PT PP (Persero) Tbk atau PTPP merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki visi menjadi kontraktor pilihan utama yang inovatif, unggul dan berkelanjutan didukung keuangan yang sehat. Salah satu misinya adalah mencapai kinerja unggul berkelanjutan lewat pengoptimalan inovasi teknologi dan manajemen pengetahuan.
Sejalan dengan misi tersebut, PTPP banyak melakukan inovasi teknologi lewat berbagai solusi bisnis yang dikembangkan Perseroan. Salah satu solusi bisnis unggulannya adalah ERP SAP dengan fungsi kontrol konstruksi yang diimplementasikan PTPP sejak 2016. Solusi bisnis ini awalnya dibangun pihak eksternal, namun kemudian dikembangkan oleh internal PTPP.
“PTPP merupakan pelopor pengguna ERP SAP di BUMN Karya (konstruksi) sejak 2016, dan sudah melalui tahapan pengembangan dari template SAP menjadi sesuai dengan bisnis konstruksi di Indonesia, terutama penambahan fungsi kontrol untuk menjaga nilai PFC (Projected Final Cost) tetap di proyek bahkan lebih baik,” kata Yusuf Maharani, SVP Divisi Strategic Engineering dan Technology PT PP saat presentasi penjurian TOP Digital Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Rabu (6/11/2024).
Hadir pula dalam penjurian ini Rijdzuan Sampoerna (Senior Manager PTPP), Hamzah S (Senior Manager PTPP), Arief Rahman (Senior Manager PTPP), Riko Elviansyah (Data Analyst PTPP), serta Susilo (ERP Specialist PTPP).
ERP SAP di PTPP digunakan sebagai sistem pengendalian perusahaan, mulai dari pengadaan, biaya hingga pendapatan. Sedangkan manfaat atau dampak untuk perusahaan antara lain menyederhanakan proses bisnis dan mempermudah pengendalian, meningkatkan produktivitas karyawan, memudahkan perencanaan strategi bagi BOD, serta meningkatkan pelayanan pada stakeholder.
Solusi bisnis lainnya yang juga diimplementasikan PTPP sejak 2016 adalah konstruksi digital BIM (Building Information Modelling). Aplikasi yang dikembangkan pihak eksternal ini merupakan sistem representasi digital dari suatu objek fisik.
Riko Elviansyah menambahkan, BIM digunakan sebagai metode atau proses untuk membuat dan mengelola gambaran digital (model 3D yang berisi data informasi lengkap) mulai dari desain, konstruksi sampai dengan perawatan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat sehingga dapat mengoptimalkan desain dan perencanaan, meningkatkan koordinasi tim proyek, menghasilkan estimasi biaya yang lebih akurat.
“Penggunaan BIM juga dapat mengurangi risiko dan meningkatkan keamanan, meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan, serta menghemat waktu, upaya, dan sumber daya,” kata Riko.
PTPP juga memiliki solusi bisnis untuk mitra atau pihak eksternal, yaitu SiPP-JO (Sistem Pengendalian Proyek Joint Operation) yang sudah diimplementasikan sejak 2019. Solusi bisnis ini dikembangkan secara kombinasi antara pihak internal terkait konsep bisnis, dan eksternal terkait codingnya.
“Ini merupakan sistem dengan konsep ERP yang mengintegrasikan, mengelola dan mendukung proses bisnis pada proyek JO (joint operation) dengan tujuan meningkatkan efisiensi, menghemat waktu dan biaya,” tutur Riko.
Setidaknya ada tiga fitur unggulan dalam SiPP-JO, yakni pertama, menampilkan kinerja sesuai porsi, baik porsi JO, maupun porsi PP. Kedua, sebagai alat kendali untuk proyek JO, mulai dari pengadaan, biaya hingga pendapatan. Ketiga, keterbukaan informasi dengan partner JO atas biaya yang terjadi.
Sedangkan manfaat SiPP-JO bagi PTPP adalah mempermudah pengendalian dan perencanaan strategi untuk proyek JO.
Solusi bisnis lainya untuk pihak eksternal adalah Portable Load Scanner yang dikembangkan PTPP bersama dengan Widya Robotics. Solusi yang diimplementasikan PTPP sejak 2022 ini digunakan untuk perhitungan volume muatan truk menggunakan LiDar yang dipasang di tepi akses proyek. “Fitur unggulannya adalah perhitungan volume muatan yang sangat presisi dan cepat,” ucap Riko.
Sedangkan manfaat untuk PTPP antara lain meningkatkan kepercayaan dan transparansi dengan vendor material curah, meningkatkan efisiensi proyek dengan pengukuran beban yang akurat, serta keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan dengan mengelola sumber daya lebih baik dan mengurangi limbah.
