Gokomodo berencana membangun Tokomodo di 14 provinsi di Indonesia tahun ini, selain juga berekpansi ke industri lain di luar perkebunan dan komoditas.
Chief Commercial & Distribution Gokomodo Antonius Prabowo dalam keterangannya, Senin, 22/08/2022, mengatakan, “Fokus utama Gokomodo pada kemajuan bisnis dan teknologi untuk mensejahterakan pelaku bisnis agrikultur diharapkan dapat membawa Gokomodo meraih status unicorn dan go-IPO.”
Harapan itu didukung dengan pencapaian yang telah diraih Gokomodo, baik dari segi pendanaan, model bisnis, pertumbuhan pelanggan, hingga ekspansi produk.
Antonius mengungkapkan pemangku kepentingan dalam ekosistem Gokomodo meningkat secara pesat sejak didirikan, total luas perkebunan milik perusahaan-perusahaan perkebunan yang terdaftar di platform Gokomodo 1.500.000 hektar, dengan 3000 vendor telah terdaftar dalam ekosistem, dan Gokomodo telah menyentuh total Gross Transactional Value (GTV) sebesar 333 juta dolar.
Gokomodo berhasil menunjukkan kemajuan dengan melakukan ekspansi produk B2B commerce, peluncuran hub pertama Gokomodo, pembukaan Tokomodo pertama di area Jawa Barat, serta pengembangan titik-titik distribusi untuk memperluas jangkauan layanan Gokomodo.
“Menginjak tahun ketiga, tantangan terbesar yang dilalui sejak Gokomodo didirikan adalah membangun tim yang tepat dan yang percaya dengan visi Gokomodo,” tutur William Pramana, Chief Technology Officer Gokomodo
Mak tahun ini, seluruh tim cabang pusat dan regional Gokomodo mengadakan acara birthday outing dengan harapan perayaan ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan karyawan dan juga untuk membangun tim yang semakin solid untuk membawa visi Gokomodo.
Ke depannya, Gokomodo ingin terus berfokus meningkatkan pelayanan untuk mitra dan pengguna serta mengembangkan sistem digitalisasi untuk memberikan solusi nyata bagi seluruh pelaku bisnis agrikultur di Indonesia.
Baca: Perkuat Pertanian Digital, Kementerian Pertanian Mengembangkan Ekosistem Agrikultur Berbasis Data














