Jakarta, ItWorks- Pelaku Humas ataupun corporate secretary (Corsec), kian memiliki peran strategis untuk mendukung kesuksesan perusahaan maupun branding produk perusahaan atau institusinya. Untuk menjalankan fungsi itu, penting bagi seorang humas meningkatkan skills (keterampilan) dan kemampuan jurnalistik-layaknya jurnalis, agar mampu menyajikan berita informasi dan sejenisnya yang menarik dan aktual untuk para stakeholder-nya, baik di internal maupun eksternal.
Mempelajari ilmu dan wawasan jurnalistik juga akan meningkatkan kemampuan dalam menulis, sehingga bisa meningkatkan peroduktivitas, seperti membuat press release, menggirimkan artikel ke surat kabar/media massa, sekaligus bisa mengasah kemampuan. Seperti kemampuan wawancara, teknik mengolah dan menyampaikan berita, mengelola media internal , serta ketrampilan lainnya agar bisa mengikuti trend dan perkembangan dunia informasi digital yang kian berkembang pesat dewasa ini.
“Atas pemikiran tersebut, MSI Institute Training & Consulting , membuat pelatihan jurnalistik dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pengetahuan jurnalistik,pada peserta yang mengikuti acara tersebut,” ujar M Lutfi Handayani CEO PT Media Solusi Internasional (MSI Group) yang juga membawahi MSI Institute Training & Consulting saat membuka acara pelatihan Jurnalistik bagi Praktisi Humas dan Institusi pada (16/5/2023), yang berlangsung dua hari (16-27 Mei 2023), di Hotel Kristal-Jakarta.

Dalam acara pelatihan atau workshop jurnalistik yang diadakan MSI Institute, selain melakukan pelatihan seputar menulis berita, press release , features dan lainnya, peserta juga dilatih membuat konten kreatif. Hal ini dinilai sangat penting sebagai bekal dalam memasuki era digital.
Ketrampilan dalam membuat content creative, dari mulai ide, gagasan, pengolahan informasi hingga penyajiannya, diharapakan mereka makin peka dan kreatif menyajikan informasi agar bisa menjadi viral di kalangan masyarakat umum. Apalagi di era digital dan perkembangan TIK yang kian pesat, di mana informasi digitalpun banyak tersaji di laman medsos atau media sosial.
“Pelatihan yang diikuti para humas dari BUMD, BUMN dan perwakilan koorporasi, juga dimaksud untuk membangun wawasan dalam pengolahan informasi secara baik dan benar. Di antaranya ada muatan bernuansa digital dengan memasukan sesi konten kreatif di dalamnya,” ungkap M Lutfi Handayani.
Manfaat Mempelajari Jurnalistik
“Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini bagi peserta didik antara lain bisa memiliki kemampuan untuk menulis, mendokumentasi dan melakukan reportase, dalam menyusun informasi yang berkembang, serta dapat memahami pelajaran lain, dalam proses pengolahannya dengan standard yang baik dan terstruktur. Selain itu, juga untuk melatih peserta pelatihan agar tampil berani mencari data danb informasi di lapangan, terkait korporasi atau institusinya,”ujar Erni ketua panitia pelaksana MSI Institute (16/5/2023) di sela sela acara pelatihan.
Yang menarik dalam event pelatihan jurnalistik ini adanya sesi pembuatan konten kreatif yang di paparkan oleh seorang wartawan senior sekaligus creative director dari rumah produksi Warna Production.
Dalam sesi konten kreatif para peserta nampak begitu antusias mengikutinya, karena dalam sesi tersebut selain bagaimana peserta diajak membuat sebuah konten yang menggugah dan terstruktur, peserta juga dapat mengetahui berbagai proses pembuatan konten yang dipaparkan langsung oleh Beng Aryanto sebagai nara sumber di sesi konten kreatif.
