Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi tak hanya menjadi penonton. Mereka telah mengambil peran aktif sebagai pelaku transformasi digital dengan mengedepankan tata kelola pemerintahan yang efisien, terintegrasi, dan berpusat pada layanan publik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis mewujudkan visi “Bukittinggi Gemilang”.
Walikota Bukittinggi mendorong pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam rangka mendorong efektifitas dan profesionalisme Pemerintah dalam pelayanan ke Masyarakat
“Bagi kami, transformasi digital adalah sebuah keniscayaan. Ini bukan sekadar proyek teknologi, tapi perubahan budaya kerja dan pendekatan pelayanan yang lebih efektif dan terukur,” ujar Walikota Bukittinggi, H. Muhammad Ramlan Nurmatias.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui empat pilar utama yang saling terkait:
1. Tata Kelola Digital yang Terstruktur
Pemkot Bukittinggi telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai landasan hukum. Di bawah koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), arsitektur SPBE disusun untuk memandu integrasi sistem dan layanan digital di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
2. Infrastruktur yang Konektif dan Aman
Dukungan infrastruktur terus ditingkatkan, termasuk jaringan fiber optik mandiri, 97 titik WiFi publik, serta 48 titik CCTV yang memperkuat aspek keamanan dan aksesibilitas digital warga.
3. Inovasi Layanan yang Solutif
Dua terobosan unggulan yang telah diimplementasikan adalah Sistem Bukittinggi Gemilang — super app untuk layanan internal seperti kepegawaian dan pariwisata — serta SIRUBI (Sistem Informasi Rumah Bukittinggi) yang telah memetakan 99% rumah penduduk dengan 36 indikator. SIRUBI mempermudah identifikasi dan penanganan rumah tidak layak huni secara tepat sasaran.
4. Keamanan Siber dan SDM yang Adaptif
Untuk melindungi ekosistem digital, Pemkot Bukittinggi membentuk Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT) pada Oktober 2024. Selain itu, program peningkatan kapasitas aparatur melalui innovation squad dan kolaborasi dengan akademisi serta komunitas TI turut memperkuat fondasi sumber daya manusia.
“Dengan tata kelola, infrastruktur, dan keamanan siber yang mumpuni, kami menargetkan tingkat kematangan SPBE mencapai level 3 (Baik) pada 2026,” tutur Plt. Kepala Diskominfo Bukittinggi, Asrar Fernando, S.Kom., M.Kom., dalam sesi presentasi TOP Digital Awards 2025, Jumat (14/11/2025).
TOP Digital Awards 2025, yang diselenggarakan oleh Majalah It Works, menjadi ajang apresiasi bagi instansi dan perusahaan yang berhasil memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kinerja dan layanan. Dewan juri tahun ini melibatkan sejumlah pakar seperti Jonathan Prabowo (BRIN), Nelson Idris (FORTI BUMN), Subandi (Universitas Budi Luhur), dan M. Jumadi (IDTUG).
Keberhasilan Bukittinggi dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi tidak hanya mendukung efisiensi internal, tetapi juga menciptakan layanan publik yang lebih transparan, cepat, dan mudah diakses — fondasi penting menuju smart city yang berkelanjutan.














