ItWorks.id-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama OceanX menjalin kolaborasi untuk melakukan riset laut dalam yang akan dimulai pada November–Desember mendatang. Ekspedisi perdana ini akan difokuskan pada ekosistem gunung api bawah laut di Sulawesi Utara, sebuah wilayah yang belum pernah dijelajahi.
Ketua Tim Tata Kelola Ekspedisi, Direktorat Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Adi Slamet Riyadi mengatakan, OceanX akan menyediakan platform penelitiannya yang unik dan berskala global, yaitu berupa Kapal Riset Ocean Explorer dan berkerja sama dengan BRIN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BAPPENAS, serta perguruan tinggi Indonesia untuk bersama-sama merancang dan melaksanakan ekspedisi, program pelatihan, maupun hasil-hasil ilmiah. Ekspedisi perdana ini akan difokuskan pada ekosistem gunung api bawah laut di Sulawesi Utara, sebuah wilayah yang belum pernah dijelajahi.
“Ekspedisi pertama ini akan menghasilkan data dasar ekologi dan genetik yang mendukung desain kawasan konservasi laut nasional. Serta melatih para peneliti Indonesia di atas kapal dan membangun momentum untuk eksplorasi laut dalam yang dipimpin oleh Indonesia,” kata Adi, dalam sosialisasi secara daring, (25/8/25) yang dirilis Humas BRIN, di Jakarta, baru-baru ini.
Menurutnya, laut Indonesia memiliki peran penting sebagai salah satu batas akhir keanekaragaman hayati, pengaturan iklim, serta sumber daya genetik laut.“Untuk membantu menutup gap atau kesenjangan pengetahuan ini dan memajukan tujuan nasional Indonesia dalam tata kelola laut yang berkelanjutan, maka OceanX dan BRIN meluncurkan misi kolaboratif dengan fokus pada ilmu pengetahuan laut dalam, peningkatan kapasitas, dan pembuatan data yang relevan dengan kebijakan,” tambahnya.
Kolaborasi ini sepenuhnya berada di bawah kepemimpinan Indonesia sesuai UU Sisnas Iptek No. 11 tahun 2019. Serta selaras dengan platform penelitian kerja sama BRIN (2025–2027) dan berbagai inisiatif nasional seperti Proyek Kapal Riset Nusantara (KRISNA), Proyek Laut Sejahtera (LAUTRA), dan RPJMN.
Lebih lanjut Adi merinci, enam tema yang riset menjadi fokus utama dalam ekspedisi ini, yaitu: Deep-Sea Biodiversity and Ecosystem Health; Oceanographic Drivers and Ecosystem Connectivity; Marine Genomics and Biodiversity Mapping; Submarine Geology and Geohazard; Megafauna and Food Web Dynamics (Pilot); serta Ecosystem Services and Carbon Dynamics (Pilot).
OceanX akan menghadirkan berbagai wahana riset canggih, termasuk Kapal Riset Ocean Explorer dengan panjang 87 meter, dilengkapi laboratorium kering dan basah, CTD rosette sampling, ROV dengan kemampuan hingga 60 meter, triton submersibles hingga kedalaman 1.000 meter, serta airbus helikopter untuk observasi megafauna.
Adi menerangkan, terdapat beberapa persyaratan peserta yang perlu diperhatikan lebih detail.Peserta minimal S2 atau master di bidang Ilmu Kelautan atau Ilmu Kebumian, berstatus WNI yang berafiliasi BRIN, perguruan tinggi, organisasi riset lain, atau ilmuwan asing yang mempunyai kolaborator Indonesia.
“Peserta hanya boleh terlibat dua pengajuan proposal dalam program RIIM Invitasi Strategis tahun ini, baik sebagai ketua dan anggota maupun dua-duanya sebagai anggota. Kemudian peserta wajib berpartisipasi dalam penelitian ilmiah kelautan ini dalam hal data akuisisi maupun pengambilan sampelnya,” lanjut Adi.
Sebagai informasi, pengumuman pembukaan sudah dimulai tanggal 22 Agustus lalu hingga 3 September bersamaan dengan seleksi administrasi, seleksi substansi pada 4 – 8 September, pengumuman pada 9 September, Workshop pada 10 – 11 September 2025, dan Sailing Departure mulai November hingga Desember 2025.
“Pengusulan proposal, deskripsi, persyaratan, jadwal, petunjuk teknis, termasuk kontak sudah ditersedia dan dapat diakses melalui laman https://pendanaan-risnov.brin.go.id,” pungkasnya.














