ItWorks-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Software Labs (LabMu) memperkenalkan sistem identitas digital baru- meluncurkan sistem Digital ID (Identital Digital) pada Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (e-KTAM) yang akan menjadi standar keanggotaan resmi Muhammadiyah. Menggandeng VIDA, inisiatif ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun ekosistem digital terintegrasi yang aman dan inklusif, berlandaskan prinsip satu identitas, satu data, dan satu sistem layanan umat.
Dalam acara bertajuk “Sosialisasi Penerapan Keamanan Digital dan Pengamanan Data Pribadi” yang di gelar di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, belum lama ini, Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai institusi keagamaan harus hadir secara kuat di ruang digital, dengan identitas yang sah, sistem yang aman, serta layanan yang tepercaya, demi menjawab tantangan zaman dan menjaga kepercayaan umat.
“Data warga bukan sekadar deretan angka dan nama, ini adalah amanah, cerminan kepercayaan, dan aset strategis organisasi. Ini adalah wujud tanggung jawab kita dalam memastikan tata kelola organisasi yang sah secara hukum, patuh terhadap regulasi nasional, dan menjaga martabat persyarikatan,” ungkap Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si dilansir dalam rilis pers (19/06/2025).
Disebutkan, sistem keanggotaan digital ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan tata kelola data yang tertib, legal, dan berbasis perlindungan data pribadi. Dengan pendekatan yang adaptif dan akuntabel, sistem ini memungkinkan proses identifikasi dan manajemen iuran anggota berjalan lebih efisien, transparan, serta sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UUPDP).
“Peluncuran sistem e-KTAM merupakan wujud nyata dari komitmen moral dan strategis Muhammadiyah untuk melindungi identitas digital seluruh anggota Muhammadiyah. Kami menyambut baik kolaborasi bersama VIDA dalam membangun fondasi identitas digital yang sah secara hukum, terverifikasi secara teknologis dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ungkap Prof. Dr. Muchlas, M.T. Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP.
Kolaborasi ini melibatkan VIDA sebagai penyedia teknologi pendukung yang memastikan sistem digital keanggotaan Muhammadiyah dapat beroperasi sesuai standar perlindungan data nasional dan internasional. Kehadiran VIDA menambah dimensi keamanan dan legalitas pada verifikasi identitas yang digunakan. “Kami percaya bahwa membangun kepercayaan digital dimulai dari komunitas. Sesuai dengan komitmen VIDA untuk melindungi identitas digital, to make it easy to prove who you are and prevent fraud before it starts, kolaborasi dengan Muhammadiyah merupakan amanah yang sangat besar yang harus kita emban di dunia digital, dan ini merupakan sebuah bukti nyata bagaimana teknologi bisa menyatu dengan nilai, menjaga martabat organisasi, dan tetap patuh terhadap kerangka hukum yang berlaku,” tutur Sati Rasuanto, Co-founder & President VIDA.
Asad Fatchul’ilmi, CEO Muhammadiyah Software Labs (LabMu) mengatakan, LabMu sebagai unit teknologi strategis di lingkungan Muhammadiyah memainkan peran penting dalam pengembangan resmi sistem e-KTAM dan IuranMu. Sistem e-KTAM ke depannya akan terintegrasi dengan aplikasi MASA (Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App). Hal ini memungkinkan anggota mengelola keanggotaan, melakukan pembayaran IuranMu, hingga mengakses layanan-layanan Persyarikatan melalui satu identitas digital yang sah dan terpercaya. Transformasi digital bukan sekadar soal teknologi, tapi juga soal kedaulatan data, perlindungan hukum, dan keberlanjutan organisasi.
Dengan menggandeng VIDA, Muhammadiyah memastikan setiap inovasi tetap dalam koridor yang aman, syar’i, dan terverifikasi.”Kerja sama antara Muhammadiyah dan VIDA ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik, VIDA berkomitmen untuk selalu mendampingi Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan Informasi, serta LabMu dalam perjalanan transformasi digital. Peran yang dijalankan VIDA tidak hanya sebatas penyedia teknologi, tetapi sebagai mitra strategis yang mendukung penuh misi sosial keumatan sekaligus meneguhkan perlindungan data sebagai fondasi utama dalam membentuk warga digital yang berdaulat dan berdaya.














