ItWorks.id- Di Awal tahun 2026 ini, Salesforce, perusahaan global di bidang AI CRM,mengumumkan penunjukan Paul Carvouni sebagai Senior Vice President and General Manager untuk kawasan ASEAN. Paul akan bertanggung jawab memimpin strategi pertumbuhan regional serta membangun keunggulan penjualan dan operasional, sekaligus mempercepat transformasi bisnis menuju Agentic Enterprise di seluruh negara ASEAN.
Penunjukan Paul dilakukan seiring dengan momentum kuat Salesforce di ASEAN, termasuk pembukaan kantor baru di Filipina pada Oktober 2025 setelah Singapura, Thailand, dan Indonesia. Salesforce juga baru‑baru ini mengumumkan ketersediaan Agentforce Service dan Employee Agent dalam beberapa bahasa sejumlah negara ASEAN untuk memenuhi kebutuhan lokal.
“Saya sangat antusias memimpin komitmen Salesforce di kawasan ASEAN. Revolusi AI menghadirkan peluang besar di setiap negara, industri, dan di berbagai segmen, mulai dari Perusahaan Kecil dan Menengah hingga perusahaan besar dan sektor publik. Kawasan ini berada pada momentum pertumbuhan yang kuat, dan misinya jelas: memberdayakan setiap pelanggan untuk menjadi Agentic Enterprise dan membuka tingkat produktivitas serta kecerdasan yang belum pernah ada sebelumnya,”ujar Paul Carvouni, Senior Vice President dan General Manager ASEAN, Salesforce dalam rilis pers yang dilan sir (06/01/2026), di Jakarta.
Paul merupakan eksekutif senior berpengalaman dengan lebih dari dua dekade kepemimpinan di perusahaan teknologi global, termasuk Microsoft dan Riverbed Technology, dengan cakupan wilayah Asia Pasifik dan ASEAN. Ia memiliki rekam jejak kuat dalam membangun dan serta memimpin tim dengan pertumbuhan tinggi di wilayah tersebut. Paul telah berhasil mendorong pertumbuhan berskala besar dan secara konsisten membina tim berkinerja tinggi untuk memperkuat kepemimpinan pasar.“Saya menantikan kolaborasi dengan tim kami yang berbakat serta ekosistem mitra yang luas untuk menghadirkan solusi AI, data, dan CRM tepercaya yang akan mendorong gelombang inovasi dan pertumbuhan berikutnya di ASEAN,” tambahnya.
AI diperkirakan menghadirkan peluang pertumbuhan senilai US$1 triliun bagi ASEAN pada 2030, dan Salesforce berkomitmen membantu berbagai organisasi memanfaatkan momentum ini dengan bertransformasi menjadi Agentic Enterprise. Dengan mengintegrasikan manusia, agen AI, aplikasi, dan data dalam satu platform terpadu yang tepercaya, bisnis dapat melakukan lompatan transformasi digital guna membuka peluang pertumbuhan dan inovasi. Penunjukan Paul dilakukan seiring dengan momentum kuat Salesforce di ASEAN, termasuk pembukaan kantor baru di Filipina pada Oktober 2025 setelah Singapura, Thailand, dan Indonesia. Salesforce juga baru‑baru ini mengumumkan ketersediaan Agentforce Service dan Employee Agent dalam beberapa bahasa sejumlah negara ASEAN untuk memenuhi kebutuhan lokal.














