ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Group-IB: Serangan Siber pada Rantai Pasok Akan Ubah Lanskap Keamanan Siber di 2026

Fauzi
10 March 2026 | 15:53
rubrik: Research
Group-IB: Serangan Siber pada Rantai Pasok Akan Ubah Lanskap Keamanan Siber di 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Pengembang teknologi keamanan siber terkemuka untuk investigasi, pencegahan, dan penanggulangan kejahatan digital, Group-IB, belum lama ini merilis Laporan High-Tech Crime Trends Report 2026. Laporan tersebut memperingatkan bahwa serangan terhadap rantai pasok telah berevolusi menjadi ekosistem terintegrasi yang mengeksploitasi kepercayaan, akses, dan data yang telah dikompromikan.

Laporan ini menunjukkan bahwa ketika organisasi semakin saling terhubung secara digital, peretas kini lebih sering membidik vendor dan penyedia layanan di tingkat awal rantai pasok guna memperluas dampak serangan, mempercepat eksekusi, dan menghindari deteksi.

Alih-alih menyerang perusahaan secara langsung, pelaku mengeksploitasi hubungan kerja yang sudah dipercaya dalam ekosistem rantai pasok digital untuk menembus sistem keamanan konvensional, sehingga dapat memperoleh akses ke seluruh jaringan pelanggan.

“Ancaman siber saat ini bukan lagi insiden yang berdiri sendiri,” ujar CEO Group-IB, Dmitry Volkov.

“Semua ini saling terhubung dalam ekosistem serangan rantai pasok. Satu celah saja bisa berdampak pada ribuan pihak lain. Phishing, ransomware, kebocoran data, hingga penyalahgunaan akses internal merupakan tahapan dalam satu kampanye terkoordinasi yang dibangun dengan mengeksploitasi kepercayaan dan memperluas jejak ancaman siber,” lanjut Dmitry Volkov.

Di kawasan Asia-Pasifik, Group-IB mengungkap 263 kasus akses perusahaan yang diperjualbelikan di dark web sepanjang 2025 untuk memfasilitasi serangan tersebut.

Laporan menegaskan bahwa lonjakan kebocoran data memperparah risiko siber. Kredensial yang dicuri, source code, API key, hingga komunikasi internal memungkinkan penyerang memahami proses bisnis dan relasi antar perusahaan.

Ketika digabungkan dengan akses yang diperdagangkan oleh broker, data ini memungkinkan penyerang melancarkan penyusupan yang lebih terarah, menyamar sebagai pihak terpercaya, serta menjalankan penipuan yang tampak seperti aktivitas normal.

Poin-Poin Utama dalam Laporan Tren Kejahatan Teknologi Tinggi 2026:

BACA JUGA:  Tips Untuk Menjelajahi Dunia Maya Secara Aman

• Ekosistem open-source jadi sasaran: Repositori paket seperti npm dan PyPI kini menjadi target utama serangan. Peretas mencuri akun maintainer dan menyisipkan malware secara otomatis ke library yang banyak digunakan. Akibatnya, proses development (pipeline) yang seharusnya aman justru berubah menjadi jalur penyebaran kode berbahaya ke banyak pengguna sekaligus.
• Lonjakan ekstensi peramban web berbahaya: Pelaku kejahatan siber kini semakin sering memanfaatkan ekstensi peramban web yang terlihat terpercaya. Mereka membajak akun pengembang dan marketplace resmi untuk menyisipkan kode berbahaya. Ekstensi ini kemudian digunakan untuk mencuri kredensial login, mengambil alih sesi pengguna, hingga mencuri data keuangan langsung dari peramban web korban.
• Kompromi identitas melalui phishing: Kampanye phishing yang didukung AI kini menargetkan integrasi sistem yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi serta alur login berbasis OAuth. Dengan metode ini, penyerang dapat melewati perlindungan MFA (multi-factor authentication) dan memperoleh akses jangka panjang yang terlihat aman ke platform SaaS, pipeline CI/CD (proses pengembangan dan deployment aplikasi), serta lingkungan cloud. Sepanjang 2025 di kawasan Asia-Pasifik, sektor jasa keuangan, pemerintahan dan militer, serta telekomunikasi menjadi industri yang paling banyak menjadi target serangan phishing.
• Kebocoran data dimanfaatkan untuk serangan massal: Alih-alih membocorkan data satu korban, penyerang kini bergerak ke hulu dengan mengompromikan penyedia layanan dan layanan integrasi . Strategi ini membuka akses ke lingkungan multi-tenant, sehingga satu insiden dapat memicu eksposur data secara luas dan menimbulkan dampak berantai pada banyak perusahaan.
• Rantai pasok ransomware yang semakin terindustrialisasi: Initial Access Broker, data broker, dan operator ransomware kini beroperasi dalam ekosistem yang terstruktur. Mereka membidik akses di tingkat hulu agar serangan dapat menjangkau lebih banyak target sekaligus dan menimbulkan kerugian bisnis yang lebih besar. Sepanjang 2025 di Asia-Pasifik, sektor manufaktur, jasa keuangan, dan properti menjadi industri yang paling banyak disasar oleh kelompok ransomware.

