ItWorks.id- J&T Express, penyedia layanan logistik global, merilis Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) 2025 yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong keberlanjutan melalui penerapan smart logistic, efisiensi energi, perlindungan karyawan, hingga penguatan tanggung jawab sosial di berbagai negara.
Dalam laporan yang dirilis (19/5), J&T Express memaparkan berbagai capaian keberlanjutan sepanjang 2025, mulai dari transformasi operasional berbasis Artificial Intelligence (AI) dan big data hingga pengembangan jaringan logistik rendah karbon. Perusahaan menyebut penerapan teknologi AI dan big data telah membantu optimalisasi rute pengiriman, meningkatkan efisiensi penyortiran, serta memperkuat layanan last-mile. Di sisi infrastruktur, J&T Express membangun 14 kawasan logistik inti secara global dengan total luas mencapai 1,05 juta meter persegi.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat efisiensi energi melalui penggunaan lebih dari 150 ribu permanent magnet synchronous motorized rollers dan lebih dari 400 conveyor hemat energi. Upaya pengurangan limbah kemasan turut diperluas melalui penggunaan 38,27 juta kantong transit reusable yang telah digunakan hingga 3,33 miliar kali.
Pada sektor transportasi rendah karbon, J&T Express meningkatkan penggunaan armada ramah lingkungan di berbagai negara. Di China, sebanyak 30 persen armada truk telah menggunakan LNG atau setara 1.697 unit. Sementara Filipina menggunakan 100 persen biodiesel B5 dan Singapura mulai mengoperasikan truk listrik. Hingga akhir 2025, perusahaan juga telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom.
Tak hanya fokus pada operasional hijau, J&T Express juga memperkuat perlindungan dan pengembangan karyawan. Salah satunya melalui implementasi Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 di China yang mencakup lebih dari 290 ribu pekerja dengan fokus pada perlindungan upah, pengembangan karier, dan transparansi algoritma.
Sepanjang 2025, jumlah kursus pada platform pelatihan digital perusahaan meningkat 60 persen dengan total jam pelatihan naik hingga 2,8 kali lipat. Perusahaan juga menyelenggarakan lebih dari 27 ribu sesi pelatihan keselamatan yang menjangkau lebih dari 1,4 juta partisipan secara global.
Di bidang sosial, J&T Express menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan bantuan kebencanaan. Di China, perusahaan memanfaatkan drone untuk mendukung distribusi jeruk di wilayah pegunungan Chongqing dengan kapasitas hingga 10 ton per hari guna membantu petani menekan biaya distribusi.
Sementara di Indonesia, J&T Express terlibat dalam penanganan banjir di Aceh dengan mengerahkan penerbangan khusus untuk mengirimkan 13 ton bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
Program sosial perusahaan di Indonesia juga diperkuat melalui program J&T Antar Inspirasi yang memberikan bantuan pendidikan senilai Rp100 juta kepada 10 siswa terpilih, pelatihan guru di Sulawesi Tengah, hingga distribusi ratusan buku bacaan di Wakatobi.
Dalam rangka ulang tahun ke-10 perusahaan, J&T Express juga membagikan makanan gratis kepada lebih dari 26 ribu penerima di berbagai daerah, menyalurkan 1.000 paket sembako, serta melakukan revitalisasi fasilitas publik di sejumlah kota.
Di sisi tata kelola, perusahaan memperkuat sistem kepatuhan global yang mencakup anti-korupsi, persaingan sehat, hingga perlindungan rahasia dagang. Seluruh direksi dan manajemen senior disebut telah mengikuti pelatihan anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan anti-korupsi dengan tingkat partisipasi 100 persen. Selain itu, pelatihan integritas juga menjangkau lebih dari 89 ribu karyawan.
Chief Financial Officer J&T Express, Dylan Tey mengatakan ESG kini telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan. “Sepanjang tahun terakhir, J&T Express secara konsisten mendorong transformasi transportasi rendah karbon serta penguatan tata kelola model kerja baru, termasuk melalui pengembangan solusi logistik berkelanjutan dan inisiatif algorithm negotiation mechanisms yang terdepan di industri,” ujar Dylan Tey dilansir dalam rilis pers, baru-baru ini.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan memperkuat tata kelola ESG guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.














