CoinFolks merilis hasil riset bertajuk “2022 Crypto Wrapped” yang memberikan laporan perkembangan industri kripto selama 2022, regulasi kripto di Indonesia selama 2022, serta gambaran analisa mengenai market kripto di 2023 mendatang.
“Setiap kuartal dan setiap akhir tahun, kami selalu mengeluarkan Crypto Report. Melalui riset rutin ini, kami berkomitmen untuk menjadi media controller agar terwujudnya ekosistem kripto yang semakin maju di Indonesia,” jelas Co-Founder & CMO CoinFolks, Muhammad Adriansa dalam keterangannya, 06/01/2023.
Ada sejumlah data menarik yang disajikan dalam laporan riset ini yang menyorot dari sudut pandang global dan lokal. Salah satunya adalah mengenai provinsi mana saja yang memiliki daya tarik tinggi terhadap industri kripto.
“Kami melakukan riset dari segi intensitas masyarakat mencari keyword crypto, nft, blockchain, dan web3. Dan kami simpulkan ada 6 provinsi yang tingkat pencarian terhadap keyword tersebut tinggi dibandingkan provinsi lain,” ujar Muhammad Fauzan.
Bali, DKI Jakarta, Banten, Jogjakarta, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat adalah 6 provinsi dengan minat kripto tertinggi di Indonesia.
Aturan Kripto di Indonesia
Dalam laporan ini, juga dibahas perkembangan regulasi aset kripto di Indonesia. Mulai dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68 tentang pajak Kripto, Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2022, hingga UU P2SK yang resmi memberikan wewenang kepada OJK dan Bank Indonesia untuk mengawasi aset kripto.
Regulasi-regulasi baru ini menjadi tanda bahwa aset kripto semakin diakui legitimasinya di Indonesia. Riset ini juga mengungkap, total pajak yang telah diterima negara dari transaksi aset kripto adalah sebesar Rp231,75 miliar, sejak diberlakukannya aturan pajak pada Mei 2022.
Mata uang kripto terbaik dan terburuk di tahun 2022
Riset ini memperlihatkan perbandingan kenaikan harga beberapa aset kripto di tahun 2021 dan 2022. Di laporan CoinFolks pada 2021, beberapa aset kripto seperti Luna, Axie, dan Solana, adalah kripto dengan kenaikan tertinggi.
Namun di 2022, justru 3 kripto ini merupakan aset yang mengalami koreksi paling dalam dibandingkan yang lain. Hingga 30 desember 2022, Solana dan Axie masing-masing telah turun -94.47persen dan -93.28 persen.
Proyek NFT Termahal
Terdapat juga laporan mengenai perkembangan pasar NFT. Salah satunya laporan mengenai NFT termahal yang terjual sepanjang 2022. Dimana karya seni “Assange and Pak’s Clock” menjadi NFT termahal yang terjual di tahun 2022 dengan harga 16.593 ETH.
Perkembangan Kripto selama 2022
Berbagai peristiwa unik pada dunia blockchain, web3 dan kripto juga terangkum pada laporan ini, seperti proyek NFT viral milik Ghozali yang berisi foto selfie-nya setiap hari, proyek NFT lokal Karafuru yang meledak diseluruh dunia, peristiwa ‘the merge’ pada Ethereum, hancurnya koin Luna dan Do Kwon, runtuhnya Celcius, 3AC, Blockfi, FTX, hadirnya CBDC di Indonesia dan berbagai perkembangan kripto lainnya.
Co-Founder & CEO CoinFolks, Fadel Variza menjelaskan, “Terlepas dari transaksi yang menurun dan market yang bearish, riset ini menunjukan beberapa sudut pandang lain mengenai adopsi kripto yang semakin hari semakin masif.”
“Dari segi industri semakin banyak perusahaan seperti Meta, Google, Twitter, yang mulai mengintegrasikan teknologi blockchain kedalamnya. Dari segi pemerintahan semakin banyak negara mulai menggarap CBDC termasuk didalamnya Indonesia. Kami yakin 2023 akan jadi tahun awal adopsi masal dari teknologi blockchain,” tegasnya.
Baca: Runtuhnya Cryptocurrency Bikin Jumlah Serangan DDoS Meningkat














