Jakarta, ItWorks- Guna memberikan keterampilan dan juga mendorong anak muda Indonesia mengembangkan solusi kreatif dan inovatif untuk masa depan lebih baik, Samsung Solve for Tomorrow Gelar Pelatihan Design Thinking, dengan spirit “Ubah Ide Jadi Solusi”.
Hasil studi mendapati bahwa critical thinking dan problem solving menjadi keterampilan yang dianggap sangat penting oleh Gen Z untuk meraih kesuksesan di masa depan. Dengan berbagai ketidakpastian ekonomi, punya solusi dan kemampuan untuk berpikir kreatif secara mandiri akan menjadi pembeda mereka yang berhasil dan gagal. Gen Z berharap bisa mendapatkan pendidikan yang membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan tersebut.
Berbeda dengan tahun lalu di mana Design Thinking Workshop diberikan kepada peserta yang lolos ke babak semi final, tahun ini Design Thinking Workshop diberikan kepada seluruh peserta di fase awal dan yang mendaftar dan telah melengkapi persyaratan administrasi.“Pemberian Design Thinking Workshop sejak fase awal dikarenakan pentingnya Design Thinking dalam mewujudkan ide menjadi solus untuk seluruh peserta, sebagai bekal meraih kesuksesan di masa depan,” dalam rilis pers (20/6/2024), di Jakarta.
Pada dasarnya Design Thinking adalah sebuah proses berpikir dan mindset untuk berpikir, berbicara, dan bekerja sebagaimana seorang desainer. Para peserta akan menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif, kritis, kolaborasi, dan komunikasi, melalui pembelajaran berbasis project. Peserta juga akan memahami proses berpikir kognitif dan terstruktur untuk memecahkan masalah dan menghasilkan solusi yang kreatif, energizing, dan nyata untuk berbagai masalah yang kompleks.
Melalui inisiatif workshop ini, para peserta akan diarahkan untuk mengembangkan prototipe yang tepat, yang akan diperlihatkan pada babak final. Adapun para peserta yang sudah memiliki concept paper dapat menyempurnakan proyek prototype mereka.
Pelatihan ini akan diberikan dalam empat sesi dengan masing-masing kurang lebih selama 2,5 jam. Melalui setiap sesi, para peserta diharapkan dapat memecahkan berbagai masalah nyata dengan menerapkan 5 langkah proses Design Thinking. Manfaat pelatihan ini akan menjangkau lebih banyak orang, yang meliputi para siswa, mahasiswa, serta guru dan dosen. (AC)














