ItWorks.id- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat riset ketahanan sumber daya air dan pengembangan industri berkelanjutan di Batam. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pemanfaatan riset dan inovasi serta kajian pembangunan Batam Science and Technology Park di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan pembangunan Batam, khususnya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan dunia usaha di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan investasi.
“Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam,” kata Sudirman dilansir dalam rilis pers (21/06/2026).
Menurutnya, Batam memiliki keterbatasan sumber daya air karena tidak memiliki hutan maupun sungai, sehingga pasokan air sepenuhnya bergantung pada curah hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan pasokan air.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian, menjelaskan ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan, hingga industri hijau.
Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menambahkan kolaborasi tersebut melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN dan tiga unit teknis BP Batam. Sebanyak 10 aktivitas dari enam topik utama akan dilaksanakan dalam tiga tahun ke depan berdasarkan peta jalan yang telah disusun.
Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan industri. Ia berharap inovasi yang dihasilkan dapat memberikan solusi nyata bagi industri dan masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Batam.
Melalui kolaborasi tersebut, BP Batam optimistis hasil riset dan inovasi dapat memperkuat ketahanan sumber daya air, mendorong transformasi industri yang lebih ramah lingkungan, serta mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan di Batam.














