Dalam berbelanja, keberadaan saluran online dan offline dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan konsumen, masing-masing menyediakan pilihan kenyamanan berbelanja yang berbeda.
Demikian disampaikan Helmy Herman, Regional Account Director, Worldpanel Division, Kantar Asia dalam acara bincang-bincang bertajuk Power Lunch dengan tema “Omnichannel Trends: Meeting the Modern Shopper’s Preferences”, di Jakarta, Selasa, 24/10/2023.
Ia mencontohkan, dalam sektor FMCG, lebih dari 50% konsumen berbelanja di lebih dari empat saluran, mencakup baik saluran offline maupun online.
Menurutnya, hal tersebut mengindikasikan bahwa tren omnichannel akan terus berkembang, terutama seiring meningkatnya akses internet di berbagai daerah.
Namun, keselarasan dengan preferensi konsumen perlu menjadi fokus bagi pelaku usaha agar dapat memberikan pengalaman belanja terbaik melalui berbagai saluran yang tersedia
Dalam acara yang sama, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM Indonesia mengatakan, “Keragaman produk UMKM semakin diakui dan diapresiasi oleh masyarakat Indonesia. Pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk mendukung dan melindungi UMKM di Indonesia, termasuk dukungan konsisten Pemerintah mengalokasikan 40% dari anggaran untuk belanja produk lokal.”
“Selain itu, upaya perlindungan UMKM juga terwujud melalui peraturan yang jelas, mencakup aspek teknologi, platform, dan jenis distribusi. Melalui platform e-commerce resmi, UMKM dapat menjangkau konsumen lebih luas, meningkatkan popularitas produk, dan membuka peluang baru. Kombinasi saluran offline-online yang menarik perhatian konsumen dengan produk lokal yang berkualitas dapat signifikan meningkatkan pendapatan para UMKM. Sekarang saatnya Flexing Lokal,” tegasnya.
Helmy Herman menyimpulkan bahwa tren omnichannel di masa depan akan didukung oleh beberapa faktor kunci. Pertama, peningkatan penggunaan internet di daerah pedesaan, didukung oleh infrastruktur pemerintah yang semakin berkembang. Kedua, penyebaran luas pembayaran berbasis mobile yang memudahkan konsumen dalam berbelanja.
Ketiga, perkembangan pesat produk lokal, yang sering memulai eksistensinya secara online sebelum membuka toko offline. Keempat, pengalaman berbelanja menjadi semakin penting baik di kanal online maupun offline, mengingat keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda.
“Yang tak kalah penting, dorongan dari Gen-Z yang menjadi pendorong utama berkembangnya omnichannel. Generasi ini memiliki keahlian digital namun tetap menghargai pengalaman berbelanja offline untuk konten yang mereka hasilkan. Semua faktor ini bersama-sama membentuk pendorong utama bagi pertumbuhan omnichannel di masa mendatang,” tutupnya.
Baca juga: Melesat, Segini Jumlah Pengguna dan Traffic Omnichannel Binaan Telkom Ini














