Jakarta, ItWorks- Dalam upaya menggali dan menumbuhkan minat masyarakat dan kalangan mahasiswa terhadap bidang keamanan siber (cyber security), Fortinet Indonesia berkomitmen melanjutkan program edukasi – Fortinet Network Security Academy (FNSA) ke kampus-kampus. Selain itu, Fortinet juga membuka kesempatan bagi umum untuk mengikuti program pelatihan gratis bidang IT Security yang akan dilakukan secara berkala.
“Harus diakui transformasi digital di Indonesia, terutama sejak pandemi covid-19 hingga saat ini, mengalami lompatan yang luar biasa, di mana disadari atau tidak, hal ini juga dibarengi dengan makin tingginya ancaman dan lonjakan insiden kejahatan siber, bahkan dari survei terungkap ada peningkatan pelanggaran keamanan lebih dari tiga kali lipat. Insiden keamanan yang paling banyak terjadi antara lain phishing, denial of service (DoS), pencurian data/identitas, ransomware, dan kehilangan data. Ironinya, di tengah meningkatnya ancaman siber ini, hanya sebagian kecil perusahaan yang memiliki personel atau SDM yang memiliki keahlian khusus bidang keamanan siber ini, yang menjadikan mereka lebih rentan terhadap insiden dan pelanggaran keamanan. Nah dalam upaya membantu mengatasi gap atau kesenjangan tenaga atau SDM IT Security ini, Fortinet berkomitmen melanjutkan beberapa program edukasi dan pelatihan secara gratis, baik melalui kampus maupun yang menyasar kalangan umum,” Edwin Lim, Country Director, Fortinet Indonesia dalam acara Media Briefing Akhir Tahun 2023 pada (14/12/2023), di Jakarta.
Ditambahkan untuk menyasar kalangan mahasiswa, Fortinet Indonesia memiliki program kerja sama dengan beberapa kalangan Perguruan Tinggi melalui program Fortinet Network Security Academy (FNSA) yang bertujuan menyiapkan resources-resources atau SDM dari kalangan akademisi agar memiliki kemampuan dan kompetensi dalam bidang cyber security. Dalam program ini, mahasiswa di antaranya diajak mengenal dan mempelajari lebih jauh tentang keamanan siber. Termasuk dalam konteks pembelajaran dengan mempelajari Fortinet yang akan melibatkan pemahaman tentang bagaimana mengonfigurasi dan mengelola perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk aspek keamanannya. Seperti tentang firewall, VPN, IDS/IPS, serta penerapan kebijakan dan analisis ancaman untuk menjaga keamanan infrastruktur digital.
“Sepanjang tahun 2023, Fortinet Indonesia sudah menjalin kerja sama dalam program Fortinet Network Security Academy ini dengan sekitar 10 kampus, seperti Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan beberapa lainnya. Bahkan beberapa di antaranaya juga sudah dilakukand engan perguruan tingi di luar pulau Jawa, karena kita juga ingin mendorong perluasan keahlian keamanan siber ini, karena ke depan sangat dibutuhkan termasuk di daerah-daerah. Karena itu, tahun depan program ini akan lebih ditingkatkan ,” ujarnya.
Masih terkait upaya mendukung penguatan SDM bidang keamanan siber, Fortinet Indonesia juga telah menginisiasi berbagai program lain, termasuk program dan acara pendidikan bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Kami juga telah bermitra dengan institusi lokal untuk meningkatkan ketahanan keamanan siber dan kesadaran masyarakat maupun dunia usaha terhadap pentingnya penguatan IT security ini melalui berbagai program. Bahkan Fortinet sejak beberapa tahun lalu juga menggelar program pelatihan gratis training untuk IT Security melalui Fazztrack program yang khusus disiapkan untuk menghasilkan lulusan dalam membagun karir di bidang IT Security. Kita ada program pelatihan gratis untuk level 1-4 dan untuk program sertifikasi level 4 ke atas, baru dikenakan biaya. Penawaran ini tak hanya berlaku untuk mitra usaha Fortinet, namun juga terbuka umum,” ujar Edwin Lim.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta akan diperkenalkan dengan konsep-konsep penting dalam solusi Fortinet yang mencakup berbagai aspek. Mulai mempelajari dasar-dasar jaringan, termasuk pengenalan dan Konfigurasi awal, serta Kebijakan Firewall yang penting untuk mengamankan jaringan. Materi pelatihan juga akan mencakup topik-topik seperti Web Filtering untuk mengontrol akses web, Application Control untuk mengelola aplikasi, serta Antivirus dan Intrusion Prevention untuk meningkatkan keamanan.
Program ini lanjutnya juga wujud kepedulian Fortinet yang tak semata-mata mengejar bisnis dan jualan, namun juga memiliki komitmen untuk andil dan mendukung bagi terwujudkan ruang siber yang aman untuk Indonesia. Hakl ini juga sejalan dengan tuntutan era industri 4.0 yang sarat penggunaan teknologi informasi, perangkat digital yang terkoneksi dengan jaringan internet. Termasuk adanya tren adopsi beberapa teknologi baru, seperti Artificial Intellegine (AI) Internet of Things (IoT) dan sejenisnya yang juga rentan terhadap adanya serangan siber ini.
Termasuk ancaman terhadap critical infrastruktur dari milik lembaga pemerintah yang harus segera diantisipasi sejak dini, apalagi dengan adanya regulasi dan kebijakan baru, seperti Saru Data Indonesia, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan lainnya. Serangan ransomware ke salah satu Bank di Indonesia beberaopa waktu lalu, menjadi sebuah bukti nyata yang membuat semua kalangan waspada untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan siber.
“Kesadaran yang lebih mendalam terkait IT Security Awareness ini sangat penting. Dari berbagai laporan yang mengupas kesenjangan keahlian keamanan siber—di kawasan Asia menunjukkan bahwa kurangnya tenaga ahli keamanan siber kerap menimbulkan berbagai tantangan dan dampaknya bisa lebih luas bahaya, bagi perusahaan-perusahaan atau institusi, termasuk terjadinya pelanggaran keamanan yang diikuti dengan kerugian finansial. Oleh karena itu, permasalahan kesenjangan keahlian untuk meningkatkan pengetahuan IT Security ini harus jadi fokus dan perhatian bersama,” kata Edwin.
Fortinet merupakan perusahaan global pengembang solusi IT security dengan beragam produk dan layanan yang bertujuan melindungi sistem IT dari berbagai ancaman siber seperti malware dan serangan jaringan lainnya. Inovasi baru, Fortinet menawarkan solusi keamanan siber yang didukung AI untuk melindungi organisasi dari ancaman siber yang diketahui dan muncul.
FortiAI , yang merupakan solusi pembelajaran mendalam yang dirancang khusus untuk menghilangkan kebutuhan akan penyelidikan manual terhadap serangan siber yang memakan waktu, memungkinkan organisasi mempercepat respons mereka terhadap ancaman tingkat lanjut dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan vektor serangan secara real-time dan secara instan memblokirnya agar tidak menjangkau jaringan perusahaan.
FortiAI mengandalkan data dari FortiGuard Labs, yang memberikan wawasan terkini mengenai ancaman keamanan yang muncul. FortiAI memberdayakan organisasi untuk mendeteksi dan melindungi terhadap jutaan ancaman yang ditemukan FortiGuard Labs setiap hari. (AC)















