Penulis: Teguh IS.
Transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mewujudkan visi Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi mendapat apresiasi dari Dewan Juri TOP Digital Awards 2022. Rencana untuk menghadirkan Super Apps untuk publik dan ASN di tahun ini pun dinilai sebagai terobosan positif.
Apresiasi diberikan karena transformasi digital yang telah dijalankan Pemprov Jabar sejak tahun 2018 hingga saat ini dinilai berhasil meningkatkan layanan publik dan kualitas kegiatan pemerintahan.
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
Dalam implementasi transformasi digital, Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Jabar lewat Jabar Digital Service, telah menghadirkan sejumlah solusi digital, antara lain: Sidebar; Service Desk Diskominfo; Ekosistem Data Jabar; Sapawarga; Desa Digital; Portal Jabarprov; dan Pikobar.
“Rangkaian solusi digital yang dihadirkan Pemprov Jabar, sejalan dengan tema ajang TOP Digital yaitu transformasi digital harus memberi dampak strategis bagi peningkatan layanan publik dan kegiatan pemerintahan,” demikian rangkuman pendapat dari sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022 di Jakarta, pada hari Senin, 24 Oktober 2022 secara daring.
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai dewan juri yaitu Kusuma Prabandari Nina Kurnia H., Gerry Firmansyah, Lim Kurniawan, Muhammad Jumadi, dan Febriansyah.
Transformasi Digital Jawa Barat
Dalam ajang TOP Digital tahun ini, Diskominfo Pemprov Jabar membawakan materi bertajuk “Menuju Jabar Juara Melalui Transformasi Digital”.
“Dalam mewujudkannya, kami berpedoman pada IT Master Plan yang tertuang dalam Rencana Induk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2019-2023,” kata Dr. Ika Mardiah, M.Si selaku Kadis Kominfo Pemprov Jabar kepada dewan juri.
“Diskominfo berperan sebagai driver dan fasilitator pemanfaatan teknologi informasi untuk peningkatan kualitas proses bisnis pemerintahan dan pelayanan publik, dan peningkatan aksesibilitas teknologi, informasi, serta literasi digital untuk masyarakat,” imbuhnya.
Menurut Ika, upaya digitalisasi itu telah berhasil meningkatan layanan publik dan kualitas kegiatan pemerintahan Pemprov Jabar. Dimana hal itu, tercermin dari raihan skor indeks SPBE yang pengukurannya dilakukan oleh Kementerian PAN RB.
“Nilai indeks SPBE Pemprov Jabar yaitu 3.22 (2018), 3.12 (2019), 3.58 (2020), dan 3,28 (2021),” tuturnya.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Inovasi ICT Diskominfo Jawa Barat Jadi Solusi Cerdas Di Tengah Pandemi
Solusi Digital Unggulan
Dalam hal pengembangan aplikasi digital, kepada dewan juri, Ika mengutarakan saat ini sudah disusun Dokumen Standar Teknis dan Prosedur Pembangunan/Pengembangan Aplikasi di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
“Dokumen itu mencakup: Standar teknis pembangunan/pengembangan aplikasi; dan Prosedur pembangunan/pengembangan aplikasi, mulai dari tahap pengajuan hingga evaluasi aplikasi,” jelasnya.
Ia pun memaparkan 7 solusi digital unggulan yang telah dihadirkan Diskominfo Pemprov Jabar dan Jabar Digital Service.
Pertama, Service Desk Diskominfo, sejak 2018, Pembangunan Helpdesk Bimtek bagi perangkat daerah. Tahun ini telah berada di versi 2,5 yaitu integrasi layanan antar bidang dan perbaikan flow diagram.
Kedua, Ekosistem Data Jabar, sejak 2019, Kumpulan komponen Manajemen Data di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang saling terhubung satu sama lain, terdiri dari: Core Data, Satu Data, Open Data, Satu Peta, Dashboard, dan Data Analytics.
Ketiga, Sapawarga, sejak 2019, platform aplikasi yang dapat mempermudah warga dalam menyampaikan aspirasi, mendapatkan informasi, serta mendapatkan layanan publik.
Keempat, Desa Digital, sejak 2019, program pengembangan desa melalui inovasi digital yang dilakukan melalui 4 tahapan pengembangan, yaitu pembangunan infrastruktur, pelatihan literasi digital, pelatihan pemasaran digital, dan implementasi pemanfaatan teknologi melalui Internet of Things (IoT).
Kelima, Sistem Informasi Dokumen Elektronik Jawa Barat (SIDEBAR), sejak 2020, merupakan aplikasi yang digunakan untuk memproduksi, distribusi, validasi dan pengarsipan tata naskah dinas elektronik di lingkungan internal Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat.
Keenam, Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar), sejak 2020, media komunikasi dan informasi penanganan Covid-19 satu pintu di Jawa Barat. Menghadirkan informasi, data, dan visualisasi perkembangan kasus terkini Covid-19 dalam bentuk portal dan aplikasi. Turut dilengkapi dengan ragam layanan kesehatan digital pendukung kedaruratan pandemi.
Ketujuh, Portal Jabarprov, sejak 2022, portal layanan pemerintahan digital satu pintu yang terintegrasi serta dapat diakses oleh seluruh masyarakat Jawa Barat dan Indonesia. Dilengkapi dengan Content Management System (CMS) yang efektif, efisien, dan mudah digunakan oleh OPD.
Lebih jauh lagi, saat ini Pemprov Jabar sedang mengembangkan super app yang berisi berbagai layanan di satu genggaman. “Rencananya super app itu akan kami luncurkan di tahun ini,” tutur Ika.
“Di dalamnya akan ada Single Sign On (SSO) untuk masing-masing layanan yang diperuntukan bagi ASN dan publik,” imbuhnya.
Turut hadir dari Diskominfo Pemprov Jabar di sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022: Dian, Ida Ningrum, Rizki H., Mul, Hannif, Wibi, dan Andryanto.
Baca: Aplikasi Sambara Jawa Barat Catat 500 Ribu Transaksi Pajak Kendaraan di Tahun 2021














