“Terapkan Operasional Bank Tanpa Emisi Karbon“
Bank Mandiri meluncurkan Digital Carbon Tracking yang dapat diakses melalui website esg.bankmandiri.co.id. Inisiatif ini sebagai bagian dari upayanya mewujudkan operasional bank tanpa emisi karbon atau net zero emissions (NZE) operational pada tahun 2030.
“Inisiatif ini menjadikan Bank Mandiri sebagai bank pertama di Indonesia dengan penerapan Digital Carbon Tracking. Dari jejak karbon secara digital ini juga kami memperkuat komitmen untuk terus berupaya menurunkan emisi berbasis ESG yang sudah dilakukan sejak tahun 2019,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam acara Mandiri ESG Festival di Jakarta, Rabu (12/07/2023).
Ia menambahkan bahwa lewat kanal Digital Carbon Tracking ini, seluruh stakeholder Bank Mandiri dapat secara langsung memantau jejak karbon yang dihasilkan maupun emisi yang berhasil dikurangi dari operasional Bank Mandiri pusat hingga ke level cabang
Perhitungan jejak karbon operasional bank BUMN ini terbagi dalam tiga cakupan emisi, yaitu Fuel (BBM, solar genset, pendingin), Electricity (listrik) dan Bizz Travel (perjalanan dinas, logistik kertas, dan lain lain).
Sebagai market leader carbon tracking, Bank Mandiri mencatat emisi karbon operasional yang dihasilkan dari BBM, genset, listrik di 2.368 cabang dan lebih dari 38 ribu perjalanan dinas Mandirian (pegawai Bank Mandiri) sesuai Green Gas House (GHG) Protocol, dengan total intensitas emisi operasional mencapai 7.92 tCO2 per pegawai di tahun 2022 atau turun 14% dibandingkan baseline 2019.
Ke depannya, Bank Mandiri ingin mencapai target NZE dalam pembiayaan di 2060 dan memberdayakan digipreneurship dengan mengedepankan prinsip-prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).
Baca juga: Bank Mandiri akan Berdayakan Karyawan dan Terus Dorong Digitalisasi













