Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) I Nyoman Adhiarna menyatakan saat ini Indonesia dituntut harus dapat mengoptimalkan proses logistik agar lebih efisien.
Sektor logistik yang diukur melalui Logistic Performance Index (LPI) yang disusun oleh Bank Dunia pada 2023, Indonesia menempati peringkat ke-63, berada di bawah negara tetangga, Singapura, Thailand, Vietnam dan Malaysia.
Oleh karena itu, Kominfo mendorong pemanfaatan teknologi IoT untuk memaksimalkan kekurangan di bidang logistik tersebut. IoT dapat menjadi solusi dan bisa memainkan peran penting di koridor logistik tersebut.
“Inisiasi digital ini bertujuan untuk mendorong adopsi teknologi digital di sektor logistik pada rantai nilai transportasi dengan cara memanfaatkan Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK), melalui pemanfaatan IoT,” ujar Adhiarna dalam keterangannya, Jumat (23/06/203)., dengan adanya IoT pengelolaan logistik dapat meningkatkan daya saing.
“Pengelolaan armada angkutan, layanan pengelolaan gudang, inventory dan digital fulfilment, dan lain sebagainya. Diharapkan dengan adanya transformasi digital di sektor logistik, terdapat peningkatan daya saing perekonomian nasional, efisiensi proses bisnis logistik, serta mengembangkan sistem layanan yang transparan, efisiensi, dan akuntabel,” paparnya.
Sebelumnya, Kominfo bersama Kemenhub dan McEasy menggelar sosialisasi Pemanfaatan Teknologi IoT GPS dan Vehicle Smart Monitoring System, Rabu 21 Juni 2023 di Horison Ultima Bhuvana, Ciawi, Kabupaten Bogor.
McEasy, perusahaan yang menyediakan solusi bisnis digital Software-as-a-Service (SaaS) bagi operator logistik dan transportasi, mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam percepatan digitalisasi logistik.
Baca juga: Jasa Berdikari Logistics Jajaki Gunakan Kendaraan Niaga Listrik untuk Armada Operasional Perusahaan














