ItWorks.id- Salesforce, perusahaan pengembang software (perangkat lunak) berbasis cloud yang berfokus pada Customer Relationship Management (CRM), menggelar acara “Agentforce World Tour Jakarta 2026”, sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung akselerasi pemanfaatan Agentic AI di Indonesia. Perusahaan optimistis masa depan Agentic AI makin cepat berkembang sejalan hasil survei terbarunya yang mengungkap pola penggunaan AI oleh pekerja Indonesia dan perubahannya di lingkungan kerja yang kian meningkat.
Dalam rangkaian Agentforce World Tour Jakarta 2026, yang merupakan acara tahunan Salesforce Indonesia, perusahaan menghadirkan inovasi solusi terbarunya untuk menunjukkan kapabilitas dari Salesforce, guna mendukung kinerja para sales dalam pekerjaan dan juga solusi bagi kalangan industri. Dalam kesempatan ini, perusahaan mengundang pelanggan dan mitranya, untuk berbagi pengalaman dan wawasan tentang penggunaan AI. Juga mengundang para pembicara exspert untuk memberikan wawasan inspiratif, pengalaman demonstrasi, forum diskusi untuk membantu pengguna dan pelaku usaha agar dapat makin optimal dan berhasil dalam melakukan transformasi teknologi ini dengan adopsi agentic AI.
“Di Agentforce World Tour Jakarta 2026 tadi, beberapa perusahaan Indonesia yang telah menggunakan solusi Salesforce -Agentforce, saling berbagi wawasan dan pengalamannya terkait dampak penggunaan solusi AI terhadap kinerja bisnis dan peningkatan produktivitasnya. Pengguna solusi kami di Indonesia, di antaranya ada dari kalangan perusahaan telko, financial, seperti bank dan asuransi, serta kalangan industri manufaktur,” ungkap Andreas Diantoro, President Director, Salesforce Indonesia bersama Gavin Barfield, Vice President and CTO Solutions, Salesforce ASEAN dalam jumpa pers (23/04/2026), di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Anderas Diantoro memaparkan temuan riset terbaru mengenai adopsi AI di kalangan knowledge workers di Indonesia. Disebutkan, berdasarkan riset Salesforce menunjukkan adanya perubahan besar yang menggambarkan bagaimana kepercayaan terhadap AI dapat terbentuk, yang bukan lagi hanya dari inisiatif perusahaan, tetapi juga dari pengguna AI secara pribadi (pekerja individu).
“Menariknya, 68% pekerja di Indonesia merasa penggunaan AI dalam kehidupan pribadi meningkatkan kepercayaan mereka untuk menggunakannya di tempat kerja, hal ini menjadi sinyal kuat bagi organisasi untuk segera beradaptasi,” ujarnya.
Tahun lalu, Salesforce resmi menghadirkan aplikasi Agentforce Sales di platform ChatGPT, menggabungkan kekuatan CRM berbasis AI dengan kemampuan penalaran model bahasa besar milik OpenAI. Integrasi ini diklaim menjadi langkah baru dalam menyederhanakan alur kerja tim penjualan tanpa harus bolak-balik antar aplikasi. Agentforce Sales menghadirkan agen otonom yang membantu tenaga penjualan bekerja lebih cepat dan efisien di dalam sistem CRM.
Dalam kesempatan itu, Gavin Barfield, Vice President and CTO Solutions, Salesforce ASEAN mengungkapkan, melalui integrasi AI dengan ChatGPT, pengguna dapat mengakses data pelanggan, memperbarui peluang, hingga menyusun strategi akun langsung dari percakapan, bahkan juga melakukan prediktif beradasarkan dukungan data yang dikumpulkan melalui proses AI ini (Prediktif AI). Untuk memastikan keamanannya, Salesforce juga menegaskan bahwa seluruh pertukaran data dikelola melalui sistem dengan Trust Layer tingi untuk memastikan keamanan tingkat enterprise.
Ia juga meyakini pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor layanan pelanggan Indonesia akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi dengan dukungan inovasi baru yang makin memudahkan pengguna, di mana kini tidak lagi sekadar mengotomatiskan pengambilan keputusan, melainkan telah mengubah cara tim layanan pelanggan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan yang kian tinggi.
Ditegaskan dengan agentic AI, pengguna (tenaga sales) dapat menangani volume dan pekerjaan rutin lebih mudah dan efisien, fokus pada hubungan yang lebih kompleks dan bernilai tinggi. Tak hanya meningkatkan kapasitas layanan, perusahaan juga mampu memperkuat dampak bisnis. Mulai dari memangkas biaya layanan, meningkatkan kepuasan pelanggan, hingga mendorong pertumbuhan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.














