Jakarta, ItWorks- Tren digitalisasi yang meningkat sejak terjadi pandemi Covid-19, menjadi pemantik baru bagi akselerasi transformasi digital di jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Sederet inovasi digital yang dihasilkan bisa menjadi enabler dan solusi layanan inovatif Pemprov Jabar kepada masyarakat di tengah keterbatasan akibat wabah ini.
Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk tertinggi di Indonesia, menyamai hampir seperlima penduduk Indonesia. Namun dengan jumlah populasinya yang besar, Jabar masih mengalami kesenjangan digital. Dari sisi ketersediaan jaringan komunikasi internet, masih terdapat beberapa titik blank spot. Padahal seiring dengan pesatnya kemajuan era informasi, tuntutan ketersediaan infrastruktur digital semakin tak dapat dielakkan.
Menyiasati hal ini dan juga dalam rangka mengurangi kesenjangan digital di Jawa Barat (yang berada di tingkat ke 11 dengan skor sebesar 0.054, Diskominfo Jawa Barat melakukan upaya inisiatif yang berupa program pembagian gawai (perangkat smartphone) ke pengurus RW dan Pemerintah Desa/Kelurahan.
Selain itu, untuk memudahkan hubungan dan koordinasi dengan semua perangkat pemerintah hingga level bawah, dibangun aplikasi Sapawarga. Aplikasi Sapawarga merupakan inovasi dalam bentuk aplikasi yang difungsikan sebagai kanal informasi, aspirasi, serta layanan publik bagi warga masyarakat di Jawa Barat.
“Aplikasi Sapawarga ini mulai diimplementasikan sejak Desember 2019 dan terus kita optimalkan untuk berbagai layanan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 hingga sekarang ini. Aplikasi ini dikembangkan secara kombinasi antara internal dan eksternal Diskominfo. Terutama untuk memfasilitasi RW dan Pemerintah Desa/Kelurahan dengan perangkat gawai dan aplikasi, agar pelayanan warga bisa lebih efektif hingga ke tingkat rural melalui sistem digital. Dengan terobosan inovasi berbasis digital ini, berbagai layanan public di saat pandemi tetap bisa berjalan optimal,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jabar, Setiaji ST., MT., didampingi tim saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2021” yang berlangsung (14/10) secara virtual yang dihelat Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan didukung sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia.
Dijelaskan, untuk memudahkan layanan masyarakat, terdapat beberapa fitur unggulan dalam aplikasi Sapawarga ini. Di antaranya fitur Aspirasi, yaitu sebagai kanal penampung aspirasi masyarakat (misal: fitur survei dan kegiatan-kegiatan di RW). Kemudian fitur Informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi terpercaya kepada masyarakat (misal: melalui fitur info penting, berita, dan video). Selain itu ada fitur Pelayanan Publik, yaitu untuk efisiensi dan penyediaan pelayanan publik secara digital. Misal melalui fitur layanan bansos COVID-19 (2020 dan pajak kendaraan bermotor).
Inovasi digital ini juga menjadi solusi yang sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif, baik bagi warga maupun instansi pemerintah. Di antaranya terjadi percepatan digitalisasi layanan publik, penyebaran informasi, dan penampungan aspirasi di Jawa Barat yang terhubung dalam satu ekosistem aplikasi layanan public yang terintegrasi. (Dari tingkat provinsi hingga tingkat RW).
Pada tahun 2020, Sapawarga bisa memperlancar proses administrasi bantuan sosial provinsi untuk penanganan COVID-19 melalui sistem pendaftaran dan pengumuman. Dengan teknologi digital, terjadi percepatan dalam penyebaran informasi pemerintah kepada masyarakat melalui jejaring digital tersebut.
Baca: PIKOBAR Solusi Digital Andalan Jawa Barat Untuk Covid-19
Terkait optimalisasi Desa, sejak 2019 Diskominfo Jawa Barat juga mengembangkan aplikasi Solusi Bisnis “Desa Digital”. Program pengembangan desa melalui inovasi digital yang dilakukan melalui 3 tingkatan, yaitu pembangunan infrastruktur internet, literasi digital, dan optimasi penggunaan internet melalui Internet of Things (IoT) dan e-commerce.
Dalam program ini dilakukan kolaborasi pentahelix dengan ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media) dalam mewujudkan tingkatan Desa Digital. Antara lain pembangunan infrastruktur internet di desa, Literasi Digital Pelatihan literasi digital agar masyarakat desa pandai menggunakan internet. Berikutnya adanya optimasi penggunaan internet melalui IoT dan e-commerce untuk meningkatkan produktivitas masyarakat desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Manfaat dan dampak yang dirasakan bagi pemerintah, antara lain mampu menurunkan tingkat kesenjangan digital di Jawa Barat, meningkatkan angka literasi digital di Jawa Barat, mengembangkan potensi desa melalui inovasi dan kolaborasi digital. Adapun manfaat atau dampak untuk Desa, yakni memudahkan masyarakat desa dalam mengakses informasi dan berkomunikasi melalui internet. Meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi masyarakat desa melalui literasi digital. Serta mengoptimalkan penggunaan internet untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, meliputi aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, peluang inovasi, dan stabilitas sosial.
Solusi Penanganan Pandemi Covid-19
Inovasi lain yang cukup membanggakan yakni , solusi inovasi untuk penanganan pandemi Covid-19. Bermula dari ditemukan kasus COVID-19 pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020 oleh warga Depok, Jawa Barat, Pemprov Jabar langsung memberlakukan status siaga dan membentuk Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar). Dipusatkan di Jabar Command Center, Gedung Sate, Kota Bandung, Pikobar dikembangkan dengan berbagai aplikasi digital pendukung. Di antaranhya akses untuk data dan laporan adanya kasus warga yang terkena virus, termasuk data dan informasi rumah sakit, peta penyebaran, hingga layanan bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi ini.
“Aplikasi Pikobar ini menjadi salah satu inovasi digital unggulan karena bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Jabar di tengah pandemi Covid-19. Berbagai data dan informasi terkait covid-19 bisa dengan mudah diakses masyarakat melalui perangkat digital. Aplikasi PIKOBAR ini dirancang dengan semangat open source agar bisa terus dikembangkan. Termasuk aplikasi untuk mendukung berbagai layanan publik,” ungkap Setiaji ST., MT, saat tanya jawab dengan tim dewan juri “Top Digital Awards 2021.
Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa melihat peta sebaran, berinteraksi, mengakses nomor darurat, periksa gejala mandiri dan seputar informasi lain mengenai COVID-19. Selain itu, melalui aplikasi ini, warga Jabar juga bisa melakukan diagnosa mandiri gejala-gejala yang dialami melalui fitur Periksa Mandiri, hingga menjadi relawan COVID-19 melalui fitur Daftar Relawan. Sehingga PIKOBAR menjadi pintu utama rujukan data dan informasi bagi warga Jabar, terutama mengenai Covid-19. sehingga tidak ada simpang siur soal data dan informasi mengenai Covid-19 ini.
Inovasi Pikobar ini juga telah mendapatkan penghargaan Special Award for Resiliency di IDC Digital Transformation Awards (DXa) Indonesia 2020 serta Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 dari Kementerian PANRB RI Tahun 2020 kategori Special Award for Resiliency.
Selain itu, di tengah pandemi ini, Diskominfo Jabar sebagai Driver dan fasilitator pemanfaatan teknologi informasi untuk peningkatan kualitas proses bisnis pemerintahan dan pelayanan publik, juga banyak mengembangkan solusi digital lain. Termasuk untuk mendukung Penerapan Pola Kerja Adaptasi Kebiasaan Baru era Pandemi. Di antaranya mendukung alur kerja dokumen digital dengan tanda-tangan elektronik, penyimpanan data dan dokumen digital, kolaborasi modus daring, sistem administrasi pemerintah dan pelayanan publik melalui aplikasi digital. Pembangunan data center dan DRC berbasis cloud, sistem keamanan IT, infrastruktur internet kecepatan tinggi, dan lainnya. Termasuk aplikasi pendukung, seperti Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD), Ekosistem Data Jabar, E-Office Administrasi Instansi (Disposisi, surat menyurat, dokumentasi rapat, Sistem Aplikasi Informasi Kearsipan, pembayaran Pajak, dan lainnya.
“Terkait IT security, kami telah mendapatkan penghargaan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dimana Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai instansi dengan profil identifikasi kerentanan dan penilaian risiko terbaik sektor Pemerintah Tahun 2020. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga merupakan salah satu Pemerintah Provinsi yang sudah menerapkan dan tersertifikasi standar keamanan SNI ISO 27001:2013 di Data Center dari tahun 2018 sampai saat saat ini,” ujarnya.
Upaya inovasi ini sejalan dengan tugas pokok Diskominfo Jabar yakni melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah bidang komunikasi dan informatika, meliputi E-government, Aplikasi Informatika, Informasi dan komunikasi Publik, persandian dan keamanan informasi dan statistik berdasarkan asas otonomi. Sesuai Tupoksinya, Diskominfo Jabar juga melakukan berbagai inisiasi digital untuk mendukung digital transformation di jajaran Pemprov Jawa Barat.
Dalam hal ini pihaknya telah menyusun IT masterplan untuk pengembangan berkelanjutan termasuk peningkatan smart city bagi terwujudnya smart province. “Kita sudah memiliki IT Masterplan maupun Tata Kelola untuk pengembangannya secara berkelanjutan dengan dukungan alokasi dana yang juga terus ditingkatkan setiap tahun. Tahun 2020 lalu total anggaran TI berkisar hingga Rp 50 miliar, dan tahun 2021 ini naik hingga menjadi Rp100- 150 miliar” ujarnya.
Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas, Pemprov Jabar melalui Diskominfo juga terus mengembangkan sejumlah aplikasi e-government . Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) bahwa untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Pihaknya optimistis melalui berbagai upaya ini, Jawa Barat bisa terus mendongkrak nilai indeks SPBE yang terus meningkat. Tercatat Nilai indeks SPBE: 3.22 (2018), 3.12 (2019), dan naik menjadi 3.58 (2020). “SPBE akan terus dikembangkan implementasinya denan aplikasi pendukunvg untuk mewujudkan layanan pemerintah yang lebih baik kepada masyarakat berbasis teknologi informasi,” tandasnya (AC)














