ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Open Source AI: Perspektif Red Hat

Fauzi
27 February 2025 | 16:00
rubrik: Expert
Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Chris Wright, Chief Technology Officer and Senior Vice President, Global Engineering, Red Hat

Red Hat memandang kriteria minimum untuk open source AI sebagai bobot model berlisensi open source yang digabungkan dengan komponen software open source

Lebih dari tiga dekade lalu, Red Hat melihat potensi bagaimana pengembangan dan lisensi open source bisa menciptakan software yang lebih baik untuk mendorong inovasi IT. Tiga puluh juta baris kode kemudian, Linux tidak hanya berkembang menjadi software open source yang paling sukses, namun juga menjadi software yang paling sukses hingga saat ini. Komitmen kami terhadap prinsip-prinsip open source terus berlanjut hingga saat ini, tidak hanya dalam model bisnis kami, namun juga dalam budaya perusahaan. Kami yakin bahwa konsep-konsep ini dapat memberikan dampak yang sama terhadap kecerdasan buatan (AI) jika dilakukan dengan cara yang benar. Namun ada perbedaan yang jelas dalam dunia teknologi tentang apa yang dimaksud dengan “cara yang benar”.

AI, terutama large language models (LLMs) yang menggerakkan AI generatif (gen AI), tidak dapat dilihat dengan cara yang sama seperti software open source. Tidak seperti software, model AI pada dasarnya terdiri dari bobot model, yang merupakan parameter numerik yang menentukan bagaimana model memproses input, dan hubungan yang dibuatnya di antara berbagai titik data. Bobot model yang terlatih adalah hasil dari proses pelatihan ekstensif yang melibatkan sejumlah besar data pelatihan yang dipersiapkan, digabungkan, dan diproses dengan cermat.

Meskipun bobot model bukan software, namun dalam beberapa hal bobot model memiliki fungsi yang mirip dengan kode. Tidak sulit untuk menarik perbandingan bahwa data adalah, atau analog dengan, kode sumber dari model. Dalam open source, kode sumber biasanya didefinisikan sebagai ‘bentuk yang lebih disukai’ (preferred form) untuk memodifikasi software. Data pelatihan saja tidak akan sesuai dengan role ini, mengingat ukurannya yang biasanya sangat besar dan proses pre-training yang rumit yang menghasilkan hubungan yang renggang dan tidak langsung antara satu item data pelatihan dengan bobot yang dilatih dan perilaku yang dihasilkan model tersebut.

BACA JUGA:  Prediksi Teknologi 2024: Apa yang Bisa Kita Harapkan dari Generative AI dan Cloud Space?

Mayoritas perbaikan dan peningkatan model AI yang sekarang sedang terjadi di komunitas tidak melibatkan akses atau penyalahgunaan data pelatihan yang asli. Sebaliknya adalah hasil dari modifikasi pada bobot model atau proses penyempurnaan yang juga dapat berfungsi untuk menyesuaikan kinerja model. Kebebasan untuk melakukan perbaikan model tersebut mengharuskan bobot-bobot itu dirilis dengan semua izin yang diterima pengguna di bawah lisensi open source.

Pendapat Red Hat tentang open source AI

Red Hat melihat ambang batas minimum untuk open source AI sebagai bobot model berlisensi open source yang digabungkan dengan komponen software open source. Ini adalah titik awal dari open source AI, bukan tujuan akhirnya. Kami mendorong komunitas open source, otoritas yang berwenang, dan industri untuk terus berusaha menuju transparansi yang lebih besar dan keselarasan dengan prinsip-prinsip pengembangan open source saat melatih dan menyempurnakan model AI.

Ini adalah pandangan Red Hat, tentang bagaimana kami, sebagai ekosistem software open source, dapat secara praktis terlibat dalam open source AI. Ini bukanlah upaya untuk membuat definisi formal, seperti yang sudah dilakukan oleh Open Source Initiative (OSI) dengan Open Source AI Definition (OSAID). Sudut pandang kami hingga saat ini hanyalah pandangan kami tentang apa yang membuat open source AI dapat dicapai dan diakses oleh komunitas, organisasi dan vendor yang paling luas.

Kami menerapkan sudut pandang ini melalui karya kami di komunitas open source, yang ditunjukkan dengan proyek InstructLab yang dipimpin oleh Red Hat dan pekerjaan kami seputar keluarga model berlisensi open source Granite dengan IBM Research. InstructLab secara signifikan mengurangi penghalang untuk kontribusi model AI dari non-data scientist. Dengan InstructLab, para ahli di berbagai bidang dan industri bisa menambahkan keahlian dan pengetahuan mereka ke dalam InstructLab, baik untuk penggunaan internal, maupun untuk membantu mendorong model open source AI yang dapat diakses secara luas untuk komunitas hulu (Upstream community).

