Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Padang telah melakukan wawancara penjurian TOP Digital Awards 2024, yang merupakan rangkaian tak terpisahkan dari ajang penghargaan tahunan bergengsi yang digelar Majalah It Works. Pada sesi ini, hadir Dr. Abd. Hakim, M.H.I, selaku Ketua Pengadian Tinggi Agama Padang yang memberikan paparan dengan judul ‘Optimalisasi Teknologi Digital dan Generative AI dalam Pelayanan Peradilan Agama Se-Provinsi Sumatera Barat’.
Seperti dikatakan Abd. Hakim, sebagai lembaga peradilan agama pada tingkat banding tugas pokok Pengadian Tinggi Agama Padang menyelesaikan masalah pada tingkat banding. Kemudian Sebagai kawal depan Mahkamah Agung (pembinaan dan pengawasan) dan Pelayanan Publik.
Khusus terkait Manajemen Bidang Teknologi Informasi, dipimpim oleh sekretaris yang bertanggung jawab kepada pimpinan pengadilan. kemudian secara teknis operasionalnya oleh Kepala Subbgian Kepegawaian dan Teknologi Informasi atau Kepala divisi bidang Teknologi Informasi (TI).
Nah, bicara soal penerapan TI atau digitalisasi di PTA Padang, secara garis besar hal itu sudah tertuang dalam ringkasan Master Plan TI di pengadilan tersebut.
“Pertama, pada tahun 2020 PTA Padang membudayakan penggunakan dokumen elektronik dalam korespondensi internal, dokumen-dokumen tidak disampaikan dengan kertas lagi, namun dokumen elektronik, seperti SK-SK, surat-surat keputusan pimpinan, maupun surat-surat tugas,slip gaji, dan sebagainya,” ujar Hakim.
Kemudian, lanjut Hakim, pada tahun 2021, PTA Padang mulai menggunakan aplikasi penyimpanan online sehingga budaya kolaborasi dalam pelaksanaan tugas dapat diimplementasikan. Adapun aplikasi Cloud Storage yang digunakan adalah aplikasi open source.
“Di tahun 2023, kita telah menghubungkan agar aplikasi-apilkasi yang telah dibangun untuk disimplikasikan dengan SSO (Single Sign On) yang memungkinkan pengguna untuk mengaskses aplikasi dengan menggunakan satu akun pengguna saja,” tandas Hakim.
Selanjutnya, pada tahun 2024 atau tahun ini, sesuai perkembangan PTA Padang pun sudah mulai memanfaatkan teknologi terkini, yakni Artificial Intelligent (AI). Hal ini sebagaimana termaktub dalam Master Plan IT yang dicanangkan.
”Pada tahun 2024, PTA Padang mencoba penggunaan Generative AI dalam pelaksanaan pelayanan. AI digunakan dalam aplikasi CRM (Customer Relationship Management) yang diaplikasikan ada situs PTA Padang,” ujar Hakim.
Pada paparan presentasi diuraikan beberapa manfaat penggunaan AI di aplikasi CRM PTA Padang, antara lain berupa perbaikan penulisan, perbaikan ejaan dan tata bahasa, ubah nada pesan menjadi lebih ramah, dan menyederhanakan jawaban. Sementara hasil yang diperoleh antara lain respon yang lebih cepat, bahasa yang lebih ramah, serta beban kerja yang lebih sedikit.
Keamanan TI dan Inovasi
Seiring dengan digitalisasi yang dijalankan, PTA Padang pun tak mengenyampingkan akan pentingnya aspek keamanan teknologi informasi. Di mana sebagai langkah pengamanan terhadap penerapan teknologi informasi, lembaga peradilan ini pun telah melakukan sejumlah inisiatif.
“Pertama, Enkripsi Data yang dilakukan pada setiap data pribadi yang disimpan pada database sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi yang mengatur bahwa infomasi data pribadi harus disimpan ke dalam bentuk data terenkripsi. Kedua, Pencadangan secara berkala dengan masa retensi 7 hari. Ketiga, Pembatasan Akses yang mengatur agar beberapa aplikasi perktantoran anya dapat diakses melalui jaringan internal kantor,” ungkap Hakim.
Selanjutnya yang keempat, Server Hardening, yakni memasang aplikasi Fail2Ban untuk melindungi akses SSH. Kelima, Private Networks, yaitu menggunakan layanan VPN jika harus mengaskes jaringan antor dari jaringan publik. Keenam, Pemantauan Jaringan, dengan memasang aplikasi pemantauan jaringan ntuk memantau aktivitas jaringan ang tidak diinginkan. Ketujuh, CSIRT (Computer Security Incident Response Team) MA RI, yakni koordinasi dengan tim Cyber Mahkamah Agung RI demi mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.
Sebagai bagian dari optimalisasi dan pemanfaatan teknologi digital, sejumlah inovasi yang berhasil dikembangkan PTA Padang pun turut diungkap. Misalnya dari solusi bisnis untuk internal, PTA Kota Padang telah mengembangkan antara lain Aplikasi e-Office PTA Padang yang diimplementasikan tahun 2023; Aplikasi LIMO (Laci Penyimpanan Online); Aplikasi e-SILAT (Sistem Informasi Layanan Cuti Elektronik); Aplikasi DMS (Document Management System).
Adapun terkait dengan aplikasi yang berkenaan dengan peningkatan layanan masyarakat, PTA Padang memiliki aplikasi yang dinamakan sebagai SASUAI (Sistem Aplikasi Kunjungan Pengadilan Terintegrasi). Aplikasi SASUAI terintegrasi dengan aplikasi E-Office dan layanan PPID. Dengan aplikasi ini pengunjung bisa membuat janji sebelum berkunjung dan dokumentasi kunjungan pengadilan.
Selanjutnya ada juga aplikasi DBI (Data and Business Intelligence) yang merupakan tools yang digunakan PTA Padang guna mengolah dan menyajikan berbagai database aplikasi termasuk aplikasi SIPP PA se-Sumatera Barat.
“Melalui aplikasi ini pimpinan dapat melihat perkembangan Pengadilan Agama, khususnya pelayanan penanganan perkara secara baik,” pungkas Hakim.














