Menyambut Hari UMKM Sedunia yang diperingati pada 27 Juni, Canva meluncurkan ‘NyatAIn di Canva’, kampanye brand pertamanya di Indonesia yang berfokus pada pemanfaatan AI.
Seiring berkembangnya semangat kewirausahaan dan kreativitas yang terus membentuk cara masyarakat Indonesia bekerja, belajar, dan mengembangkan bisnis, kampanye ini mencerminkan komitmen Canva untuk menghilangkan berbagai hambatan yang sering kali menghalangi seseorang dalam mewujudkan ide.
Mulai dari Canva AI yang berperan sebagai mitra kreatif untuk membantu mengubah prompt menjadi hasil karya, hingga berbagai fitur yang membuat proses kreasi menjadi lebih cepat dan intuitif, Canva memudahkan siapa pun, mulai dari kreator pemula hingga pemilik bisnis dan tim profesional, untuk berkomunikasi secara visual, mewujudkan ide, dan menghasilkan karya dengan lebih mudah.
Mendukung Ambisi dengan Perangkat yang Tepat
Film kampanye ini menampilkan tiga situasi yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia: seorang pekerja kantoran yang kesulitan menyelesaikan laporan, seorang guru yang ingin membuat materi pembelajaran lebih menarik, dan seorang pelaku usaha kecil yang ingin tampil berbeda tetapi tidak tahu harus memulai dari mana. Perasaan tersebut begitu akrab bagi banyak orang – kebuntuan dalam berkreasi yang terasa seperti “mati lampu”, sebuah referensi terhadap lagu populer King Nassar, “Seperti Mati Lampu”.
Saat tekanan mencapai puncaknya, King Nassar hadir, bukan dengan ceramah, melainkan dengan gaya khasnya yang menghibur. Seolah lampu kembali menyala, ia menunjukkan berbagai kemungkinan yang dapat diwujudkan dengan bantuan Canva AI. Film ini menyampaikan satu pesan sederhana: tantangan terbesar bukanlah memiliki ide, melainkan meyakini bahwa ide tersebut bisa diwujudkan.
“Kampanye ini sangat relevan karena menggambarkan situasi yang sering dihadapi masyarakat Indonesia ketika harus membuat sesuatu untuk pekerjaan, sekolah, atau bisnis mereka,” ujar King Nassar. “Sering kali, tantangan terbesar adalah memulai. Kita punya ide, tetapi tidak selalu tahu harus mulai dari mana. Yang saya sukai dari Canva adalah kemampuannya membuat proses berkreasi terasa jauh lebih mudah dan tidak membebani. Dengan bantuan AI, orang dapat mengurangi waktu untuk berpikir berlebihan dan lebih fokus pada mewujudkan ide mereka. Saya berharap kampanye ini dapat mendorong lebih banyak orang untuk mulai berkreasi dan merasakan sendiri betapa mudahnya Canva membantu proses tersebut.”
Mewujudkan Ide Menjadi Aksi dengan Canva AI
Setiap hari, banyak ide yang tidak pernah terwujud, bukan karena kurangnya potensi, melainkan karena proses untuk merealisasikannya masih terasa sulit dilakukan. Selama lebih dari satu dekade, Canva memiliki misi untuk mengubah hal tersebut dengan memberikan kepercayaan diri kepada semua orang untuk berkreasi, tanpa memandang tingkat keahlian maupun pengalaman.
“Masyarakat Indonesia sudah selalu memiliki ambisi untuk membangun sesuatu, mengembangkan sesuatu, dan menjadi lebih baik,” ujar Stefanie Herlie, Country Manager Indonesia, Canva. “Canva AI hadir untuk mendukung ambisi tersebut. Canva AI membantu mewujudkan visi yang sudah dimiliki dengan cara yang lebih cepat, lebih percaya diri, dan sesuai kebutuhan mereka. Itulah esensi dari ‘NyatAIn di Canva’: mewujudkan ambisi menjadi kenyataan.”
Canva AI menghadirkan cara baru dalam mewujudkan ide, menjadikan imajinasi sebagai titik awal dan hasil karya sebagai tujuan akhir. Sebagai mitra kreatif, Canva AI membantu menghilangkan hambatan antara inspirasi dan eksekusi, sehingga pengguna dapat mengubah ide menjadi hasil nyata dengan lebih mudah dan percaya diri. Hal-hal yang sebelumnya terasa sulit dijangkau kini menjadi lebih mungkin diwujudkan karena apa pun yang diciptakan, Canva AI menjadi bagian dari proses tersebut.
Manfaat ini hadir dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan pengguna. Seorang product manager dapat mengubah ide awal menjadi presentasi yang terstruktur melalui Desain Ajaib untuk Presentasi. Seorang guru dapat membuat materi pembelajaran dan konten kelas dengan bantuan Canva Pendidikan dan berbagai fitur AI yang tersedia. Sementara itu, pelaku UMKM dapat membuat materi pemasaran yang profesional sekaligus menyusun konten tulisan melalui Desain Ajaib dan Tulisan Ajaib dalam satu platform yang sama. Melalui berbagai fitur tersebut, Canva AI membantu masyarakat Indonesia mengatasi hambatan dalam berkreasi dan menghasilkan karya profesional dengan lebih cepat, percaya diri, dan mudah.
Menghadirkan kampanye untuk Audiens di Seluruh Indonesia
Kampanye ini akan hadir di berbagai saluran, mulai dari stasiun televisi nasional seperti RCTI, MNCTV, GTV, SCTV, Indosiar, Trans TV, Trans7, dan ANTV; platform digital dan media sosial seperti YouTube, Meta, Instagram, dan TikTok; hingga media luar ruang (out-of-home/OOH) di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kampanye ini juga akan didukung oleh kolaborasi dengan para kreator, kegiatan media engagement, serta berbagai aktivasi komunitas di seluruh Indonesia.
Mendukung Ambisi Kreatif Indonesia
Di tahun 2025 saja, masyarakat Indonesia menciptakan lebih dari 1 miliar desain di Canva, menunjukkan bagaimana komunikasi visual telah menjadi bagian penting dalam cara masyarakat belajar, bekerja, dan mengembangkan bisnis. Mulai dari materi pembelajaran dan tugas sekolah hingga presentasi bisnis, kampanye pemasaran, dan konten media sosial, Canva membantu jutaan masyarakat Indonesia mewujudkan ide mereka setiap hari.
Untuk mendukung momentum kreativitas yang terus berkembang ini, Canva bekerja sama dengan berbagai mitra di bidang pendidikan, pemerintahan, dan komunitas bisnis. Kolaborasi tersebut mencakup kemitraan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperluas akses terhadap keterampilan digital, kreativitas, dan teknologi di seluruh Indonesia.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, Canva tetap berkomitmen untuk memberdayakan semua orang agar dapat berkreasi melalui desain, serta membantu lebih banyak masyarakat untuk menciptakan, berkomunikasi, dan mewujudkan ide mereka.