Solusi bisnis lainnya yang juga ditujukan untuk mitra atau eksternal adalah UAV/Lidar. Solusi bisnis ini dikembangkan PTPP bersama dengan Digital Survey Solutions dan diimplementasikan sejak 2022.
Menurut Riko, solusi bisnis ini merupakan integrasi dan modifikasi UAV dengan Sensor LiDAR yang terhubung ke perangkat lunak pascapemrosesan untuk kegiatan survei digital. Sedangkan fitur unggulanya adalah pengambilan data survei menjadi sangat cepat dan akurat untuk cakupan area yang luas.
“Manfaat UAV/Lidar untuk Perusahaan adalah meningkatkan kecepatan pelaksanaan survei secara signifikan serta menghemat sumber daya, waktu & personel survei,” tuturnya.
Solusi bisnis selanjutnya adalah PP Immersive yang dikembangkan oleh PTPP bersama dengan Unity. Solusi bisnis yang diimplementasikan PTPP sejak 2021 ini merupakan teknologi berbasis aplikasi AR/VR yang mampu memvisualisasikan desain dengan lebih baik atau jelas dengan kacamata khusus.
Penggunaan PP Immersive ini memungkinkan arsitek dan insinyur untuk menggabungkan model digital dengan lingkungan fisik. Sedangkan manfaat bagi PTPP antara lain meningkatkan visualisasi proyek, kemudian meningkatkan kolaborasi antar tim proyek baik di lokasi yang sama maupun jarak jauh untuk berinteraksi dengan model 3D yang sama.
Mafaat lainnya adalah mengurangi kemungkinan kesalahan Clash detection dalam konstruksi, serta meningkatkan manajemen proyek untuk memantau kemajuan konstruksi secara real-time.
Solusi bisnis lainnya yang juga diimplementasikan PTPP adalah Smart IoT Heavy Equipment. Solusi bisnis ini dikembangkan PTPP bersama dengan TransTrack dan diimplementasikan sejak 2023. “Ini merupakan solusi untuk fleet management atau armada dengan GPS Tracker dan IOT yang dipantau online dalam dashboard,” kata Riko
Fitur unggulan dari Smart IoT Heavy Equipment adalah monitoring produktivitas dan keselamatan heavy equipment konstruksi sangat efisien, serta level BBM.
Sedangkan manfaat untuk perusahaan dari implementasi solusi bisnis ini adalah penggunaan heavy equipment optimal sehingga mengurangi kerugian jika idle. Selain itu mengurangi emisi bahan bakar dan karbon, mengurangi risiko kecelakaan kerja akibat malfungsi heavy equipment, dan mengurangi potensi BBM dicuri di tengah hauling.
PTPP juga memiliki solusi bisnis bernama Ppintar atau PP INfrasTruktur Asset management control yang diimplementasikan sejak 2023. Solusi bisnis ini dikembangkan PTPP bersama Tim TOSS PDAM Malang.
“Ini merupakan sistem pengelolaan aset terpusat di anak perusahaan PP Infrastruktur yang terintegrasi dengan sistem kendali SCADA dan GIS sehingga monitoring aset dapat dilakukan dengan baik dan dapat mengurangi risiko gangguan pelayanan kepada konsumen,” ujar dia.
Beberapa fitur unggulan Ppintar adalah asset lifecyle, asset register, condition assessment, asset cost tracking, dan asset reliability and performance. Sedangkan manfaat untuk perusahaan adalah pengelolaan aset lebih efektif berbasis data terpusat, decision support sistem bagi manajemen dalam pengambilan Keputusan, serta mengurangi risiko gangguan layanan pada pelanggan.
PTPP juga memiliki solusi bisnis untuk mengintegrasikan ERP SAP Perusahaan dengan aplikasi Padi UMKM yang merupakan aplikasi yang dibuat pemerintah untuk mengakomodir UMKM dalam komunitas digital. Solusi bisnis ini dikembangkan internal PTPP dan diimplementasikan sejak 2023.
Fitur unggulannya adalah terintegrasi dengan sistem ERP SAP dan FrontEnd, update data dilakukan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, serta nama vendor Padi dan nomor virtual account transaksi muncul pada report di sistem.
“Manfaat bagi Perusahaan adalah kesesuaian data antara Padi UMKM dan ERP SAP PTPP sehingga mengurangi kesalahan pembayaran,” kata Riko.
PTPP juga mengimplementasi WBS Maker atau sistem untuk menyusun WBS (Work Breakdown Structure) yang standar sesuai dengan tipe proyek konstruksi, seperti jalan, jembatan, bendungan, dan gedung, sehingga dapat membuat perencanaan proyek menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat.
