Jakarta – iTech, Bank Bukopin dan Kibar bekerjasama meluncurkan BNV Labs (Bukopin Inovation Labs). BNV Labs disebutkan Yansen Kamto, CEO Kibar, dibuat adalah inkubator yang dibuat untuk mengembangkan startup financial technology (fintech). “Komisaris (perbankan) perlu memikirkan forward atau backward intregation terkait gelombang fintech,” jelas Rudiantara dalam sambutannya. “Perbankan Indonesia perlu memikirkan model bisnis baru, terutama untuk consumer banking,” tambahnya.
Adhi Brahmantya, Direktur Pengembangan Bisnis & Teknologi Bank Bukopin, menyatakan bahwa BNV Labs akan menjadi co-working space para bankir masa depan. Sebab, BNV Labs menjanjikan untuk memberi akses pendampingan, berbagi keahlian, dan akses pasar bagi startup fintech yang diayominya. Menurut Adhi, BNV Labs akan dikolaborasikan dengan gerakan 1000 startup yang sudah dijalankan Kibar dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Secara umum, Adhi menjelaskan bahwa 1000 startup digital akan melakukan workshop dan rekrutmen peserta dari kampus ke kampus. Mereka yang tertarik untuk mengikuti program 1000 startup digital ini nantinya akan mengikuti seleksi. Mereka yang lolos akan mendapat kesempatan untuk mendapat co-founder dan membentuk tim. Tim terpilih nantinya akan diayomi dibawah BNV Labs untuk mengembangkan bisnis fintech mereka.
Harapannya, lewat BNV Labs ini lahir inovasi-inovasi keuangan dan perbankan yang bisa memperkuat bisnis inti Bukopin. Adhi mengklaim bahwa sebelumnya Bukopin sudah memiliki fintech binaan yang diambil lewat kompetisi. Namun, sayanggnya, startup fintech yang didapat dengan cara ini menurutnya kurang pas dengan budaya yang dikembangkan Bukopin.
Rudiantara berharap, dukungan perbankan terhadap ekosistem startup fintech bisa memberi kontribusi positif terhadap perkembangan inklusi keuangan dan perekonomian tanah air pada umumnya. “Saya mendorong semua korporasi untuk mau mendukung inovasi (startup teknologi) untuk menberi solusi,” tuturnya seusai acara. Ia pun memaparkan bahwa kerjasama antara perbankan dengan startup fintech bisa dalam berbagai bentuk. “Perbankan kan memiliki nasabah prioritas. Nah, bank bisa bantu akses pendanaan angel investor untuk para startup ini daripada ditaruh untuk investasi reksadana atau yang lainnya,” terangnya memberi contoh.













