PT Sasa Inti (Sasa) kembali terpilih menjadi kandidat peraih penghargaan TOP Digital Awards tahun 2024 yang acara puncaknya direncanakan bakal diselenggarakan pada awal Desember nanti. Seiring dengan itu, untuk keperluan penilaian, Sasa Inti telah menyelesaikan sesi penjurian yang digelar Majalah It Works secara virtual pada Rabu (13/11/2024).
“Saya tahu kan kita sekarang ini serba digital, serba AI, dalam kesempatan ini kita juga mau sharing dari PT Sasa Inti apa saja sih yang sudah dilakukan, dan mudah-mudahan dengan adanya impact ini kita lebih terpacu untuk timnya juga untuk menjadi lebih inovatif, supaya ke depannya PT Sasa Inti juga lebih baik lagi dalam hal IT dan Cyber Security dan yang lainnya juga,” ujar Daysyre, CFO Food Cluster PT Sasa Inti yang mengawali sesi penjurian ini.
Adapun untuk sesi penjurian ini Sasa Inti mengusung tema paparan ‘Sasa Digital Business Platform: Redefining Business Efficiency through SASA Digital Transformation’.
“Terkait judul kami, sebenarnya ini related dengan apa yang tadi disampaikan oleh Ibu Dysyre bahwa dengan adanya (ajang penghargaan) ini kita juga Sasa semakin berkembang untuk terus meningkatkan inovasi-inovasi di bidang IT dan juga terus kita sinergikan dengan kebutuhan bisnis,” kata Ridwan Nurfalah, Head of IT di PT Sasa Inti.
Sebagai perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang food and beverage, tentu sebagai besar dari kita sudah mengenal Sasa dan beberapa produknya mungkin sudah akrab bagi kita lantaran sering dinikmati dan digunakan untuk kebutuhan sehari. Sasa sendiri berdiri sejak tahun 1968, dan kini perusahan telah memiliki tiga pabrik.
”Yang pertama di Probolinggo itu yang memproduksi MSG. Kemudian yang di Cikarang memproduksi non-MSG, yang terdiri dari tepung, sambal dan sebagainya. Kemudian yang terakhir pabrik kita ada di Minahasa Selatan yang memproduksi santan,” ungkap Ridwan.
Seiring visi yang digaungkan menjadi Leading food and seasoning company from Indonesia, Sasa mencanangkan misinya To bring Happiness to The World through Simply Prepared, Healthy and Delicious Food.
“Ini juga yang selalu kita kampanyekan untuk memberikan Happiness dengan produk-produk kita,” tandas Ridwan.
“Ini adalah profil perusahaan kita, dari tahun ke tahun kita terus berinovasi dengan produk yang berkualitas dan selalu memberikan sesuatu yang bernilai di masyarakat terutama produk-produk Sasa utamanya yang saat ini sudah dikenal,” sambungnya.
Selaraskan IT dengan Kebutuhan Bisnis
Di balik sukses perusahaan dengan produk-produknya, di era digital saat ini tentu peran teknologi informasi tidak bisa lagi dikesampingkan. Begitu pun bagi Sasa yang produk-produknya sudah begitu akrab bagi konsumennya di Indonesia. Di mana bagi Sasa terkait dengan tata kelola dan kebijakan IT disebut telah diselaraskan dengan pilar perusahaan.
“Secara garis besar terkait tata kelola dan kebijakan IT, kita inline dengan pilar perusahaan di mana salah satunya adalah leverage technology (Digital & Automation) to support the business. Jadi, (dari sini) kita turunkan IT Objective kita sesuai dengan pilar perusahaan terkait dengan leverage technology,” ungkap Ridwan.
“(Adapun) secara IT Strategic kita terus berkontribusi dalam develop new application yang support digital business dengan digital business platform. Kemudian kita tetap meng-convergence IT & OT di manufacture, itu menjadi tujuan utama kita juga untuk bisa running smart factory. Kemudian kita juga men-develop business smart manufacture untuk bisa berkolaborasi dengan unit lain dengan big data dan organization & people readiness terkait dengan SDM di IT itu sendiri,” sambung Ridwan.
