ItWorks-Meski dibayangi pelemahan daya beli, PT Metropolitan Land (Metland) Tbk (MTLA) optimistis bisa mengejar target marketing sales senilai Rp 2 triliun di tahun ini, yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue. Berbagai strategi inovasi dilakukan, salah satunya melalui penguatan channel digital, terutama menyasar kalangan generasi muda (gen Z) sebagai digital native, yang sangat aktif di berbagai platform media sosial.
Memasuki tahun 2025, tercatat hingga April marketing sales MTLA mencapai Rp 661 miliar, dengan pendapatan Rp 485 miliar dari penjualan residensial dan Rp 176 miliar dari pendapatan berulang. Metland juga bisa terus melanjutkan kinerja penjualan dan optimistis bisa mencapai target yang telah ditetapkan untuk tahun 2025 sebesar Rp 2 triliun dengan sejumlah strategi dan pengembangan proyek baru.
“Guna mendorong target penjualan, kami juga terus melakukan inovasi strategi digital untuk mendukung pemasaran dan promosi, memberikan stimulus tambahan agar dapat menumbuhkan daya tarik dan minat beli masyarakat. Mengadaptasi tren teknologi dan gaya hidup masa kini, tahun ini Metland juga menghadirkan kembali program Blanjaproperti 2025 yang diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan pameran offline dan online. Di sistem manajemen, kami terus perkuat transformasi digital, bahkan juga mulai mengadopsi smart technology seperti AI (Artificial Inteligence, IoT (Internet of Things) dan lainnya untuk meningkatkan daya saing dan kinerja, termasuk meningkatkan layanan dan hubungan pelanggan,” ungkap Presiden Direktur (Presdir) Metland, Anhar Sudradjat dalam paparan pers menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan (28/5/2025), di Hotel Horison Ultima-Bekasi.
Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk (Metland) dengan kode saham MTLA menyelenggarakan RUPST untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024. “Baru saja kami melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Laporan tahunan perseroan tahun buku 2024, telah diterima dengan baik dan mendapatkan pengesahan serta persetujuan di RUPST,”ujar Anhar Sudradjat.
Disebutkan, kinerja MTLA tahun buku 2024 mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp2,021 triliun atau tumbuh sebesar 18,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp1,705 triliun. Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp469 miliar. Jumlah tersebut meningkat 12,37 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) sebesar Rp418 miliar.
Dana dialokasikan sebagai cadangan sebesar Rp1 miliar, sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan. PT Metropolitan Land Tbk juga akan membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2024. “RUPST juga menyetujui sebesar sekitar Rp. 86,12 miliar atau sebesar Rp11,25 per lembar saham untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada 7.655.126.330 pemegang saham sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Metland membagikan dividen kepada pemegang saham sebagai komitmen Metland untuk terus berusaha tumbuh positif dan mewarnai hidup dengan produk-produk yang dikembangkan,” ujar Anhar.
Dijelaskan, kinerja MTLA tahun buku 2024, baik peningkatan pendapatan dan laba, di antaranya ditopang oleh pendapatan penjualan properti yang cukup baik yang didukung stimulus PPN DTP serta performa dari pusat perbelanjaan dan hotel terutama hotel Metland di Bali. “Kontribusi masing-masing bidang usaha MTLA terhadap total pendapatan adalah 74% dari penjualan residensial dan 26% berasal dari pendapatan berulang diataranya pusat perbelanjaan, hotel, pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Metland Olivia Surodjo mengatakan, MTLA juga mulai memasarkan proyek residensial terbaru Metland Kertajati di Kertajati, Majalengka sejak akhir tahun 2024 dan mendapat respon pasar yang cukup baik. Pada unit komersial, Metland melanjutkan proyek perluasan Grand Metropolitan yang sudah selesai tutup atap pada bulan April lalu.
