Penulis: Busthomi
PT WIKA Realty merupakan perusahaan developer properti anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Sesuai visinya, WIKA Realty ingin menjadi perusahaan property developer dan hotel owner terkemuka di Indonesia yang mendukung agenda pembangunan nasional dan menarik investasi dalam dan luar negeri.
Saat ini, perusahaan memiliki produk property yakni 7 landed house, 7 high/low rise, 25 property investment, 25 property management, dan 27 hotel yang semuanya tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, WIKA Realty memiliki strategi bisnis yakni, peninjauan Bisnis Model terhadap portofolio Bisnis Produk, yaitu dengan melakukan penyesuaian dari segmentasi target dan positioning produk WIKA Realty terhadap pasar; lalu pengembangan bisnis recurring, baik hotel maupun non hotel, seperti building management dan retail; juga fokus dalam pengembangan portofolio bisnis; serta strategi partnership.
Selain itu, WIKA Realty juga mengembangkan transformasi digital untuk mendukung bisnisnya. Seperti yang teruang dalam IT Master Plan di perusahaan untuk periode 2019-2023 nanti, ditargetkan pada 2023 itu sudah ada efisiensi manajemen berkat adanya digitalisasi dan otomatisasi.
Hal ini seperti disampaikan oleh Prata Kadir selaku Direktur Perencanaan dan Supply Chain Management WIKA Realty saat proses penjurian TOP Digital Awards 2022 yang digelar Majalah IT Works pada Rabu (26/10/2022) lalu secara virtual.
Dalam penjurian itu, Prata Kadir didampingi Dudud, GM System Management dan Informasi; Hardi, Kabag Sistem Informasi; Saskia, Kabag Investor Relations dan Public Relations; serta Fatrin, Staff Sistem Informasi.
“Dalam kebijakan terkait SDM dalam pengembangan IT ini, untuk mendukung kebutuhan Direktorat Human Capital maka bagian Sistem Informasi mengembangkan layanan Human Capital Information System dan Employee Self Service (ESS) dengan fokus keterbukaan dan kemudahan dalam pengajuan dan perolehan informasi melalui Aplikasi berbasis mobile yang semula aplikasi tersebut berbasis website. Pada aplikasi Human Capital Information System mobile ini terdapat Fitur: Absensi, Pengajuan & History cuti, Slip gaji, dan Perjalanan dinas,” tegas Prata.
Maka dari itu, dalam proses transformasi digital ini, pihaknya mengembangkan aplikasi Weare Ver 3.0. Aplikasi ini diimplementaskan mulai tahun 2020 hingga 2022 ini. Yakni berupa aplikasi sistem absensi dengan face recognition dan titik koordinat lokasi atau Aplikasi SDM mobile apps.
“Dengan fitur unggulannya adalah berupa Mobile Apps dengan platform Android & iOS, Face Recognition, Maps. Aplikasi ini bermanfaat untuk perusahaan berupa monitoring absensi lebih efektif, dan untuk tracking lokasi karyawan,” ujar dia.
Selanjutnya, pengembangan ini juga sebagai bagian dari membangun digital culture di perusahaan. Pengembangan portal aplikasi mobile Weare 3.0 Version ini merupakan usaha dari bagian Sistem Informasi untuk membangun Digital Culture di Perusahaan.
“Tidak hanya membangun digital culture, tapi Bagian Sistem Informasi berinovasi mengikuti perkembangan zaman dengan membuat aplikasi portal berbasis mobile. Dengan adanya menu Absensi Work from office yang dapat dilakukan menggunakan handphone, menu Employee Self Service (ESS) yaitu layanan karyawan mandiri yang di dalamnya dapat dilakukan pengajuan cuti, histori cuti, histori perjalanan dinas dan slip gaji. Selain itu terdapat sistem pengelolaan sumber daya manusia yaitu aplikasi Human Capital Information System yang dapat diakses secara mobile,” jelas Prata.
Selain itu, pada aplikasi WEARE Ver 3.0 juga terdapat fitur Chat untuk melakukan komunikasi antar karyawan. Fitur ini sangat bermanfaat untuk melakukan komunikasi antar karyawan perusahaan tanpa harus mengetahui nomor / nomor whatsapp karyawan.
“Keunggulan lainnya, bagian sistem Informasi juga mengembangkan Welearn yang terdapat pada aplikasi WEARE Ver 3.0 untuk memudahkan karyawan dalam mendapatkan informasi prosedur, instruksi kerja, form rekaman dan informasi penting lainnya,” sambungnya lagi.
Fitur menarik lainnya pada aplikasi WEARE Ver 3.0 ini, kata dia, adalah memuat berita ter-update mengenai perusahaan yang terdapat pada fitur news. Maka karyawan dapat dengan mudah mengakses berita terbaru tentang perusahaan.
Lebih lanjut ditegaskannya, keberhasilan bagian sistem informasi dalam mengembangkan aplikasi mobile yang memudahkan karyawan dalam melakukan pengajuan, dan mendapatkan informasi layanan sumber daya manusia secara mandiri yang terdapat pada menu ESS.
“Jadi jika kami melakukan self assessment, aplikasi ini sangat membanggakan, karena memudahkan karyawan untuk mengakses informasi terupdate mengenai perusahaan yang terdapat pada fitur news, dan adanya fitur chat yang bermanfaat untuk komunikasi antar karyawan. Selain itu, untuk me monitor kedisiplinan dan kehadiran karyawan terdapat fitur absensi yang dapat mendeteksi wajah dan lokasi untuk meminimalisir mobilitas karyawan,” tandas dia.
“Adapun dalam pengembangan infrastruktur Big Data, perusahaan juga membuat suatu infrastruktur data warehouse yang difungsikan sebagai sumber bank data dan menyediakan bridge aplikasi berupa API (Application Programming Interface) yang dapat mensuplai data ke semua aplikasi yang ada di perusahaan. Plus, untuk pengembangan Cloud server, sebagian server aplikasi juga sudah di-migrasi menggunakan Google Cloud,” pungkasnya.














