Jakarta- Pesatnya industri games di Indonesia sendiri ditandai dengan tumbuhnya studio games di Indonesia yang mulai dilirik oleh dunia serta banyaknya games lokal yang popular dan diunduh tidak hanya oleh masyarakat Indonesia. “Melihat tren tersebut, kami sengaja mempersiapkan para calon pelaku industrinya melalui konferensi dan workshop yang fokus dan menyeluruh. Tujuannya, supaya kita siap memasuki persaingan dalam industri games di tingkat internasional,” lanjut Andreas,Ketua Pelaksana INAICTA 2013.
Selain mengenai games, workshop juga akan diisi dengan materi mengenai robotika, video mapping, e-commerce, dan aplikasi digital. Pembukaan rangkaian acara puncak INAICTA 2013 diresmikan secara langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. “Indonesia memiliki potensi yang besar, yang mulai dipertimbangkan oleh masyarakat internasional. Salah satunya adalah dengan terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan industri TIK internasional, Internet Government Forum,” jelas Tifatul.
“Sesuai tema INAICTA tahun ini, ‘Teknokreasi: A Nation of Possibilities’, seluruh finalis sudah menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, tidak hanya untuk berkembang, tetapi juga bersaing secara internasional di bidang teknologi informasi dan terapannya,” ujar Andreas Surya, Ketua Pelaksana INAICTA 2013.
Pada kesempatan tersebut, 15 pakar di industri TIK juga turut mengisi rangkaian conference dan workshop. Acara konferensi pada tahun ini bertema ‘All about Indonesia Game Industry’ yang titik beratnya ada pada industri game.
Mengenai materi konferensi dan workshop, jelas Andreas, “Hampir 70% menggarisbawahi seputar industri games di Indonesia. Hal ini dikarenakan setelah melalui berbagai tahapan dan menerima banyak insight. Kami melihat potensi Indonesia ke depannya merujuk kepada pertumbuhan industri games yang sangat signifikan. Selain itu juga diperkuat dengan kenyataan bahwa jumlah pendaftar INAICTA terbanyak tahun ini adalah dari kategori games.” papar Andreas. (ju)














