Pengadilan Tinggi Agama Surabaya (PT Agama Surabaya) menjadi kandidat meraih penghargaan TOP Digital Awards 2024 karena telah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informatika (TI) dalam menjalankan aktivitas utamanya.
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan/Instansi yang dinilai berhasil dalam pemanfaatan Teknologi-Informatika untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
PT Agama Surabaya bertugas dan berwenang mengadili perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama dalam tingkat banding, sesuai dengan Pasal 51 Undang-Undang No.7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, yang telah diubah pertama kali dengan Undang-undang No 3 Tahun 2006 dan kedua kalinya dengan Undang-undang No.50 Tahun 2009.
Dalam menjalankan aktivitas utamanya, PT Agama Surabaya telah memanfaatkan TI sebagaimana tertuang dalam Master Plan IT. Dimulai tahun 2019 dengan mengembangkan administrasi secara digital hingga tahun 2025 dengan membangun satu aplikasi terpadu dan menjadi pengadilan tingkat Banding yang modern dan kiblat TI bagi pengadilan tingkat banding se-Indonesia.
Demikian disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. dalam Penjurian TOP Digital Awards 2024, secara daring, Selasa, 5/11/2024.
“Sedangkan tahun 2024 ini, pengembangan IT difokuskan pada membuat tempat penyimpanan data dan dokumen yang mandiri dan aman,” tambah Rokhanah.
Pemanfaatan TI, dijalankan PT Agama Surabaya baik di kegiatan internal maupun eksternal instansi. Menurut Rokhanah, ada 4 Solusi Digital yang cukup membanggakan.
Solusi Digital Terpadu melalui SURAMADU
Sistem integrasi aplikasi seperti yang dimiliki SURAMADU memungkinkan berbagai fungsi administratif untuk berjalan dalam satu platform. Sistem ini tidak hanya memudahkan akses tetapi juga meningkatkan keakuratan data antar aplikasi. Perusahaan atau instansi lain yang membutuhkan pusat data terintegrasi untuk mengelola berbagai departemen atau divisi, dapat menggunakan solusi digital ini. Hal ini karena aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi waktu dan meminimalkan kesalahan data yang terpisah-pisah.
Penggunaan AI untuk Automasi Proses di Arema dan Cuti-O
Kemampuan AI di Arema memungkinkan pemberitahuan otomatis terkait data perkara. Sementara Cuti-O memfasilitasi persetujuan cuti melalui notifikasi real-time. Sehingga sangat efektif dalam mempercepat proses administratif dan mengurangi beban kerja manual. Ini dapat menjadi contoh yang baik bagi organisasi yang ingin meningkatkan efisiensi operasional dengan menurunkan waktu persetujuan atau pemberitahuan secara manual.
Cyber Security Berlapis untuk Keamanan Data Penting
Dengan penerapan protokol keamanan berlapis dan backup yang terjadwal, PT Agama Surabaya dapat memberikan jaminan bahwa data penting terlindungi dari ancaman keamanan. Langkah-langkah ini dapat menjadi acuan bagi organisasi lain yang menyimpan data sensitif dan memerlukan sistem keamanan yang kokoh, terutama dalam menghadapi serangan siber yang semakin meningkat.
Komunikasi Langsung dengan Pimpinan melalui KOPI GIRAS One In One
Program ini memperkuat keterlibatan pegawai dengan memberikan ruang komunikasi yang terbuka dengan pimpinan secara rutin, sehingga meningkatkan moral dan memberikan kesempatan untuk masukan langsung dari pegawai. Ini adalah inisiatif yang dapat dicontoh oleh organisasi lain yang ingin meningkatkan transparansi dan hubungan antara pimpinan dan karyawan, terutama di organisasi dengan struktur besar yang rentan terhadap miskomunikasi.
TOP Digital Awards 2024 diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016, didukung dan bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang TI-Telekomunikasi-Solusi Digital terkemuka di Tanah Air.
Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2024 adalah “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”. Bertindak selaku dewan juri: Kusuma Prabandari, Benyamin De Haan, Febrizal, dan Dwinda Ruslan.
Editor: Teguh IS.














