Jakarta, Itech- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek & Dikti) melaunching peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (hakteknas) ke-21 di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah, (31/5). Jawa Tengah diklaim berkomitmen dalam mengembangkan inovasi di daerah. Sementara, puncak Hakteknas digelar di Solo pada 10 Agustus 2016.
Menristek & Dikti Muhammad Nasir bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama-sama membuka peringatan hakteknas tersebut. Menurut Nasir, rangkaian peringatan hakteknas di Semarang dimeriahkan dengan seminar, workshop, forum-forum ilmiah, dan pameran ritech expo. Menteri berharap peringatan hakteknas ke-21 mampu menjadi sarana koordinasi bagi jajaran pemangku kebijakan dan kepentingan iptek secara nasional dalam rangka menumbuhkan semangat kreativitas dan inovasi kemajuan bangsa.
Hal senada dikatakan Ditjen Penguatan Inovasi, Kemenristek Dikti, Jumain Appe. Menurut Jumain, peringatan hakteknas tahun ini bertema Inovasi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa. Peringatan hakteknas tahun ini merupakan yang pertama dilakukan di luar Jakarta. “Jawa Tengah khususnya Semarang punya potensi besar. Sekarang tinggal riset harus kita hilirkan, momentum ini memberikan apresiasi bagi stakeholders yang berprestasi memacu pertumbuhan inovasi,” tegas Jumain .
Lebih lanjut Jumain menegaskan Jawa Tengah saat ini sedang sangat menunjukkan perkembangan inovasi yang pesat. Karena itu kami ingin pada pelaksanaan Hakteknas 2016 ini menjadi momentum untuk mendorong hilirisasi riset dan inovasi. Karena itu, Inovasi harus mampu menjadi penggerak utama pembangunan nasional di masa mendatang sehingga proses inovasi yang efektif harus menyentuh berbagai sisi kehidupan masyarakat. Pada sisi lain, Ganjar Pranowo, mengatakan regulasi harus menjadi pendorong produktivitas, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa karena teknologi punya peran akselerasi untuk menghindarkan bangsa dari keterpurukan.
Dijelaskan Jumain Appe, tujuan peringatan Hakteknas kali ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya budaya Iptek serta mendorong kreativitas dan inovasi pada tingkat grassroot (akar rumput). “Selain itu, menjadi wahana sinergitas berbagai strategi implementasi kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan hasil-hasil riset dan pengembangannya untuk dihilirisasikan menjadi produk inovasi serta wahana promosi dan ekspos produk-produk inovasi masyarakat yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal,” paparnya.
Sebagaimana tagline Hakteknas tahun ini: “Gelorakan Inovasi,” dengan harapan masyarakat dapat merespon untuk lebih kreatif menginternalisasi konsep inovasi untuk menata kehidupan ekonomi yang berbasis kearifan lokal. Hakteknas digelar untuk menunjukkan prestasi di bidang iptek yang melahirkan produk produk inovasi dan memberikan kontribusi nyata dalam membuka lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian bangsa yang berdaya saing. Diketahui, Hakteknas ditetapkan sebagai salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Ini sesuai dengan Keppres No.71/ 1995.
Dikatakan, launching Hakteknas yang ke-21 ini telah menjadi komitmen kalangan komunitas Iptek untuk tidak sekadar memperingati Hakteknas secara seremonial namun menjadikan Gerakan Nasional massif untuk kesejahteraan bangsa ini. Dalam era ekonomi konvensional eksklusif dan elitis akan tergerus oleh gelombang revolusi ekonomi digital yang serba instan, akseleratif dan transparan. “Ke depan, konsep kompetisi konvensional dan konservatif tidak akan mampu menghadang dominasi para startup yang mengusung paradigma baru ekonomi digital yang kolaboratif, ekspansif dan sinergis,” tutur Jumain. (red/ju)