Menurut Beng Aryanto, media sosial kini mulai menggeser peran media massa. Agenda media setting sudah bergeser pada social setting. Netizen berperan besar dalam menaikkan suatu isu di media sosial. Kecepatan, viralitas dan daya pengaruhnya sangat besar mengalahkan kekuatan media massa. Beberapa kasus besar di Indonesia banyak disorot dan dikuliti netizen hingga mampu membongkar isu-isu internal pada dua institusi di negara ini yang sulit tersentuh hukum.
Viralitas Konten Media Sosial
Dewasa ini istilah viral menjadi salah satu hal yang selalu dikaitkan dengan konten-konten yang ada di media sosial. Konten-konten yang menjadi viral ini seringkali memiliki daya tarik tertentu yang membuat pengguna media sosial tertarik untuk membagikan ulang (re-share/re-post) konten tersebut.
Selain itu, konten yang viral memiliki daya tarik emosional yang dapat membuat pengguna media sosial tertarik untuk menduplikasi atau membagikan konten tersebut. Fenomena viralitas konten di media sosial ini memberikan dampak pada aktivitas komunikasi di media sosial, khususnya komunikasi pemasaran.
Dari mana kamu paling sering mengakses berita saat ini? Dari situs media massa atau dari jejaring sosial semacam Twitter dan Facebook?
Jika jawabannya yang kedua, maka analisa tersebut akan relevan untuk ditelaah. Platform media sosial seperti Facebook dan Twitter juga bisa di anggap sebagai perongrong eksistensi media massa.
“Dari catatan info media massa online diketahui pengguna akun medsos di Indonesia cukuplah banyak bahkan Indonesia tercatat menjadi negara ketiga pengguna media sosial facebook dan kelima pengguna twitter,” ujar Beng.
Fakta ini yang terlihat jelas dalam newspeed medsos seperti Facebook dan Twitter seringkali media massa online justru menguntit pemberitaanya didalam laman medsos tersebut, itu sebab kenapa akhirnya media massa saat ini bukan lagi menjadi barometer angle informasi yang langsung dibaca lewat website media online.
Awalnya, peran Facebook dan Twitter hanya sebatas menjembatani situs media dengan pembaca. Situs media bahkan membuat akun Facebook dan Twitter untuk menyebarkan tautan artikelnya.
Namun, Facebook dan Twitter tak ingin selamanya jadi loket take-away makanan. Mereka ingin pula jadi restoran tempat orang membeli kudapan dan nongkrong berjam-jam.
Keinginan itu lebih mudah diwujudkan sebab kedua platform telah lama berinvestasi membangun kebiasaan netizen untuk memperoleh informasi awal dari media sosial.
Secara singkat, dulu netizen ke Twitter dan Facebook untuk tahu informasi terbaru. Tapi, untuk tahu kelengkapan informasi beserta foto-foto yang lebih beragam, netizen masih butuh berkunjung ke situs media. Nantinya, dan bahkan telah dimulai kini, Twitter dan Facebook menyediakan pengalaman antarmuka yang mumpuni atas suatu berita. Netizen bisa mengetahui informasi lengkap dari kedua platform tanpa harus berkunjung ke situs media.
Pemateri lainnya, yakni Sayid Iskandar Syah Ketua PWI Jaya (Belajar Menulis Siaran Pers yang Menarik, Mudah Dipahami, Serta Tepat), Hermanus -fotografer senior (Tekhnik fotografi guna menambah unsur keindahan foto), Ahmad Chury, Managing Dditor ItWorks (Tatakelola Manajemen Redaksi, penerapan fungsi manajemen melalui perencanaan, pengorganisasian, pengaktifan dan pengendalian dalam pengelolaan media).
Terkait kepenulisan, di sampaikan oleh Achmad Adhito Managing Editor TopBusiness (Teknik penulisan feature beserta unsur, sumber serta struktur yang perlu diketahui ), Irawan Djoko Nugroho-Managing Editor Madani (Teknik menulis artikel yang baik dan menarik di Media Massa), serta Teguh Imam Suyudi-Redaktur ItWorks.id (Kiat menulis di Media Massa yang perlu diketahui). (AC)














