ItWorks- Meningkatnya aktivitas digital dan penggunaan teknologi internet di tengah masyarakat, selain memberikan banyak manfaat, di satu sisi juga berbanding lurus dengan peningkatan ancaman kejahatan siber (cyber crime). Sementara tenaga ahli di bidang keamanan siber (Cyber Security Talent) juga masih terbatas, sehingga bisa menjadi potensi persoalan pelik jika tidak segera diantisipasi.
Menyikapi hal ini, IWCS (Indonesia Woman in Cyber Security) yang merupakan perkumpulan nirlaba, melakukan inisiasi melalui gerakan women in cybersecurity. Pada tahun 2021 beberapa tokoh perempuan dari berbagai institusi dan industri keamanan siber di Indonesia, berkumpul dan akhirnya sepakat membentuk wadah untuk sebuah aktivitas bidang keamanan siber yang dinamakan Indonesia Women in Cyber Security (IWCS).
Bekerja sama dengan beberapa institusi pemerintah, akademisi, dan swasta IWCS mengelar program sosiasliasai dan edukasi tentang keamanan siber dengan tujuan mendorong kaum perempuan dan anak perempuan agar bisa berperan dalam membangun keamanan siber di Indonesia.
Sejauh ini sudah banyak program diinisiasi dan dilaksanakan sesuai dengan tujuan dari IWCS. Di antaranya memberi wawasan mengenai keamanan siber ke berbagai kalangan (Demografi, social, dan ekonomi). Mendorong perempuan untuk memilih keamanan siber sebagai karier serta dapat mengubah persepsi pekerjaan di keamanan siber dan juga membantu lebih banyak perempuan untuk menjadi pemimpin di industri keamanan siber. Memberdayakan Perempuan untuk bisa ikut berperan dalam peran keamanan siber, dengan memberikan akses informasi terhadap pendidikan dan kesempatan profesional yang ada.
Untuk mencapai tujuan tersebut, satu program kegiatan dilakukan IWCS yakni Cybersecurity Mentorship program. Cybersecurity Mentorship program kali ini dilakukan dengan tema IWCS Cybersecurty Mentorship Program yang diselenggarakan pada 3 November 2023 di Aula Auditorium Fakultas MIPA – UGM Yogyakarta sebagai kick off program, bekerjasama dengan Palo Alto Networks dan Universitas Gajah Mada.
“Kegiatan IWCS Cybersecurity Mentorship Program dilakukan seminggu sekali dengan kegiatan zoom online oleh para pakar yang berkompeten sebanyak lima sesi . Setelah selesai kegiatan ini pun ada kegiatan kelulusan bagi mereka yang full mengikuti kegiatan ini selama program dilakukan,”ujar Intan Rahayu Founder IWCS yang juga Direktur Keamanan Siber dan Sandi Negara (BSSN) disela sela acara pada (3/11/2023) kepada media.
Tahun ini, IWCS Cybersecurty Mentorship Program merupakan kegiatan tahun kedua dimana IWCS sebelumnya juga pernah menyelenggarakan kegiatan mentorship dengan tema berbeda yaitu Indonesia Woman Leadership Mentorship Program ditahun 2022.

Perlindungan Data Pribadi
Menurut Intan Rahayu, kuliah umum yang dilakukan di FMIPA UGM adalah bagian literasi best practise perlindungan data pribadi. Sehingga diharapkan banyak yang mengerti dan memahami bagaimana menjaga data pribadi maupun koleksi data pribadi yang dimiliki dan menekankan bahwa aspek keamanan data adalah hal yang paling utama dijaga.
Dikatakan, kebocoran data bisa terjadi karena kurang awarenya kita terhadap data tersebut atau kerawanan pada sistem proses manajemennya. Sehingga terjadi penyusupan oleh pihak lain yang tidak bertanggungjawab. Dalam UU PDP juga mengingatkan pada semua pihak, bahwa perlindungan data juga wajib dilakukan bukan hanya pada hal yang bersifat elektronik. Pada hal yang bersifat manualpun wajib dijaga.
Sementara itu Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. KuwatTriyana, M.Si, menyatakan, pihaknya menyambut baik adanya kegiatan mentorship program terkait keamanan siber di kampusnya. Menurutnya kegiatan ini baru pertama kali dilakukan IWCS, namun mentorship untuk keamanan siber di Fakulta MIPA UGM sendiri sudah sering kali dilakukan dengan Center for Cryptography and Cybersecurity yang ada di lingkungan kampus dengan tujuan mempersiapkan para talenta talenta keamanan siber untuk kebutuhan SDM DPO ( Data Protection Officer). “Para Talenta yang kami persiapkantentumenjawab DPO denganadanya UU PDP,” ujar KuwatTriyana menjelaskan seusai acara kepada wartawan (3/11/2023).
Kehadiran IWCS ke kampus FMIPA UGM menurut Kuwat merupakan sebuah misi yang inline dengan apa yang sedang dilakukan FMIPA dalam mempersiapkan diri membekali studi mahasiswa khususnya untuk masalah keamanan siber.