Seiring langkah Sasa yang terus menggenjot pemanfaatan IT untuk mendukung bisnis perusahaan, hal yang tidak bisa dipungkiri adanya tantangan dan peluang yang turut menyertainya terkait digitalisasi, otomasi dan sebagainya, yang mengharuskan kita untuk berubah.
“Kemudian juga dari sisi Industry 4.0 yang terus berkembang, kita juga dari sisi manufaktur mengharuskan kita harus mengikuti tren yang ada saat ini. Begitu juga dengan tuntutan dari pemerintah, terutama karena kita di (bidang) food, ini menjadi salah satu konsen pemerintah untuk menjadi salah satu penggerak di sisi Industry 4.0,” ujarnya.
Adapun dari sisi peluang, Ridwan berharap dan optimis bahwa Sasa akan terus berkembang di beberapa tahun ke depan, seiring dengan adanya perkembangan ekonomi yang membaik. Walaupun saat ini kita masih diliput terkait dengan isu-isu global dan sebagainya.
Untuk menjawab tantangan itulah, yang mengharuskan perusahaan berubah, baik dari visi-misi maupun penyesuaian arah kebijakan IT untuk mendukung perubahan-perubahan tersebut. “Dan IT menjadi salah satu penggerak dari sisi perubahan dari sisi digital and automation,” tandas Ridwan.
Adapun dari sisi target, seperti adanya peningkatan penjualan, improve brand equity, cost reduction, improving employee engagement, dan sebagainya. Ini, dikatakan Ridwan, menjadi target utama perusahaan dalam pengembangan solusi bisnisnya.
Sasa Digital Business Platform
Sesuai judul presentasi, pada sesi penjurian ini Ridwan juga mengungkap perihal Sasa Digital Business Platform yang menjadi poin utama saat ini.
“Bagaimana Sasa yang memiliki aset digital yang sudah establish, kita harus mengkombinasikan aset-aset tersebut menjadi satu kekuatan yang bisa ter-consolidate. Ini yang menjadi target IT, dalam hal ini untuk meningkatkan operasional efisiensi, meningkatkan barrier limitasi dari sisi penggunaan IT, kemudian juga kita meningkatkan business objective itu sendiri dengan business platform,” kata Ridwan.
“Sasa Digital Business Platform ini didasari atas konsep ini. Jadi, kami membentuk dua barrier utama antara front dan back office, di mana Sasa Digital Business Platform ini akan mengintegrasikan kedua hal tersebut, marketing, sales, service, support, HR, itu adalah bagian yang kita put sebagai front. Kemudian finance, manufacture, R&D, procurement, supply & chain, itu adalah bagian dari operation excellent yang kita harus tingkatkan dari sisi integrasinya,” sambungnya.
Lebih lanjut Ridwan mengatakan bahwa Sasa Digital Business Platform inilah nanti yang akan mengembangkan poin-poin terkait area front office. Yang ujungnya adalah berupa peningkatan customer journey design, connected customer, location based marketing, dan real-time costumer insight.
Sementara dari sisi operation, Sasa juga dikatakan akan mengembangkan Smart Factory, Connected Manufacturing, End-to-End Visibility di setiap departemen, serta Omni Channel Orchestration untuk bisa saling terhubung satu dengan yang lainnya, utamanya di area operation.
“Nah, yang tidak kalah penting juga saat ini pengembangan di internal kami itu sudah meningkatkan area Dev-ops. Di mana Dev-ops operation adalah salah satu hal yang menjadi penggerak di siklus development operation, di mana kita dengan ini proses percepatan rilis aplikasi itu bisa kita targetkan lebih cepat, kemudian kita bisa meningkatkan kualitas dan juga dari sisi security,” tandasnya.














