Jakarta- Menyadari bahwa jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook maupun blog sudah sangat populer dan banyak digunakan oleh masyarakat, PT Trans Nusantara Sejati memanfaatkannya untuk mengenalkan produk-produk local, khususnya Rider agar semakin dikenal masyarakat. Apalagi, Twitter, Facebook, dan blog menjadi social media yang antara lain paling banyak digunakan oleh para jurnalis sebagai sumber informasi. “Kami memanfaatkan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter agar masyarakat semakin paham mengenai serangkaian produk baru kami untuk kategori sport, premium dan active,” kata Manager PT Trans Nusantara Sejati, CH Budianto, pada Media Gathering dan Halal bi Halal Rider, akhir pekan lalu, di Jakarta.
Selain itu, media elektronik dan media cetak yang dinilai sebagai media yang paling efektif untuk menyampaikan produk anyar dari Rider yang salah satunya adalah produk underware yang diberi anti bakteri. Teknologi anti bakteri ini berasal dari Swiss. “Dalam percobaan laboratorium, dalam 40 kali cuci, baru lima persen kandungan anti bakterinya hilang atau lebih dari 2 tahun,” tambah Budianto seraya menambahkan produk dengan tagline adem bener ini sudah dipasarkan ke berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Kanada serta Jepang.
Dalam situsnya, www.rider.co.id, di dalam negeri, produk ini memiliki pemasaran pada peritel seperti Matahari, Carrefour, Hypermart dan peritel lainnya. Selain itu, Rider juga melakukan penjualan secara online. Namun pembelian secara “online” atau melalui internet signifikan belum terlalu dominan meningkatkan penjualan. Yang jelas, Rider menang satu langkah dibandingkan pemain online baru yang brand nya belum sekuat Rider . Karena salah satu faktor toko online adalah trust. Rider sudah punya itu. Terlepas dari keterbatasan yang ada, langkah ini jelas kemajuan yang patut diapresiasi.
Rider sendiri yakin dapat memenuhi kebutuhan celana dalam 240 juta penduduk Indonesia. Setiap tahunnya, Rider memproduksi 3,5 juta lusin. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, Rider juga mengekspornya ke beberapa negara Asean dan Amerika. “Kebutuhan pakaian dalam sangat besar. Kami menargetkan pertumbuhan pasarnya hingga 40 persen. Taruhlah 1:2 penduduk Indonesia adalah pria. Jadi ada sekitar 80 juta pria, sebanyak 60 jutanya pria muda. Belum lagi untuk anak-anak. Kami juga mulai fokus pada pakaian dalam perempuan, terutama untuk anak-anak. Kami optimis,” tambah Budianto.
Sementara itu, pertumbuhan Rider setiap tahun rata-rata angkanya di atas 40%, bahkan pernah mencapai 50%. Sedangkan market share-nya sudah mencapai 30% dilihat dari penjualan di modern market. Rider tetap akan menjadi market leader. Strateginya tetap menjaga kualitas produk dan harga kompetitif. “Bahan yang kami gunakan memang bisa memberi kenyamanan, 100% katun,” kata Hanan Supangkat, Chief Operating Officer PT Mulia Knitting Factory. Pihaknya akan tetap fokus menjadi leader produk pakaian dalam di Indonesia. “Kita inginkan fokus menjadi leader underwear di nasional dan Internasional,” tegasnya. (ju)