Menurut Kuwat, perkembangan ruang digital dimana kondisiarus data dilihat sudah cukup memperihatinkan, itu sebab mahasiswa khusus FMIPA harus lebih banyak dipersiapkan bisa menangani berbagai kasus agar lebih secure.
Pada tahap level awal FMIPA UGM butuh berbagai literasi tentang ilmu keamanan siber dari mereka yang memiliki kompetensi dan pengalaman.Hadirnya IWCS memberikan mentorship program adalah gayung bersambut bagi FMIPA UGM yang juga telah melakukan usaha khusus untuk memberi mahasiswa pengetahuan khusus untuk ilmu keamanan siber.
“Kami sangat apresiasi insiasi kegiatan IWCS ini. Karena saat ini wanita pun banyak menjadi tokoh dalam menentukan pembangunan bangsa. IWCS mendorong kaum wanita menjadi subjek didalam dunia keamanan siber, walau di forum ini juga banyak mahasiswa pria yang hadir, karena keamanan siber penting diketahui semua orang,”ujarnya.
Mahasiswa FMIPA UGM katanya mayoritas wanita. Apa yang didapat dari literasi yang membekali acara mentorship program di FMIPA UGM akan terus dikembangkan dan sosialisasikan bahkan bisa menjadi orientasi mahasiswa ke masyarakat saat mahasiswa KKN (KuliahKerjaNyata) di lapangan.
“Ketika Masyarakat awam sedang memegang gadget dan melakukan aktifitas online, rata rata mereka tidak sada rsedang mengekspose dirinya pada piha klain. Itu sebab kedepan program KKN Mahasiswa bisa memberikan edukasi dan sosialisasi pada Masyarakat awam agar awareness keamanan data pribadi benar benar dijaga,”ungkapnya.
Terbuka Untuk Semua
Menurut Eva Noor, Ketua Komunitas Indonesia Woman Cybersecurity (IWCS), IWCS membuka program mentorship cybersecurity ini sebenarnya untuk semua kalangan. Tujuannya antara lain mendorong minat masyarakat terhadap keamanan siber dan menjaga data pribadi. “Hal terpenting adalah menumbuhkan kesadaran Masyarakat luas bijak dalam ber internet di ruang digital, serta tahu cara aman melakukan aktifitas online,” ujarnya.
Sementara itu, pengguna ruang digital online menurut data Kementerian Kominfo hampir diatas 60 % penggunannya adalah Perempuan. Mereka banyak melakukan aktivitas online, mulai dari belanja, transaksi jual beli, konten kreatif di platform media sosial, maupun aktifitas pekerjaan lainnya. Untuk itu IWCS berharap pemberdayaan kaum perempuan pada sektor siber sekuriti bisa lebih ditingkatkan untuk menjaga keamanan data dan ruang siber.
Kerja sama IWCS ke FMIPA UGM dan sekolah Madrasah Technonatura di Sleman adalah kerjasama IWCS dengan mendapat dukungan dari perusahaan berbasis technology Cyber security -Palo Alto Networks. Dalam implementasi kegiatan di masyarakat, IWCS banyak mendapat suport dan dukungan perusahaan cybersecurity multi nasional asal Amerika Serikat ini.
“Adanya kegiatan sosialisasi dengan IWCS seperti ini sangat bagus untuk edukasi dan harus terus dilakukan. Baik pada level pelajar pendidikan dasar dan menengah hingga mahasiswa agar mereka melek siber sekuriti dan dampak teknologi yang mereka gunakan” ujar Defi Nofitra, Director Strategic Business Regional ASEAN Palo Alto Networks.
Dikatakan, Palo Alto Networks di antaranya memiliki program Cyber Safe Kids yang memiliki program mendidik dan meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan untuk anak-anak. “Khusus Indonesia memang baru dilakukan, untuk itu adanya kegiatan IWCS yang juga menyasar pada pendidikan dasar di madrasah TechnoNatura ini Palo Alto Networks dengan senang akan sangat mendukung,” ungkap Defi.
Hal ini juga selaras dengan spirit IWCS yang sejak awal memiliki misi mengedukasi dan sosialisasi pada para perempuan dan anak anak. Kehadiran IWCS pada pendidikan dasar dan menengah di Madrasah Technonatura Sleman Yogyakarta adalah bentuk menumbuhkan kesadaran dan pencerahan pada anak anak usia dini, agar mereka dapat berinteraksi dengan dunia digital online secara aman.
Mereka diberikan wawasan dan sosialisasi dalam bermain gadget didunia online atau internet. Mereka diarahkan menggunakan internet tetap waspada, termasuk tidak sembarang meng klik hal hal yang berbahaya seperti phising apk di chat WA yang tidak diketahui. Juga diberi penjelasan agar mereka tidak mengekspose jatidiri ataupun foto foto agar terhindar dari sesuatu yang tidak di inginkan. (AC)














