ItWorks- Jakarta Smart City (JSC) sebagai salah satu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemprov DKI Jakarta yang berada di bawah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), tahun ini kembali masuk nominasi mengikuti babak penjurian untuk penghargaan “TOP Digital Awards 2024”. Inovasi terus dikejar untuk mewujudkan Jakarta menuju kota global, menjadi kota cerdas 4.0 (smart city) dengan berbagai aplikasi unggulan terintegrasi atau SuperApps -Jakarta Kini (JAKI).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, terus berupaya melakukan akselerasi transformasi digital melalui sejumlah inovasi. Termasuk pembangunan dan pengembangan aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Hal ini di antaranya tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 43 Tahun 2022 tentang Pembangunan Dan Pengembangan Aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Terutama untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal bagi masyarakat.
Ada sejumlah langkah yang diambil untuk melakukan transformasi digital di Jakarta. Di antaranya, membangun infrastruktur digital, menciptkan ekosistem digital, pemerintah digital, dan mendorong peningkatan ekonomi digital. Dalam kaitan ini juga dibangun sistem aplikasi digital berbagai layanan public untuk mewujudkan visi dan misi Jakarta Smart City 4.0 dengan mengembangkan keunggulan teknologi, berkolaborasi dengan banyak pihak.
Hal ini juga sejalan dengan tuntutan era Society 5.0 yang telah digaungkan sejak 2019 sebagai resolusi penerapan era revolusi industri keempat (Industri 4.0), di mana inovasi akan terus ditingkatkan dengan smart technology. Seperti penggunaan teknologi Artificial Inteligence (AI), Internet of Things (IoT), Cloud, Big Data analytic, dan lainnya.
“Jakarta Smart City dibangun dan terus dikembangkan untuk menjadi inisiator dan katalisator dalam mendorong akselerasi transformasi digital Jakarta dengan menciptakan ekosistem smart city (kota cerdas). Terutama untuk mendorong perbaikan layanan publik dan meningkatkan kualitas dan kenyamanan kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi dan misi JSC, yakni visi: Mewujudkan Jakarta kota global dengan layanan publik berbasis IT (smart city) yang menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan warga secara efektif. Serta misi: Menjadi Badan Layanan yang mewujudkan pengembangan Tatanan Kota berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),” ungkap Andrie Yuswanto, Plt. Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City saat presentasi dan wawancara penjurian TOP Digital Awards 2024, pada (14/11/2024) secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang diselenggarakan Majalah ItWorks Jakarta.
Turut hadir dalam wawancara penjurian ini, di antaranya Budi Supriyanto Ketua Satuan Pelaksana Perangkat dan Jaringan Teknologi Informasi Diskominfotik Pemprov Jakarta, Agus Mubarok (Ketua Satuan Pelaksana Manajemen dan Kajian
Diskominfotik), Rahan Yama Gusta, Hamdi, Bastian Abi Yusuf (ketiganya dari JSC). Adapun tim juri terdiri DR Subandi (Univ. Budi Luhur / Praktisi Consulting), DR M, Jumadi (IDTUG), serta DR Melani K Harriman (Ceo Melani K Harriman & Associate).
Dalam paparan dan diskusi tanya jawab terungkap bahwa Jakarta Smart City mengadopsi konsep kota pintar dengan menetapkan tujuh (7) indikator kota cerdas yang mendukung perwujudan ekostem smart city di Jakarta, Di antaranya Smart Environment, Smart Economy, Smart People, Smart Mobility, Smart Governance, Smart Living, serta Smart Branding.
Menurut Andrie Yuswanto, ekosistem layanan JSC dibangun di atas sistem manajemen basis data relasional yang bersifat open source, yaitu PostgresSQL. Pemilihan basis data ini dipilih karena mengutamakan kinerja sistem berskala besar dan kompleksitas tinggi.
Dari segi konektivitas, PostgresSQL dapat dihubungkan dengan berbagai Bahasa pemrograman dalam pengembangan berbagai program, Manajemen data yang mendukung pertukaran data dalam Application Programming Interface (API), juga didukung dengan perintah-perintah non-relasional meskipun PostgresSQL lebih mengutamakan database relasional.
Dalam kaitan ini, penjgembanganm sistem keamanan dalam inovasi / aplikasi JSC, juga sudah complienace atau sesuai dengan Peraturan BSSN 4/2021, dan diterapkan dalam beberapa layer security, menggunakan anti-virus, dan menerapkan firewall. Pada inovasi /aplikasi tersebut, diterapkan penggunaan Anti D-Dos, Web Application Firewall, Next-Gen Firewall, IPS, dan AntiVirus.
Seluruh penyimpanan data, aplikasi, dan sistem berada di Pusat Data Pemerintah melalui Diskominfotik DKI Jakarta. IT Security Assesment sudah pernah dilaksanakan bersama Telkom University pada tanggal 28 Desember 2022.