BACA JUGA:  Upaya Pembobolan Kredensial Terus Ancam Bisnis di Asia Tenggara

Sepanjang 2025, pemanfaatan AI dalam berbagai alat serangan membuat siapa pun lebih mudah melancarkan aksi siber. Pelaku dapat membuat phishing kit dengan cepat, melakukan penyamaran yang lebih realistis, serta mengeksploitasi perangkat lunak open-source, sistem autentikasi, dan peramban web secara lebih luas dan terukur.

“AI bukan penyebab munculnya serangan rantai pasok, tetapi membuat serangan tersebut lebih efisien, cepat, dan sulit terdeteksi,” ujar Volkov. “Kepercayaan berlebihan terhadap software dan layanan kini berubah menjadi risiko strategis bagi sebuah perusahaan.”

Melalui studi kasus yang mendalam dan pemetaan profil aktor ancaman, Laporan Tren Kejahatan Teknologi Tinggi 2026 menunjukkan bahwa 2025 menjadi tahun lonjakan signifikan ancaman rantai pasok. Serangan berkembang dari penyusupan ekosistem open-source dan maraknya ekstensi peramban web berbahaya, hingga phishing berbasis AI, penyalahgunaan OAuth, serta terbentuknya ekosistem ransomware yang semakin terorganisir.

Laporan ini mencatat aktivitas konsisten dari kelompok seperti Lazarus, Scattered Spider, HAFNIUM, DragonForce, 888, dan kampanye yang terhubung dengan Shai-Hulud. Temuan tersebut menunjukkan bahwa baik kelompok kriminal maupun aktor yang berafiliasi dengan negara memanfaatkan platform dan integrasi terpercaya untuk menghasilkan dampak besar dengan upaya yang relatif efisien.

Laporan High-Tech Crime Trends Report 2026 didukung oleh intelijen Digital Crime Resistance Centers (DCRC) milik Group-IB yang tersebar di 11 negara, dikombinasikan dengan telemetri berbasis analisis perilaku aktor ancaman, investigasi kasus siber nyata, serta pemantauan nonstop terhadap aktivitas di ekosistem underground. Laporan ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi perusahaan, pemerintah, dan lembaga penegak hukum untuk mengantisipasi risiko yang muncul serta menghentikan rantai serangan sebelum kerusakan terjadi.

Tags: AICyber SecurityGenerative AIGroup-IB
Previous Post

IM3 Platinum Hadirkan Paket Bundling Galaxy S26 Series

Next Post

Amar Bank Dorong UMKM Jadi Motor Baru Ekonomi Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukit Asam Hadirkan Aplikasi CISEA untuk Industri Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gara-gara Millennial, Implementasi BI QRIS Sesuai Ekspektasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix GT 30 Resmi Meluncur di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung UMKM Go Digital, Gojek Gelar Pelatihan KAMUS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Sekedar Token Menuju Kepercayaan: Momen Pembuktian AI Senilai US$2,5 Triliun

Fauzi
18 June 2026 | 12:58

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer and GM of Applied AI Era kecepatan dan akses sedang berakhir. Apa yang menggantikan...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto