ItWorks- Setelah 15 tahun berkiprah, Amartha kini bertransformasi menjadi Amartha Financial untuk menghadirkan layanan keuangan digital bagi masyarakat daerah. Transformasi Amartha Financial sekaligus menjadi momentum diluncurkannya fitur uang elektronik atau dikenal sebagai dompet digital melalui aplikasi AmarthaFin, pasca diraihnya izin uang elektronik dari Bank Indonesia (BI).
“Potensi ekonomi daerah dan masyarakat perdesaan sangat besar, namun belum terealisasi secara optimal. Melalui Amartha Financial, kami kini menghadirkan layanan keuangan digital yang lebih lengkap, yang khusus dirancang untuk kebutuhan masyarakat perdesaan guna mendorong inklusi keuangan serta memicu pertumbuhan ekonomi daerah. Semua layanan Amartha Financial dapat diakses melalui aplikasi AmarthaFin, yang memudahkan pengguna untuk melakukan pembayaran, investasi, hingga akses permodalan,” ungkap , Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, pada acara launching (62/08/2025), di Jakarta.
Layanan tersebut dihadirkan oleh anak perusahaan PT Amartha Financial Group meliputi pendanaan produktif untuk UMKM, layanan uang elektronik (atau biasa dikenal dompet digital), serta layanan multifinance untuk UMKM.
Seluruh entitas ini berizin dan diawasi oleh regulator masing-masing. Selain itu, Amartha Financial memfasilitasi penyaluran zakat, keagenan, PPOB, dan lain-lain melalui kerja sama dengan mitra strategis. Aplikasi ini juga menyediakan fitur bagi investor untuk mendanai UMKM di daerah dengan imbal hasil yang sesuai, menjadi jembatan antara masyarakat perdesaan dan investor nasional maupun global.
Pakar ekonomi dan keuangan digital sekaligus Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menyampaikan pandangannya mengenai lanskap keuangan digital di Indonesia. “Data menunjukkan sekitar 81% masyarakat Indonesia belum memiliki akses ke layanan keuangan formal secara penuh. Artinya, inklusi keuangan masih sangat rendah terutama di daerah. Transformasi yang dilakukan oleh Amartha ini diharapkan bisa mendorong inklusi keuangan di daerah, terutama di akar rumput, sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah bisa didorong secara signifikan,” ungkapnya.