Solusi bisnis selanjutnya adalah Integrasi ERP dan Gate PP Semarang Demak yang dikembangkan internal PTPP dan diimplementasi sejak 2024 ini. Solusi bisnis ini merupakan integrasi system ERP SAP PT PP Semarang Demak dengan SMT (aplikasi pencatatan tapping jalan tol).
Fitur unggulannya adalah Sistem Pengendalian Biaya Usaha dan Sistem Pengendalian HPP Operasi (mekanisme Biaya Langsung dan Pengadaan), pengakuan pendapatan berdasarkan data yang direcord oleh Bank, dan Monitoring pendapatan berdasarkan data gardu tol.
Sedangkan manfaat solusi bisnis ini bagi perusahaan adalah integrasi sistem, sehingga dapat mengakomodir fungsi planning and requirement, procurement, payroll, tenant/venue, building management, hingga invoicing. Selain itu, transaksi bisa secara realtime.
Terkait pengadaan barang dan jasa, PTPP memiliki solusi bisnis Smart E-Proc PTPP yang diimplementasikan sejak 2018. Ada beberapa fitur unggulan dalam Smart E-Proc PTPP antara lain proses pengadaan barang dan jasa yang end to end, mulai dari pendaftaran, tender terbatas untuk vendor yang lulus, kontrak, sampai dengan invoicing secara mandiri oleh vendor.
Sedangkan manfaat bagi perusahaan antara lain proses pengadaan barang dan jasa dapat memenuhi tujuh prinsip pengadaan sesuai Permen BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara.
Manfaat lainnya adalah mengurangi miskomunikasi akibat disinformasi kebijakan/peraturan serta meningkatkan kepuasan vendor dengan pemberian harga kompetitif dan kesan positif pada penilaian tentang proses pengadaan barang jasa di PTPP.
Solusi bisnis ini juga memberikan manfaat dari integrasi antaraplikasi dengan pelibatan langsung vendor dalam proses pengadaan barang jasa di PTPP.
Solusi bisnis selanjutnya adalah PPID (Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi) yang juga baru diimplementasikan PTPP pada 2024 ini. PPID merupakan pejabat yang bertanggung jawab di bidang penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan, dan/atau pelayanan informasi di PTPP.
Manfaat PPID adalah meningkatkan kepercayaan dan brand image perusahaan, serta mendapatkan feedback dari publik terhadap jalannya perusahaan.
Pemanfaatan AI
Rijdzuan Sampoerna menambahkan, PTPP sudah memanfaatkan solusi berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, khususnya dalam aplikasi Knowledge Center (KC). Sebelum era pandemi hingga 2024, PTPP masih menggunakan aplikasi Knowledge Center – Knomi Chatbot KC. Di aplikasi tersebut ada fitur chat sebagai search engine yang bisa diakses pegawai melalui nomor WhatsApp, berfungsi untuk bertanya seputar konten dan informasi terkait knowledge management di dalam aplikasi KC.
Namun sejak 2024 ini, PTPP sudah mengimplementasikan aplikasi Knowledge Center – Fitur prototype Chatbot AI. “Kita bisa menggunakan ChatGPT secara internal. Knowledge database yang kita miliki sudah dikurasi oleh PT PP, kita gunakan seperti layaknya menggunakan ChatGPT tapi hanya dari database PTPP,” ujar Rijdzuan.
Pengembangan aplikasi KC yang dilakukan PTPP adalah dengan menambahkan chatbot berbasis AI dengan fungsi berikut: Chatbot AI, dapat melakukan prompting dan menerima response, Citation berupa link sumber jawaban/response, Arsip histori chatbot, User feedback/rating, serta Speech to text.
Terkait keamanan TI atau cyber security, kata Rijdzuan, PTPP memakai standar internasional seperti NIST untuk cybersecurity framework, COBIT 2019 untuk tata kelola informasi. Kemudian terkait manajemen keamanan informasi menggunakan standar ISO 27001:2013, CIS (Center for Internet Security), BSSN untuk Cyber Security Maturity, dan INDI4.0 untuk keamanan operasional teknologi maupun keamanan informasi teknologi.
Untuk menangani masalah cyber security ini, PTPP sudah memiliki tim CISRT atau Cyber Security Incident Response Team. Ada lima bagian dalam CISRT yakni identify, protect, detect, recover, response dan recover.
Berdasarkan pengukuran IT Maturity Level, nilai maturitas seluruh management objectives di PTPP untuk tahun 2023 adalah 3,18. Skor ini menunjukkan pencapaian level kemampuan managed (terkelola).
Keberhasilan PTPP mengimplementasikan berbagai solusi bisnis tersebut karena dukungan anggaran TI yang mencapai Rp 6 miliar pada 2023. PTPP juga memiliki 11 orang karyawan TI tetap dan 3 orang karyawan TI tidak tetap.
Editor: Fauzi














