Sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (IDX: BRIS) tak hanya konsisten dalam menjaga kinerja terbaik, tapi juga tetap menjalankan nilai-nilai AKHLAK. Nilai-nilai tersebut adalah Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Dan salah satu agar BSI menjadi tetap amanah adalah melalui proses digitalisasi. Untuk itu, dalam proses ini, BSI serius untuk meningkatkan cyber security guna menjamin keamanan transaksi nasabahnya. Apalagi setelah kejadian bobolnya sistem IT BSI beberapa waktu lalu, tentu saja BSI mencoba terus meningkatkan kualitas cyber security-nya tersebut.
Terkait cyber security ini, dijelaskan oleh Umi Kawiryani, Head of Digital Strategy, Innovation and Customer Experience Department BSI, bahkan Cybersecurity ini selalu ber-evolusi. “Sehingga kita perlu mengikuti trend yang ada,” ucap Umi dalam proses penjurian TOP Digital Awards 2023 yang digelar secara virtual, beberapa hari yang lalu itu.
Dalam mengikuti trend tersebut, lanjut dia, BSI memiliki Target Operating Model (TOM) & IT Governance yang dianalogikan seperti pengamanan rumah tinggal dengan Multi Layer Defense Mechanism untuk melindungi dari adversaries tersebut.
“Dan BSI mengadopsi pengamanan siber berlapis (R1-R5) dengan control pengamanan yang berbeda pada setiap lapisannya (Multi Layer),” jelas dia.
Dijelaskannya, berikut beberapa contoh pengamanan berlapis aplikasi customer facing.
Untuk aplikasi BSI Mobile, BSI Net, dan Cash Management semua pengamanannya meliputi, Attack Surface Management (S1), Penetration Test (S1, S5), WAF dan Anti DDoS (S3), firewall (S4), dan SOC monitoring selama 7 x 24 jam (S1, S4, S5).
“Hanya untuk BSI Mobile ditambah security Mobile Security (S2). Apalagi memang pengguna BSI mobile kami terus meningkat. Saat ini mencapai 5,18 juta dari total nasabah mencapai 18,4 juta,” ungkap dia.
Makanya dalam konteks ini, BSI terus membangun Digital Network yang powerful. Adapun Digital network BSI itu tersebar pada conventional channel, agent channel, dan digital channel. Untuk channel konvensional tetap mengedepankan unsul digitalnya, yaitu bionic branch, SMART outlet, dan community outlet. Untuk channel agent ada BSI Smart agents, dan untuk digital channel tentu saja mengembangkan super app platform dan banking as a service atau BaaS.
Keunggulan BSI Mobile
Tentu saja, kata Umi, bagian dari Digital Network yang powerfull itu adalah BSI mobile. Dalam hal ini BSI Mobile terus menambah fitur-fitur layanan keuangan, sosialdan spiritual yang lebih lengkap dan personalize untuk nasabah.
Seperti adanya fitur Biometric Online Onboarding, ini untuk pembukaan rekening dengan verifikasi menggunakan face recognition. Untuk fitur Pembayaran, bisa untuk pembayaran PLN, Telekomunikasi, akademik, tiket, asuransi, internet/tv kabel, ecommerce, BPJS, Haji dan umrah, MPN, PDAM, Multipayment.
Ada juga fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu, ini tarik tunai dapat dilakukan seluruh ATM BSI dan seluruh jaringan Indomaret di seluruh Indonesia. Untuk QRIS ada juga metode pembayaran cashless di seluruh merchant hanya dengan 1 QR.
Fitur Pembiayaan Digital bisa dilakukan untuk Paylater, mitraguna online semua tersedia dalam satu genggaman. Untuk fitur Investment berupa tabungan e-mas, autosave, deposito dan reksadana dapat diakses dengan mudah.
Lalu ada fitur e-mas, yaitu pembukaan rekening emas, beli emas, jual emas, transfer emas, tarik fisik emas, history transaksi. Top up E-wallet Top up segala jenis e-wallet seperti; Gopay, Ovo, LinkAja, Shopeepay, Paytren dan E-money.
Ada fitur Ziswaf berupa Zakat, infaq, wakaf, qurban, aqiqah, VA lembaga ziswaf. Lalu fitur Islami berupa waktu sholat, lokasi masjid, arah kiblat, juz amma, asmaul husna, hikmah.
“Dengan ditopang digitalisasi kinerja BSI terus membaik. Bahkan digital banking menjadi kontributor utama fee base income (FBI) BSI. Yakni untuk transaksi e-channel hingga Juni 2023 mencapai Rp456,4 miliar atau naik 5,8% secara year on year (yoy),” ujar dia.
Kinerja positif dengan ditopang digitalisasi ini telah menunjang perseroan masuk dalam 10 bank teratas di Indonesia. Tercatat hinga akhir semester I-2023, dengan jumlah asset yang mencapai Rp314 triliun di posisi ketujuh, pembiayaan sebesar Rp222 triliun di tangga keenam, dan laba bersih sebesar 2,8 triliun menjadikannya di posisi keenam.
“Dan ke depan, BSI akan mengembangkan Superapp untuk menyediakan One Solution in One Platform BSI. Superapp ini mempunyai layanan teknologi, fitur dan ekosistem yang lengkap,” pungkas dia.
Penulis: Busthomi














