Transformasi digital berbasis AI (artificial intelligence) menjadi hal yang diupayakan PT Hanwha Life Insurance Indonesia dalam rangka untuk mengoptimalisasi operasional perusahaan. Demikian seperti dingkap Head of IT Solutions PT Hanwha Life Indonesia, Reza Utama, saat presentasi dalam rangka penjurian TOP Digital Awards 2025 yang digelar Majalah It Works, Jumat (7/11/2025) lalu.
”Jadi fokusnya kalau tahun lalu security (keamanan siber), tahun ini kita memang banyak belajar dan mencoba artificial intelligence (AI),” ujar Reza membuka presentasinya di hadapan dewan juri.
Sedikit mengulas soal profil perusahaan, sebagai bagian dari Hanwha Group Korea Selatan, Hanwha Life Indonesia memiliki visi menjadi perusahaan asuransi nomor satu yang mengoptimalkan teknologi insur-tech dan masuk ke jajaran 15 besar Agency Insurance dengan 500 ribu Hanwha Friends.
Menurut Reza, konsep Hanwha Friends bukan sekadar istilah, tetapi cerminan filosofi perusahaan yang menempatkan semua pihak dalam posisi setara.
“Kami menyebut nasabah, rekan, maupun vendor sebagai Hanwha Friends karena kami percaya semua pihak harus saling mendengar dan berbagi agar bisa berkolaborasi lebih baik,” jelasnya.
Adapun misi yang dicanangkan Hanwha Life berfokus pada inovasi bisnis melalui produk dan layanan unggul; Hanwha Life Digital Ecosystem dengan Realisasi Tranformasi Digital, Digital Membership, MHCS & Wellness; serta Keunggulan Operasional dengan Optimalisasi Keuangan, GCG & ESG, Tanggapan Berkala.
Seperti dijabarkan Reza, terkait misi yang dicangkannya, yakni inovasi bisnis, hal tersebut dilakukan melalui perluasan distribusi produk dan layanan yang terdepan di pasar, kemudian harmoni dan sinergi. “Jadi kalau kami, dari misi kami ini kami juga melihat bahwa kalau pertama distribusi pasti, kita butuh income, kita butuh penjualan, makanya kita butuh distribusi. Tapi agar bisa distribusi itu produk dan layanan itu harus baik, harus terdepan. Kalau produk dan layanan kita nggak baik, biasa saja gimana kita mau menjadi market leader,” jelasnya.
Untuk merealisasikan itu, Reza menegaskan bahwa perusahaan butuh sinergi dengan seluruh pihak, baik vendor, regulator, maupun dengan pemerintah daerah.
Terkait misi kedua, yakni Hanwha Life Digital Ecosystem dengan realisasi transformasi digital, digital membership, MSCS dan Wellness. Dalam hal ini Reza menegaskan bahwa bila ingin produk dan layanan terdepan dengan kondisi yang ada sekarang, proses digitalisasi itu harus dikedepankan.
“Karena kalau sekarang ‘kan masanya udah berubah, yang jadi lead market itu Gen Z, sehingga digital ecosystem itu harus siap, harus ready, harus adaptif. Jadi dibutuhkan benar-benar transformasi digital agar bisa menyesuaikan dengan zaman dan proses transformasi digital tersebut sekarang itu jauh lebih cepat. Jadi, kalau kita planning sekarang, udah gak ada lagi istilahnya tahun depan realisasi. Planning sekarang, tiga bulan ke depan udah harus go live, dan mungkin setelah tiga bulan ke depan review lagi, tiga bulan ke depan lagi bisa berubah. Kenapa? Karena pasarnya sangat cepat berubah dengan kondisi yang ada saat ini,” jelas Reza.
“Nah, dari itu semua diharapkan akan menjadi keunggulan operasional, optimalisasi keuangan, dan tetap in line dengan good corporate governance, ESG, dan secara berkala review dan reporting kepada manajemen muupun headquarter,” sambungnya.
Kebijakan dan Tata Kelola IT
Hanwha Life menempatkan divisi IT sebagai jantung perusahaan. Porsi sumber daya manusia di bidang IT mencapai 12–14 persen dari total karyawan — yang merupakan rasio terbesar di antara divisi lainnya.
Selain fokus pada pengembangan sistem, perusahaan juga menetapkan berbagai kebijakan dan prosedur untuk menjaga kualitas dan keamanan data.
Kebijakan utama yang telah diterapkan meliputi antara lain IT Information Security Policy terkait dengan keamanan, Data Migration Policy & Procedure, Data Base Policy & Procedure, SOP Network, dan SOP DRP. “Ini policy yang ada, tetapi turunan dari policy tersebut dalam bentuk SOP, ringkasan kerja, dan lain-lain itu sangat banyak. Jadi, semua proses yang kita lakukan sudah ada standarnya,” ujar Reza.
Dalam hal tata kelola keamanan informasi, Hanwha Life telah mengimplementasikan ISO 27001 versi 2022 sebagai fondasi utama. Audit dilakukan secara berkala oleh pihak internal, eksternal, dan headquarter dari Korea Selatan.
“Kami menjalankan audit tiga kali setiap tahun — ISO, internal, dan eksternal. Bahkan bisa jadi empat kali jika ada audit tambahan dari headquarter,” jelas Reza.
“Semua itu untuk memastikan keamanan data nasabah, karyawan, dan perusahaan tetap terjaga,” tambah Reza.
Dalam aspek keamanan siber, Hanwha Life terus memperkuat infrastruktur pertahanannya dengan berbagai perangkat proteksi seperti firewall, antivirus, serta sistem pemantauan aplikasi berbasis dashboard monitoring. Langkah selanjutnya, menurut Reza, adalah mengintegrasikan sistem ke arah SIEM (Security Information and Event Management) dan SOAR (Security Orchestration, Automation and Response).