Seiring waktu, konsep Smart City telah berkembang menjadi Smart City 4.0 berupa Platform Ekosistem, di mana pemerintah bertindak sebagai Collaborator dengan melibatkan sejumlah Co-Creator yaitu Citizen, Academia, Media, Industry/Business/Investor, dan lembaga atau instansi pemerintah lainnya. BLU ini mengemban tugas mewujudkan Jakarta sebagai kota yang maju dengan layanan publik berbasis TI atau Jakarta City 4.0.
Pengembangan sistem aplikasi tersebut dilakukan untuk mendukung optimalisasi penangananberbagai masalah perkotaan yang kian komplkes. Seperti masalah kemacetan, banjir, pencemaran udara, sampah, transportasi umum, ekonomi dan lainnya.
Selain itu, juga untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Di antaranya terkait layanan kesehatan, pendidikan, jasa perparkiran, perpajakan, air minum, ruang terbuka hijau, dan lainnya. Dengan demikian inovasi Jakarta Smart City 4.0 bertekad mewujudkan kota yang maju, inovatif dengan warganya yang bahagia.
Seiring dengan kemajuan dan inovasi yang dikembngkan, aplikasi JSC kini telah dikembangkan menjadi superapps- JAKI. JAKI merupakan super -App yang mengintegrasikan lebih dari 50 layanan publik digital dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Terutama untuk membantu warga Jakarta mendapatkan layanan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari melalui satu aplikasi ini.
“Salah satu fitur unggulan yakni Lapor Warga, berupa kanal pengaduan resmi dari Pemprov DKI Jakarta untuk melaporkan berbagai permasalahan kota berbasiskan Geo Tagging. Saat ini JAKI telah diunduh oleh lebih dari 5 juta pengguna. JAKI memudahkan masyarakat mendapatkan informasi dan layanan publik di DKI Jakarta. Juga bisa digunakan untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan layanan vaksin, pembayaran pajak, perijinan, dan administrasi kependudukan secara mudah dan hemat waktu,” ujar Andrie Yuswanto.
Platform Aplikasi JAKI telah memiliki pengaruh yang penting dalam menciptakan layanan satu atap bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang menggabungkan layanan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah di Jakarta serta layanan dari para startup yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, dalam masa pandemi, Aplikasi JAKI juga membantu memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Manfaat yang diberikan oleh Aplikasi JAKI juga dibuktikan melalui beberapa penghargaan yang sudah diterima. Di antaranya seperti: Gold Medal IdenTIK kategori Public Sector 2020, Best Future of Digital Innovation IDC Awards 2021, WSIS Prizes 2021 Runner up on category E-Government, Grand Finalist ASEAN ICT Awards 2021, Best 5th in Pandemic Management of IDC Scapa Awards 2022, Top 45 KIPP – Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD Tahun 2022, Digital Innovation Awards for Disaster Risk Reduction 2022, serta beberapa lainnya.
Aplikasi lain yang juga jadi andalan yakni platform aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM) /Citizen Relation Management (CRM). Aplikasi ini sekaligus juga untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang baik (good governance melalui penyediaan akses muidah bagi masyarakat menyampaikan aduan dan laporan. Dengan aplikasi kini, laporan masyarakat bisa cepat disampaikan dan cepat untuk ditangani. Manfaat atau dampak untuk Instansi: misalnya hingga November 2024, terdapat 536,282 laporan yang masuk dan sebanyak 98.7% dari laporan masuk telah diselesaikan.
Inovasi lainnya, yakni pengembangan teknologi AI untuk Sistem Pengendalian Banjir (SPB) / Flood Control System (FCS). Dibangun dan implementasi tahun 2021 oleh developer: In-house. Sistem ini mengintegrasikan data dari sensor di 178 lokasi di seluruh Jakarta dan mengintegrasikannya ke dalam satu platform. Data tersebut menjadi aset dan sumber informasi bagi pemerintah untuk memahami situasi dan membangun model serta prediksi untuk setiap potensi banjir di kota, yang didukung melalui teknologi seperti big data dan analitik, Artificial Intelligence (AI) / Machine Learning (ML) dan IoT (Internet of Things).
“Manfaat atau dampak untuk Instansi: Efektivitas dan efisiensi dalam mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data secara cepat. Prediksi peringatan dini .Meminimalisir kerugian dan daerah yang terkena dampak),” ujarnya.
Disamping itu juga masih banyak inovasi lain yang bisa diakses informasinya, melalui tautan https://smartcity.jakarta.go.id/id/. Agar pelayanan yang diberikan optimal dan terukur, JSC memiliki 4 (empat) prinsip guna mewujudkan Ekosistem Kota Cerdas 4.0, yakni Mobile First-mengembangkan layanan digital ramah ponsel bagi seluruh warga Jakarta. Data Driven, dengan dukungan data, kecerdasan buatan, dan semangat bersinergi, JSC membantu penyusunan kebijakan berbasis data bagi para pengambil keputusan di lingkup Pemprov DKI Jakarta. Digital Xperience Dengan prinsip digitalisasi, JSC mendorong terciptanya pemerataan lingkungan yang melek digital di Jakarta. Serta Smart Collaboration-kolaborasi dan sinergi sebagai semangat utama dalam memajukan Jakarta dengan pelayanan yang lebih baik. (Adc)















