserta jarak jauh dapat merasa seperti ‘masyarakat kelas dua’ saat berada dalam panggilan video bersama rekan di kantor. Mereka kehilangan interaksi penting di dalam ruangan atau mungkin kesulitan untuk mengikuti alur meeting. Memastikan semua karyawan merasa terlibat dan setara merupakan hal yang penting untuk menjaga kolaborasi efektif di situasi kerja hybrid. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan memanfaatkan teknologi seperti platform konferensi video modern yang memungkinkan interaksi tanpa hambatan baik untuk karyawan di kantor maupun jarak jauh.
Tanpa adanya perjalan pulang-pergi yang harus dilakukan, pekerjaan dapat dengan mudah terbawa hingga melewati akhir jam kerja. Perusahaan dapat memberikan pedoman bagi karyawan untuk menetapkan batasan ketat antara waktu kerja dan personal.
Jadwalkan ‘hari konsentrasi’ secara reguler di mana karyawan didukung untuk menjauhi platform komunikasi (seperti Teams) dan menetapkan jadwal di kalender terlebih dahulu untuk memberi mereka hari tanpa gangguan meeting guna menyelesaikan tugas-tugas yang penting.
Investasi terhadap karyawan Anda, apabila perusahaan mengurangi kebutuhan kantor fisik untuk memenuhi cara kerja hybrid, pengeluaran yang dihemat dapat diinvestasikan untuk mendukung karyawan melalui program pelatihan yang lebih banyak atau menyediakan perlengkapan yang lebih baik seperti (meja dan kursi yang nyaman, webcam/headset standar perusahaan) dan mendukung karyawan untuk memanfaatkan keunggulan-keunggulan yang baru.
Jaga agar budaya perusahaan tetap hidup dengan mempertahankan aktivitas-aktivitas sosial seperti team bonding, team-building secara teratur, atau kegiatan sepele seperti minum kopi bersama di pagi hari.














