PD BPR Bahteramas Kendari menjadi salah satu penerima penghargaan TOP Digital Awards 2024 yang diselenggarakan Majalah IT Work. Untuk itu, BPR milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari itu berhak mengikuti penjurian TOP Digital Awards 2024, pada Rabu (6/11/2024).
Dalam proses penjurian tersebut, Direktur Utama BPR Bahteramas Kendari, Suryaningih, S.E., M.E., menjelaskan terkait proses transformasi digital di bank yang dipimpinnya itu. Karena pada akhirnya, digitalisasi ini akan menciptakan budaya cashless atau non-tunai yang tinggi.
Makanya untuk mencapai itu, salah satu strategi yang akan dilakukan adalah dengan menggandeng bank umum nasional untuk menggenjot transformasi digital itu. “Dalam transformasi digital itu salah satu yang kita lakukan adalah strategi binsisnya dengan melakukan pengembangan aktivitas melalui layanan transfer dana ke Bank lain dengan bekerja sama dengan bank umum,” kata dia.
Hal ini dilakukan karena dengan size BPR yang masih kecil, maka langkah menggandeng bank umum itu menjadi pilihan. “Sehingga digitalisasinya di kami itu adalah kerja sama dengan bank umum, dengan size kami yang masih sangat terbatas sebagai bank BPR, langkah itu menjadi lebih efisien. Makanya kami saat ini dalam proses untuk menyuguhkan layanan ATM tanpa kartu,” tegas dia.
Digitalisasi juga, kata Suryaningsih, sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas layanan seperti tercantum dalam visi-misi BPR. “Salah satu misi BPR Bahteramas Kendari adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan produk, sehingga fungsi Intermediasi Perbankan berjalan. Misi tercapai salah satuunya dengan meningkatkan digitalisasi di BPR kami,” katanya.
Bahkan digitalisasi ini juga sudah berdampak positif ke kinerja Perusahaan. Kata dia, dengan raihan asset dan laba yang terus meningkat, salah satunya itu karena ditopang oleh digitalisasi yang sudah berjalan selama ini.
“Dengan meningkatkan kapasitas digital kami, yang menjadi salah satu penopang (kinerja), maka (tahun 2023) laba kami paling tinggi dibanding yang lainnya (BPR Bahteramas lainnya). Dari sekitar 12 BPR bahteramas di Sulawesi Tenggara, tahun lalu laba kamio Rp4,055 miliar. Paling tinggi. Tahun ini kemungkinan bisa mencapai Rp5 miliar,” tandasnya.
Selain itu, dari sisi asset BPR Bahteramas Kendari juga ditargetkan bisa terus meningkat berkat digitalisasi ini. Pada tahun 2023 tercapai Rp60 miliar, dan di tahun 2024 ini, asetnya bisa mencapai Rp70-71 miliar.
“Target kami tahun ini akan ditutup di angka Rp70 miliar. Tapi di posisi Oktober saat ini aset kami sudah sebesar Rp68 miliar. Jadi kami sangat yakin dan masih berusaha untuk mencapai 100% dari target kami sesaui RBB (Rencana Bisnis Bank),” katanya.
Transformasi Digital
Lebih jauh ditegaskan Suryaningsih, BPR Bahteramas Kendari juga sudah beberapa kali mengembangkan Solusi bisnis dengan cara menggandeng pihak ketiga. Yaitu bank umum nasional PT Bank Permata Tbk yang digandengnya.
Makanya sejak tahun 2023, nama produknya adalah Permata E-Business. Ini sebuah layanan elektronik perbankan berbasis internet untuk memenuhi kebutuhan tansaksi bisnis secara online, seperti transaksi transfer dana antar bank.
“Fitur unggulannya ya untuk transfer antar Bank. Manfaat atau dampak untuk Perusahaannya adalah memudahkan transaksi antar Bank baik untuk keperluan transaksi internal BPR maupun transaksi nasabah dengan limit tertentu. Hal ini dapat memudahkan BPR dan nasabah dalam bertransaksi, sehingga dapat miningkatkan kinerja BPR,” ujar dia.
Lalu di tahun yang sama juga dikembangkan Permata EDC. Ini jadi solusi baru bagi bisnis BPR yang memungkinkan nasabah untuk melakukan pembayaran menggunakan kartu ATM dan kartu Debit.
Sehingga manfaatnya itu dapat memudahkan bagi BPR khususnya pembayaran kredit sertifikasi guru serta transaksi lainnya yang menjadi lebih efisien.
“Jadi, ini juga terkait penarikan tagihan ke debitur kami yang berupa kredit konsumtif atau modal kerja itu. Misal mereka mau membayar angsuran itu bisa menggunakan EDC kami yang dibawa anggota kami ke lapangan. Tinggal langsung menggesek uang mereka, jadi tidak menggunakan uang tunai. Jadi digitalisasi di kami ini meningkatkan transaksi secara non tunai,” ujarnya.
Selain hal tadi, kata dia, beberapa Solusi bisnis lainnya yang sudah diugunakan seperti Aplikasi Antrian (berbasis desktop), Situs resmi PD BPR Bahteramas Kendari (berbasis web), ada juga pemanfaatan data kerja sama dengan pihak Dukcapil masih di tahap perjanjian kerja sama (PKS), pesan blast yang digunakan untuk promosi produk dan untuk penagihan ke debitur juga masih tahap pengembangan, dan terakhir rencana pengembangan ATM Cardless.
“Saat ini, kami sedang studi banding untuk ATM tanpa kartu. Karena kami mengelola dana TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) yang berjumlah kurang lebih ada 6.500 ASN di Kendari. Mereka itu menerima TPP-nya di BPR Bahteramas Kendari, sehingga pada waktu penerimaan tersebut, ngantri Panjang. Makanya kami sedang menjajaki bagaimana kita menciptkan ATM tanpa kartu,” tegasnya.
Kembali dia menandaskan, dengan kondisi tersebut, solusi digital yang dapat BPR Bahteramas banggakan adalah cash management solution kerjasama dengan Bank Permata tadi yang memberikan dua layanan yaitu Permata e-business dan permata EDC.
“Permata e-Bussines adalah layanan elektronik perbankan berbasis internet untuk memenuhi kebutuhan tansaksi bisnis secara online. Salah satu kemudahannya adalah dapat membantu nasabah dalam melakukan transaksi dengan Bank lain melalui BPR secara cepat dan aman sehingga dengan kemudahan ini dapat menambah kepercayaan nasabah dan menambah jumlah nasabah BPR. Selain itu bagi internal memudahkan dalam melakukan pembayaran kepada pihak ketiga melalui bank lain tanpa harus ke luar kantor membawa dana tunai,” tandasnya.
Selain pengembangan aplikasi, BPR satu ini juga perhatian terkait masalah cyber security. Kata dia, keamanan TI pada lembaga keuangan itu sangat penting dalam melindungi informasi sensitif, transaksi keuangan, dan sistem. Lembaga keuangan menerapkan kebijakan keamanan yang ketat, termasuk penggunaan kata sandi yang kuat serta rencana pemulihan bencana.
“Adapun beberapa hal tentang keamanan TI yang sudah diterapkan oleh BPR Bahteramas Kendari antara lain seperti kebijakan keamanan Server, pengelolaan akses pengguna pada semua aplikasi, pembaruan perangkat lunak, dan audit TI,” pungkas dia.
Editor: Fauzi