BACA JUGA:  Menjembatani Teknologi Masa Kini dan AI di Masa Depan

Rangkaian model Granite 3.0 menangani berbagai macam kasus penggunaan AI, mulai dari penulisan kode hingga pemrosesan natural language, hingga menggali insight dari dataset yang sangat besar, semuanya dilakukan di bawah lisensi open source yang permisif. Kami membantu IBM Research membawa rangkaian model kode Granite ke dunia open source, dan terus mendukung rangkaian model tersebut, baik dari sudut pandang open source maupun sebagai bagian dari penawaran Red Hat AI kami.

Reaksi yang disebabkan oleh pengumuman baru-baru ini dari DeepSeek menunjukkan bagaimana inovasi open source bisa berdampak pada AI, baik di tingkat model maupun di luarnya. Jelas ada kekhawatiran seputar pendekatan DeepSeek, yaitu bahwa lisensi model tidak menjelaskan bagaimana model tersebut diproduksi, yang semakin memperkuat perlunya transparansi. Namun demikian, disrupsi ini menegaskan pandangan kami tentang masa depan AI: terbuka, berpusat pada model yang lebih kecil, dioptimalkan, dan dapat disesuaikan dengan kasus penggunaan data perusahaan tertentu di mana saja di seluruh hybrid cloud.

Memperluas open source AI di luar model

Teknologi open source dan prinsip-prinsip pengembangannya merupakan inti penawaran AI kami, seperti halnya portofolio AI Red Hat. Red Hat OpenShift AI dibangun di atas fondasi Kubernetes, KubeFlow dan container yang sesuai dengan Open Container Initiative (OCI) bersama dengan sejumlah teknologi cloud-native open source lain. Red Hat Enterprise Linux AI (RHEL AI) menggabungkan keluarga Granite LLM berlisensi open source dari IBM dan proyek open source InstructLab.

Pekerjaan Red Hat dalam bidang open source AI berkembang melampaui InstructLab dan rangkaian model Granite hingga ke tool dan platform yang dibutuhkan untuk benar-benar menggunakan dan memanfaatkan AI secara produktif. Kami aktif dalam proyek dan komunitas hulu yang semakin berkembang, dan telah memprakarsai lebih banyak lagi proyek dan komunitas, termasuk (namun tidak terbatas pada):

  • RamaLama, sebuah proyek open source yang bertujuan menjadikan manajemen lokal dan penyediaan model AI jauh lebih mudah dan sederhana;
  • TrustyAI, toolkit open source untuk mengembangkan alur kerja AI yang lebih bertanggung jawab;
  • Climatik, proyek yang dipusatkan untuk membantu AI menjadi lebih berkelanjutan dalam mengkonsumsi energi
  • Podman AI Lab, toolkit pengembang yang fokus untuk membantu eksperimentasi dengan LLM open source;
BACA JUGA:  Anker Rilis Soundcore R60i NC

Pengumuman kami baru-baru ini tentang Neural Magic semakin memperluas visi AI kami, sehingga memungkinkan organisasi untuk menyelaraskan model AI yang lebih kecil dan dioptimalkan, termasuk model berlisensi open source, dengan data mereka, di mana pun data itu berada di hybrid cloud. Organisasi IT kemudian bisa menggunakan server inferensi vLLM untuk mendukung keputusan dan output dari model-model ini, yang membantu membangun AI stack yang dikembangkan di atas teknologi yang transparan dan didukung.

Bagi Red Hat, open source AI ‘hidup dan bernafas’ dalam hybrid cloud. Hybrid cloud memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan untuk memilih lingkungan terbaik untuk setiap beban kerja AI, mengoptimalkan kinerja, biaya, peningkatan, dan persyaratan keamanan. Platform, tujuan dan organisasi kami mendukung upaya ini, dan kami berharap dapat berkolaborasi dengan para mitra industri, pelanggan, dan komunitas open source yang lebih luas karena kami akan terus mendorong inovasi open source AI ke depan.

Ada potensi yang sangat besar untuk memperluas kolaborasi terbuka di bidang AI. Kami melihat masa depan yang mencakup kerja yang transparan pada model serta pelatihan mereka. Entah itu minggu depan atau bulan depan (atau lebih cepat, mengingat betapa cepatnya AI berkembang), kami akan terus mendukung dan menerapkan upaya-upaya yang mendorong batas-batas apa yang dimaksud dengan demokratisasi dan keterbukaan dunia AI.

Tags: AIGenerative AIOpen Source AIRed Hat
Previous Post

Investasi Properti Komersial di Asia Pasifik Tembus US$131 Miliar di 2024

Next Post

Mentransformasi Keamanan Siber dengan Precision AI™ di Palo Alto Networks Ignite on Tour Indonesia 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar FGD, Telkomsel Berupaya Hadirkan Solusi Inovatif untuk Dukung Bisnis Ritel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Ungkap Melesatnya Tren Lari di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Cek Penerima Bansos di Cekbansos.Kemensos.go.id

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto