ItWorks.id- Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, berkesempatan menghadiri acara pembukaan “Konvensi Sains dan Teknologi (KSTI) yang resmi dibuka hari ini (7/8/2025) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Dago, Bandung, Jawa Barat. Konvensi ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia yang dihadiri ribuan Ilmuwan Terbaik” dari berbangai disiplin ilmu.
Sebagaimana dirilis Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI Setpres) melalui portal web Setneg baru-baru ini, keberangkatan Kepala Negara kali ini terbilang istimewa karena tidak menggunakan pesawat atau helikopter, namun memilih moda transportasi kereta cepat Whoosh.
Perjalanan dari Stasiun Halim menuju Stasiun Tegalluar ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit. Kecepatan dan kenyamanan kereta cepat ini menjadi simbol modernisasi transportasi di Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk mendukung penggunaan sarana transportasi publik yang ramah waktu.
Acara Konvensi Sains dan Teknologi (KSTI)dihadiri oleh para ilmuwan terkemuka, teknokrat, CEO BUMN, pelaku industri, hingga para pengambil kebijakan. Konvensi menitikberatkan pada integrasi riset, pendidikan tinggi, dan industri akan mempertemukan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk diaspora Indonesia.
“Hari ini kita mengundang 350 rektor dari perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian kita juga mengundang seribu lebih peneliti terbaik di Indonesia,” kata Brian di Auditorium Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat, (7/8/2025).
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara ini, sempat menyapa sejumlah anggota kabinetnya. Beberapa kali ia berkelakar mengungkit latar belakang menterinya yang merupakan lulusan ITB. Prabowo mulanya menyapa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto sekaligus penyelenggara acara. Ia juga menyapa Rektor ITB Tatacipta Dirgantara, jajaran guru besar dan sivitas akademika.
“Yang saya hormati para rektor perguruan tinggi dan rektor perguruan tinggi swasta dan semua dosen yang berkenan hadir. Yang saya banggakan para mahasiswa kandidat doktor, para peneliti unggul science, technology, engineering dan mathematics dari seluruh Indonesia,” kata Prabowo sebagaimana dilansir YouTube Sekretariat Presiden, (7/8/2025).
Dalam laporananya, Mendikti Saintek, Brian Yuliarto menyebut konvensi terbesar ini jadi yang pertama diselenggarakan Indonesia. Adapun konvensi adalah bentuk inisiatif Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Pertama kali dikakukan di bangsa ini, kita sama sama mengetahui Bapak Presiden senantiasa menginspirasi mengumpulkan peneliti Indonesia,” kata Brian.
Kegiatan KSTI 2025 diisi juga oleh sesi diskusi panel dan executive session. Pengisi acara terdiri dari jajaran kementerian dan lembaga strategis hingga para peraih Nobel dan akademisi dunia. “KSTI merupakan ruang strategis untuk mempertemukan riset inovasi dan ketegasan arah kebijakan negara,” lanjut Brian.
Brian mengatakan gelaran konvensi terbesar ini turut menyambut Hari Teknologi Nasional yang jatuh pada Minggu, 10 Agustus 2025 mendatang.”Juga diperingati berkenaan Hari Kebangkita Teknologi Nasional (Harteknas) yang jatuh pada 10 agustus,” katanya.
Agenda lain dalam acara ini adalah penyusunan peta jalan riset inovasi dan teknologi, penguatan sains dan kebijakan serta mempertemukan inovasi dengan kementerian.














