Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam melakukan prastudi kelayakan peningkatan kecepatan Kereta Api Jakarta-Surabaya. Tujuan MoU tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif dalam rangka pengambilan keputusan mengenai pemilihan teknologi, perancangan dasar pada koridor jalur kereta api terpilih, skema pembiayaan serta rencana implementasi proyek.
Menurut Kepala BPPT Unggul Priyanto, kerja sama ini dilakukan berdasarkan perintah dari Kementerian Perhubungan untuk melakukan kajian awal atau pre-feasibility studies (pra-FS) dengan menggandeng tiga Perguruan Tinggi yakni ITB, Universitas Diponegoro (Undip), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). “Diputuskan akan mengambil keputusan kecepatan berapa. Nanti akan ada kajian per wilayah. Jakarta-Cirebon oleh ITB, Cirebon-Semarang oleh Undip, dan Semarang-Surabaya oleh ITS. Pra studi kelayakan ini direncanakan berakhir di bulan Desember 2017 dan BPPT akan menyerahkan laporan studi kepada Kementerian Perhubungan, dan Dirjen Perkeretaapian,” katanya di sela Penandatanganan MoU BPPT dan ITB untuk Mendukung Pra Studi Kelayakan Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya di Bandung, Selasa (6/5).
Untuk diketahui, selain dengan ITB, BPPT juga menggandeng Undip dan ITS dalam pra studi uji kelayakan. Dikatakan Unggul, para ahli dari ketiga perguruan tinggi ini akan melakukan kajian mengenai perencanaan transportasi kereta api, dasar prasarana perkeretaapian, pemilihan teknologi, kajian lingkungan dan sosial, analisis kelayakan proyek, serta rencana implementasi. Melalui kajian dengan unsur kampus ini pun, pihaknya bisa mengetahui potensi dan karakteristik calon penumpang agar pembangunan kereta cepat ini mampu menjadi solusi bagi kebutuhan transportasi masyarakat.
Dengan adanya kereta api Jakarta-Surabaya, dapat menjadi jawaban atas padatnya arus lalu lintas udara Jakarta-Surabaya. Jika dikalkulasikan kecepatan kereta yang mencapai 160 km/jam bisa mendekati layanan penerbangan antar dua kota. Intinya, dapat mengalihkan (penumpang) dari udara ke kereta api, harganya pun nanti tidak akan jauh dengan tiket pesawat.Target waktu tempuh Jakarta-Surabaya yakni kisaran 4-5 jam. Kereta api ini ingin mengambil sebagian pangsa pasar penumpang pesawat,”
Untuk studi kelayakan jalur Jakarta-Surabaya sepanjang 750 kilometer (km) akan terbagi yakni Jakarta-Cirebon oleh ITB, Cirebon-Semarang oleh Undip dan Semarang-Surabaya oleh ITS. Waktu tempuh diupayakan bisa sepadan ketika penumpang pesawat dalam perjalanan ke bandara, penerbangan dan menuju pusat kota Surabaya. Saat ini penumpang pesawat Jakarta-Surabaya mencapai 8-10 juta per tahun. Sedangkan kereta api konvensional hanya 600 ribu penumpang per tahun. Direncanakan kecepatan kereta cepat ini mencapai 160 km/jam. Sedangkan lokomotif diesel kecepatannya hanya 60 km/jam dengan waktu tempuh 10 jam.
Sementara itu, Rektor ITB Kadarsah Suryadi menyambut baik kerjasama tersebut. Pihaknya akan membantu dengan menerjunkan tim dari ITB untuk melakukan studi baik dari sisi geohidrologi, geofisika, analisis data, perancangan, analisis teknik, termasuk kontur kebumian. Pihaknya pun siap membantu pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia saat kereta mulai beroperasional. “Kami siap bergabung menyiapkan SDM, maupun mendukung penyediaan suku cadang. Memproduksi pasti industri, tapi desain suku cadang kami bisa berkontribusi,” katanya. (red/ju)













