Jakarta, Itech- Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang tergabung dalam klaster PUI Maritim dan Perikanan telah menghasilkan beragam produk inovatif yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan kekuatan sektor maritim Indonesia.
Program Pusat Unggulan Iptek (PUI) diinisiasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk penguatan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang. Program ini terus dikembangkan agar lembaga litbang mampu menghasilkan produk iptek berbasis demand/market driven untuk mendukung peningkatan daya saing sesuai potensi ekonomi daerah.
PUI yang tergabung dalam Klaster PUI Maritim dan Perikanan antara lain PUI Pemuliaan Ikan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), PUI Bahan Aktif Laut – KKP, PUI Hidrodinamika Bangunan Apung – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PUI Broadband Wireless Access – Institut Teknologi Bandung (ITB), dan PUI Permodelan Data Atmosfer Indonesia – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Kepala Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) BPPT, Taufiq Aris mengatakan dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang Maritim khususnya Tol Laut, PUI Hidrodinamika Bangunan Apung – BPPT telah mengembangkan rancang bangun kapal kontainer 100 TEUs. Kapal tersebut dirancang mampu membawa 100 kontainer berukuran 20 feet.
Febri Dawani, peneliti Pusat Mikroelektronika ITB memaparkan produk inovatif yang dikembangkan PUI Broadband Wireless Access yaitu OWN GRID suatu perangkat telekomunikasi untuk Nelayan. Perangkat telekomunikasi ini mendukung nelayan ketika sedang melakukan aktifitas melaut. Perangkat OWN GRID merupakan integrasi antara modul radio (Long Range atau LoRa) dengan smartphone berbasiskan Android Operating Sistem.
Sementara itu Suwardi dari PUI Permodelan Data Atmosfer Indonesia pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer – LAPAN memaparkan Sistem Embaran Maritim (Semar) sebagai sebuah sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) berbasis komputer. DSS Maritim ini telah digunakan pada Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dalam proses pengambilan keputusan. (red/ju)