ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset: Mayoritas Perusahaan yang Siap Manfaatkan AI Unggul dalam Kompetisi Nilai

Fauzi
15 October 2025 | 16:44
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan teknologi global papan atas di bidang jaringan dan keamanan, Cisco, hari ini merilis hasil dari Cisco AI Readiness Index tahunan yang ketiga.

Dalam laporan tersebut, teridentifikasi satu kelompok kecil namun konsisten yang disebut “Pacesetters” — mencakup sekitar 23% perusahaan yang disurvei di Indonesia dan 13% di tingkat global selama tiga tahun terakhir — yang secara konsisten unggul dalam setiap kriteria penciptaan nilai dari AI. Kelompok ini diidentifikasi untuk pertama kalinya melalui studi global Cisco yang melibatkan lebih dari 8.000 pemimpin AI dari 30 negara dan 26 industri.

Keunggulan yang berhasil dipertahankan oleh para Pacesetters ini mengindikasikan bentuk ketangguhan baru: pendekatan yang disiplin di level sistem yang menyeimbangkan pendorong strategis dengan data dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengimbangi perkembangan AI yang semakin cepat. Para Pacesetters sudah membuat desain untuk masa depan dengan 98% di tingkat global merancang jaringan mereka untuk mengimbangi pertumbuhan, skala dan kompleksitas AI, dibandingkan dengan hanya 68% di Indonesia.

Kombinasi kemampuan membuat prediksi dan fondasi memberikan hasil yang nyata dan jelas ketika dua kekuatan besar mulai membentuk lanskap ini: agen AI, yang menaikkan standar untuk skala, keamanan dan tata kelola; dan AI Infrastructure Debt, peringatan dini tentang hambatan tersembunyi yang mengancam akan menggerus nilai dalam jangka panjang.

“Cisco AI Readiness Index tahun ini menjelaskan satu hal: kesiapan membawa ke pencapaian nilai,” kata Sheldon Chen, Country Leader Interim, Cisco Indonesia. “Secara menyeluruh, kami melihat bahwa perusahaan-perusahaan yang siap memanfaatkan AI, yaitu para Pacesetters di dalam riset kami, telah membuktikan hal ini. Mereka tiga kali lebih mungkin untuk membawa uji coba AI ke tahap produksi/implementasi penuh, dan 20% lebih mungkin untuk mendapatkan nilai yang terukur. Ketika banyak organisasi berupaya menerapkan agen AI, kesuksesan mereka tergantung pada kesiapan, disiplin dan tindakan mereka.”

Profil Pacesetter: Kesiapan sebagai keunggulan kompetitif
Riset Cisco memaparkan pola yang konsisten di antara para pemimpin yang mencapai hasil nyata.

BACA JUGA:  Ericsson Prediksi Peningkatan Penggunaan TIK di Sektor Manufaktur pada 2030

• Mereka menjadikan AI bagian dari bisnis, bukan proyek sampingan
Hampir semua perusahaan dalam kategori Pacesetters ini (99%) di tingkat global sudah memiliki peta jalan AI yang jelas (vs 78% di Indonesia) dan 91% (vs 51% di Indonesia) memiliki rencana manajemen perubahan. Anggaran sesuai dengan tujuan, dengan 79% menjadikan AI sebagai prioritas investasi teratas (vs 37% di Indonesia) dan 96% dengan strategi pendanaan jangka pendek dan panjang (vs 69% di Indonesia).

• Mereka membangun infrastruktur yang siap untuk berkembang
Mereka mendesain infrastruktur untuk era AI yang terus-menerus aktif. 71% dari Pacesetters di tingkat global mengatakan bahwa jaringan mereka yang sepenuhnya fleksibel dan bisa segera ditingkatkan untuk proyek AI apa pun (vs 27% di Indonesia), dan 77% berinvestasi di pusat data dengan kapasitas baru dalam 12 bulan mendatang (vs 55% di Indonesia)

• Mereka membawa uji coba ke produksi
Di tingkat global, 62% memiliki proses inovasi yang matang dan bisa diulangi untuk menghasilkan dan meningkatkan kasus penggunaan AI (vs 19% secara keseluruhan di Indonesia), dan tiga perempat (77%) sudah merampungkan kasus penggunaan tersebut (vs 26% di Indonesia)

• Mereka mengukur apa yang penting
Di tingkat global, 95% melacak dampak dari investasi AI mereka, dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya, dan 71% yakin jenis penggunaan AI mereka akan menghasilkan aliran pendapatan baru, dibandingkan dengan rata-rata 57% di Indonesia.

