PT Patra Jasa terpilih sebagai kandidat meraih penghargaan TOP Digital Awards 2024. Transformasi digital di anak perusahaan PT Pertamina (Persero) ini dijalankan dengan memprioritaskan keamanan informasi (Availability, Integrity, Confidentiality dan Proof).
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada instansi atau korporasi dari seluruh Indonesia. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016 bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang Teknologi Informatika (TI) terkemuka di Tanah Air.
Patra Jasa bergerak di bidang Property Investment & Development, Hotels & Resorts dan Services. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Patra Jasa, M. Indharto Rusman bersama timnya telah mengikuti sesi Wawancara Penjurian TOP Digital Awards 2024 secara online, Jumat, 15 November 2024. Ia memaparkan inisiatif aspek keamanan informasi dalam upaya perusahaan menjalankan digitalisasi.
Selaras dengan tema TOP Digital Awards 2024 adalah “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”, Patra Jasa terus mengupayakan dalam menciptakan Sistem Manajemen Keamanan Informasi sebaik mungkin guna menjaga keamanan informasi perusahaan.
“Terkait Keamanan Informasi, kami telah meraih ISO 27001:2022 dengan ruang “Keamanan Informasi yang Berlaku pada Layanan Akses Jaringan dan Manajemen Infrastruktur Jaringan di Kantor Pusat,” tutur M. Indharto.
Tahun 2023, PT Patra Jasa telah meraih sertifikasi ISO 27001:2022 yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System atau ISMS). Proses sertifikasi ini menandakan komitmen perusahaan dalam menerapkan standar internasional untuk perlindungan data dan pengelolaan risiko terkait keamanan informasi.
“Patra Jasa akan terus meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi secara optimal serta mendukung kepercayaan seluruh stakeholders di masa mendatang,” tegas M. Indharto.
“Setiap tahun, kami melaksanakan asessmen oleh BSSN terkait Kematangan Keamanan Siber (Cyber Security Maturity). Tujuannya untuk mengukur tingkat perkembangan dan efektivitas suatu organisasi dalam mengelola risiko keamanan informasi dan memastikan bahwa sistem dan proses keamanan informasi yang ada sesuai dengan regulasi dan praktik terbaik yang berlaku di industri,” M. Indharto menjelaskan.
Untuk tata kelola TI, Patra Jasa telah menjalani audit berdasarkan COBIT 2019. Dari 10 objective dan 191 activities yang diuji, hasil audit menunjukkan tingkat kematangan TI pada level 2.2 (“Managed”).
“Tingkat kematangan ini menunjukkan bahwa organisasi telah mengambil langkah awal yang penting dalam mengelola dan mendokumentasikan proses TI dan keamanan informasi, tetapi masih memiliki ruang untuk perbaikan dan peningkatan lebih lanjut. Patra Jasa terus berkomitmen untuk meningkatkan praktik terbaik TI dan keamanan informasi,” ujar M. Indharto.
“Patra Jasa akan terus meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi secara optimal serta mendukung kepercayaan seluruh stakeholders di masa mendatang,” tegas M. Indharto.
Mengutip hasil RUPST Tahun Buku 2023 yang berlangsung di Jakarta pada 16 Mei 2024, sepanjang tahun 2023, Patra Jasa mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,5 Triliun atau meningkat 33% dibandingkan pencapaian tahun 2022. Dengan laba bersih tercapai sebesar Rp187 Miliar atau meningkat 53% dari tahun 2022.
Setelah menyimak penjelasan yang disampaikan, dewan juri pun memberikan apresiasinya kepada Patra Jasa yang dinilai telah berhasil menjalankan transformasi digital dengan tetap menjaga keamanan informasi.
Editor: Teguh IS.