Menopang kinerja di tahun 2025, MTLA terus melakukan pengembangan pada proyek residensial berjalan dengan menghadirkan produk terbaru seperti Metland Menteng yang memasarkan tipe White Rose dan ruko Conifera, Metland Transyogi yang memasarkan cluster Walden, Metland Cibitung yang memasarkan cluster Barcelona Cove dan Havana Breeze, serta Metland Cikarang yang memasarkan produk terbarunya yaitu tipe Derora.
Dalam hal ini, PT Metropolitan Land Tbk hingga April lalu, telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp155 miliar. Angka tersebut mencapai 21 persen dari total anggaran tahun ini sebesar Rp750 miliar.
Ditambahkan, sebagian besar serapan capex dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di proyek-proyek baru,seperti Kertajati, kemudian Cikarang. Selain proyek infrastruktur, capex juga digunakan untuk pengembangan pusat perbelanjaan milik perseroan.Salah satu proyek yang mendapat alokasi capex yaitu perluasan mal.
Hal ini lanjutnya, sejalan dengan salah satu bisnis inti Metland di sektor komersial. Metland juga mengalokasikan sebagian anggaran capex tahun ini untuk pembelian lahan. Namun hingga kuartal pertama, realisasi pembelian tanah dinilai masih relatif kecil dibanding pos infrastruktur dan proyek berjalan.
Transformasi Digital
Terkait strategi digital, Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Wahyu Sulistio mengatakan, bahwa perseroan juga konsisten melakukan inovasi dan pengembangan teknologi digital untuk meningkatkan performa manajemen maupun mendorong pemasaran dan penjualan. Salah satu yang kini sedang berlangsung yakni event Metland Blanjaproperti 2025 yang diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan offline dan online untuk memudahkan konsumen mencari hunian idaman.
Pameran offline atau secara langsung telah digelar sejak 22 April hingga 4 Mei 2025 lalu di Atrium Metropolitan Mall Bekasi. Sedangkan untuk pameran online dihelat lebih panjang, yakni dari 22 April hingga 22 Juli 2025. “Dengan sistem digital, konsumen atau pengujung bisa leluasa mendapatkan banyak informasi terkait proyek properti Metland dan juga berbagai proyek hunian dengan mengakses situs resmi www.blanjaproperti.com. Kapan pun dan dari manapun. Sejauh ini responsnya pun cukup bagus, terutama dari kalangan muda dan gen Z,” ujarnya.
Masih terkait digital, Metropolitan Land Tbk (Metland) beberapa waktu lalu juga meluncurkan aplikasi MONA (Metland Online Assistant) sebuah virtual assistant chat berbasis AI (Artificial Intelligence). “Kehadiran MONA menandai komitmen Metland dalam meningkatkan pengalaman pelanggan melalui layanan digital yang inovatif dan responsif,” tambahnya.
Dijelaskan, Metland Online Assistant dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi yang cepat, akurat serta personal. Inovasi teknologi berbais AI ini mampu menjawab berbagai pertanyaan pelanggan serta memberikan informasi terkait produk dan layanan Metland, termasuk produk terbaru, detail promosi, agenda kegiatan terkini, informasi harga, dan berbagai layanan lainnya.
Sebelumnya Metropolitan Land juga meluncurkan MIRA (Metland Interactive Response Assistant), sistem smart home berbasis kecerdasan buatan (AI). MIRA dikembangkan melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi AI, Orpin.“Kehadiran MIRA merupakan bagian dari komitmen Metland dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi di sektor properti. MIRA hadir untuk menjawab kebutuhan hunian modern yang mengutamakan efisiensi, keamanan dan kenyamanan. Dengan teknologi AI yang terintegrasi, pengguna dapat mengontrol berbagai aspek rumah mereka dengan lebih mudah dan cerdas,” terangnya.
Inovasi ini menandai era baru dalam industri properti yang dikembangkan Metland dengan menghadirkan solusi smart home (hunian pintar) yang lebih cerdas, efisien dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. (AC)