“Kami sedang menuju SIEM dan SOAR agar proses deteksi dan respon terhadap ancaman siber bisa lebih efisien dan cepat,” katanya. “Tujuannya jelas — melindungi data nasabah dan menjaga kepercayaan publik.”
Dari sisi kematangan IT (IT maturity level), Hanwha Life saat ini berada pada level repeatable dan tengah berproses menuju standardized. Semua proses pengembangan aplikasi hingga evaluasi proyek dilakukan secara transparan melalui dashboard yang bisa diakses oleh seluruh karyawan.
“Setiap bulan kami punya dashboard risiko, lengkap dengan scoring dan level mitigasinya. Semua proses sudah terdigitalisasi agar pengambilan keputusan lebih cepat dan akurat,” ujar Reza.
Inovasi Bisnis
Ada beberapa inovasi atau solusi bisnis yang diungkap Hanwha Life dalam sesi penjurian kali ini. Pertama, perusahaan memiliki solusi bisnis internal bernama Clounge yang telah diimplementasikan perusahaan sejak tahun 2024. CLounge merupakan web system yang digunakan untuk Document Internal Approval, eForm (transformasi manual internal form menjadi form elektronik) yang berbasis cloud.
”CLounge ini di-develop kombinasi dengan vendor. Tujuannya apa? Jadi, kita kalau submit dokumen untuk approval, e-form, dan lain-lain itu sudah tidak (menggunakan) paper (kertas), semuanya dokumen approval adanya di sistem. Sehingga kalau sudah approval untuk proses selanjutnya, proses ke-payment, proses implementasi, itu sudah tidak ada papernya,” jelas Reza.
Masih dari solusi bisnis untuk internal perusahaan, Hanwha juga memiliki apa yang disebut sebagai Hanwha Suite. Diimplementasikan tahun 2024, Hanwha Suite merupakan Web system yang digunakan untuk mendukung proses bisnis asuransi dan operasional di internal perusahaan termasuk proses reporting yang bersifat kustomisasi sebagai dasar pengambilan Keputusan Tingkat Atas.
“Ini adalah sistem yang kita develop sebagai supporting core system kita. Jadi dari Hanwha Suite ini, semua reporting satu pintu, semua proses di finance satu pintu, proses dokumen kontrol dan dokumen manajemen itu ada di sini juga. Jadi, kita bisa lihat sesuai dengan akses review masing-masing karyawan. Karyawan bisa akses ke dokumen sesuai dengan akses mereka, dan itu live tidak hanya di kantor, karyawan yang lagi working from home pun bisa akses itu semua. Tujuan agar proses pengambilan keputusan dan data itu bisa online,” jelasnya.
Solusi bisnis lain yang telah dikembangkan Hanwha Life adalah OrangePlanner yang disebut Reza dikembangkan untuk untuk agent Penjualan. OrangePlanner sendiri berupa aplikasi mobile yang berfungsi sebbagai penyedia sarana informasi lengkap untuk Agent Penjualan.
“Jadi, untuk proses penjualan secara digital itu sudah ada di dalam OrangePlanner, ini sudah digital, e-submission, e-form. Proses penjualan itu bisa face-to-face ataupun non-face-to-face, bisa dijalankan melalui aplikasi OrangePlanner,” jelas Reza yang di sesi penjurian ini juga didampingi oleh Tito Setiawan, Head of Center of Excellence/IT dan Eri Wahyudi, selaku Head of Core Systems di Hanwha Life.
Selanjutnya, Hanwha juga telah mengembangkan BizPortal. Web portal ini diperuntukkan bagi mitra kerja Perusahaan, seperti: Bank, Broker, TPA, Vendor, dan lain-lain. BizPortal memiliki fitur unggulan Partner Dashboard, E-submission, E-recruitment, Goods/ Merchandise Catalog (integrated with E-Procurement).
Tidak berhenti sampai di situ, Hanwha Life juga memiliki solusi bisnis bernama MyVitamin yang merupakan web portal khusus untuk penjualan produk asuransi digital secara direct kepada calon nasabah. MyVitamin memiliki manfaat untuk memberikan kemudahan akses bagi calon nasabah dalam mengakses produk dan layanan secara digital.
Adapun untuk nasabah, Hanwha memiliki solusi bisnis bernama Orange Smart. Mobile Application ini membantu pelanggan lebih enggagement terhadap Pprusahaan yang sebelumnya adalah Hanwha Smart. Di re-platform dengan teknologi dan framework terbaru, termasuk penggunaan teknologi AI untuk layanan Chatbot. Orange Smart memiliki fitur unggulan cek manfaat polis asuransi, pengingat pembayaran, claim submission, health care provider locator, claim status update.
Satu solusi bisnis lainnya, yakni Orange Topia, yakni aplikasi mobile yang dikembangkan untuk pelanggan dan eksternal (non-customer) yang menggabungkan teknologi metaverse, life-style/sport dan loyalty.
”Jadi, di sini ada metaverse, ada gamification, terus ada lifestyle, dan nanti dari proses itu semua, ada poinnya. Poinnya ini bisa digunakan untuk mendapatkan sesuatu, atau membeli sesuatu di merchant yang sudah kita siapkan. Dan ini juga tujuannya, selain kita ada Move2Earn di dalamnya, kita berharap nasabah kita itu, bisa berolahraga, bisa bergerak, bisa move dari satu tempat ke tempat lain, sehingga hal itu kita berikan poin. Jadi tujuannya itu memberikan solusi hidup sehat kepada customer,” jelas Reza menutup.