• Mereka mengubah keamanan menjadi kekuatan
Di tingkat global 87% sangat menyadari adanya ancaman spesifik AI (vs 62% secara keseluruhan di Indonesia), 62% mengintegrasikan AI ke dalam sistem keamanan dan identitas mereka (vs 40% di Indonesia) dan 75% sudah dilengkapi dengan alat untuk mengendalikan dan mengamankan agen AI (vs 56% di Indonesia). Kepercayaan adalah bagian dari persamaan nilai bagi Pacesetter.

BACA JUGA:  Studi: Otomatisasi Alur Kerja Dorong Peningkatan Produktivitas 20%

Para Pacesetters mendapatkan hasil yang lebih luas dibandingkan rekan-rekannya karena pendekatan ini: di tingkat global, 90% melaporkan peningkatan dalam profitabilitas, produktivitas, dan inovasi, dibandingkan dengan 81% secara keseluruhan di Indonesia.

Agen AI: Ambisi mendahului kesiapan
Index ini menunjukkan bahwa 97% organisasi di Indonesia berencana untuk menerapkan agen AI, dan hampir 45% mengharapkan agen AI tersebut akan bekerja berdampingan dengan karyawan di tahun depan. Namun bagi mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut, agen AI mengungkap fondasi yang lemah, sistem yang nyaris tidak mampu menangani AI reaktif berbasis tugas, apalagi sistem AI yang berpikir, bertindak secara otonom, dan belajar terus-menerus. Sebanyak 29% responden mengatakan jaringan mereka tidak bisa ditingkatkan untuk mengatasi kompleksitas atau volume data, dan hanya 27% yang menyebutkan bahwa jaringan mereka fleksibel atau bisa beradaptasi.

Para Pacesetters sekali lagi adalah pengecualian. Pendekatan mereka yang disiplin dan sistematis sudah membantu membangun fondasi yang akan mereka butuhkan untuk melakukan peningkatan.

AI Infrastructure Debt: Hambatan yang muncul pada nilai
Laporan ini memperkenalkan satu konsep baru, AI Infrastructure Debt, utang berupa ketertinggalan dalam evolusi teknis dan digital modern yang pernah menghambat kemajuan transformasi digital.

AI Infrastructure Debt adalah akumulasi tersembunyi yang mencakup kompromi, penundaan dalam melakukan upgrade, dan arsitektur yang tidak didanai dengan cukup, yang mengikis nilai AI seiring waktu. Beberapa tanda peringatan dini sudah terlihat: 49% memperkirakan beban kerja akan meningkat lebih dari 30% dalam tiga tahun kedepan, 70% mengalami kesulitan untuk memusatkan data, hanya 47% yang memiliki kapasitas GPU yang memadai, dan hanya 37% dapat mendeteksi atau mencegah ancaman spesifik AI.

Tanda-tanda peringatan awal tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ambisi penerapan AI dan tingkat kesiapan operasional perusahaan. Namun, ketika sistem pendukung AI tidak memiliki keamanan yang memadai, kesenjangan ini dapat meningkatkan potensi risiko. Meskipun para Pacesetters tidak sepenuhnya kebal terhadap tantangan tersebut, visi jangka panjang, tata kelola yang kuat, serta disiplin dalam berinvestasi menempatkan mereka pada posisi yang lebih baik untuk mencegah masalah kecil berkembang menjadi risiko yang lebih besar dan mahal.

BACA JUGA:  Serangan Terhadap Perangkat Seluler Meningkat Signifikan di 2023
Tags: Agentic AIAICiscoGenerative AI
Previous Post

TOP Digital Awards 2025: Bale By BTN Andalan Transformasi Digital Bank Tabungan Negara

Next Post

Gelar Program “One Tree, One Future”, ZTE Perkuat Komitmen Masa Depan Digital Ramah Lingkungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengalaman Setelah Empat Minggu Work from Home

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix GT 30 Pro Resmi Meluncur di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spionase Siber Kimsuky Menargetkan Lebih Banyak Negara Di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Strategi Startup Bertahan di Tengah Pandemi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto